Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS ANTAR KOTA PALING DIMINATI DI INDIA : SLEEPER BUS!
 
09 Oktober 2018


(Jakarta – haltebus.com) Sleeper Bus atau bus dengan tempat tidur sempat menarik perhatian masyarakat Indonesia di tahun 2016. Interior dan bentuk layanannya yang berbeda dari kebanyakan bus membuat masyarakat antusias. Sayangnya regulasi di Indonesia belum memungkinkan Sleeper Bus beredar di jalan raya negeri ini. Lalu bagaimana bentuk Sleeper Bus yang bisa beredar di jalan raya?

Di India Sleeper Bus banyak sekali ditemui. Sejak lebih dari 10 tahun terakhir bus-bus yang bisa menampung 15 hingga 21 penumpang itu melayani perjalanan jarak jauh di malam hari. Tak heran jika dalam pameran Buslworld India, 29-31 Agustus lalu di Bangalore, Karnataka, India, bus jenis ini yang paling banyak dilihat pengunjung. Mereka yang ingin melihat dari dekat harus rela antre agar bisa masuk ke dalam bus. “Sejak tahun 2005 peminat Sleeper Bus cukup tinggi, kami membuat banyak bus model ini,” kata Design Engineer Prakash, M. Mohan Prabhu di sela-sela pameran.

Menurut pria yang akrab disapa Prabhu ini, pada pameran ini mereka sengaja memamerkan salah satu produk unggulan mereka, yakni Sleeper Bus model Capella. Prakash sendiri sudah membuat Sleeper Bus sejak tahun 2004. Selama 14 tahun terakhir, model Sleeper Bus yang dibuat Prakash sudah berevolusi. Mulai P8000 (2004), Zedone (2010), BV Maxima (2014) dan terakhir Capella (2017).



Jangan bayangkan Sleeper Bus di India identik dengan bus ekseklusif dan mewah. Selama haltebus.com di Bangalore beberapa hari, yang terlihat di jalan raya adalah bus-bus non-AC. Kebetulan tak jauh dari lokasi pameran dan tempat menginap ada jalan tol antar kota yang menghubungkan India bagian paling Selatan dan Tengah. Setiap pagi dan sore menjelang malam banyak bus-bus antar kota, yang didominasi Sleeper Bus, lalu-lalang bersiap berangkat diwaktu sore atau baur saja tiba saat fajar menyingsing di Bangalore.

Bagaimana bentuk Sleeper Bus di India? Untuk model Capella dari Prakash cukup unik jika dibandingkan dengan bus-bus di Indonesia. Jika di sini bus bermesin depan identik dengan bus non-AC dan kelas ekonomi, Capella berbasis Bharat-Benz bermesin depan. Di dalam brosur Prakash, chassis bus hanya disebut Bharat-Benz 234 WB, namun Manager Bodi Builder Daimler India Commercial Vehicle, Satyajit Bhosale merujuk pada Mercedes-Benz OF-1623 yang diperkenalkan di Indonesia Maret lalu. “Perbedaannya di sini sudah dilengkapi suspensi udara. Bermesin depan, bersuspensi udara. Di Indonesia baru ada bermesin belakang untuk yang bersuspensi udara,” kata pria yang pernah berkeliling ke beberapa karoseri di Indonesia ini.

Capella berkapasitas 30 penumpang, dengan konfigurasi tiga penumpang satu baris di satu tingkatnya. Sleeper Bus di India seluruhnya terdiri dari dua tingkat tempat tidur penumpangnya. Sekilas terlihat sedikit, hanya terlihat lima baris saja, tetapi di setiap baris dengan dua tingkat ada enam penumpang di dalamnya. Menurut Prabhu, Capella dibuat ekskusif. Tampilan luar sekilas tidak seperti Sleeper Bus yang banyak terlihat lalu-lalang di India, Capella hanya terdiri dari satu kaca seperti bus pada umumnya. Sementara Sleeper Bus kebanyakan terdiri dari kaca atas dan bawah menyesuaikan tingkatan tempat tidur di dalam bus.

Dia mengungkapkan, Sleeper Bus Prakash sudah mengikuti standar keamanan di India. “Ada pintu darurat di belakang, di bagian tengah ada kaca yang sedikit lebar yang juga mudah dipecahkan,” kata dia menjelaskan.

Selain Prakash ada pula MG Group yang ikut memamerkan Sleeper Bus di Busworld India. Bahkan MG Group membawa dua unit Sleeper Bus. Satu unit berbasis Bharat-Benz 1623 dan satu unit lainnya Mercedes-Benz OC 500 RF-2441. Keduanya memiliki perbedaan karakteristik tersendiri untuk kelas yang berbeda.



Satyajit menjelaskan, di India Mercedes-Benz mengatur strategi untuk penetrasi pasar. Bharat-Benz untuk bus-bus bermesin depan dan Mercedes-Benz khusus untuk bus-bus bermesin belakang. Kedua jenis bus ini menyasar pangsa pasar berbeda untuk ragam kebutuhan bus di India yang cukup variatif.

MG Group melabeli produk Sleeper Bus bermesin depan dengan nama Glider Z, varian lain dari Glider. Untuk Glider sendiri memiliki konfigurasi kursi seperti bus konvensional dengan kapasitas maksimal 43 kursi. Nah pada Glider Z, kapasitas angkut penumpang hanya 30 orang, sama seperti Capella. Konfigurasi tempat tidur juga sama yakni 5 baris, dua tingkat dan setiap tingkat ada tiga tempat tidur. Walaupun Glider Z juga terdiri dari satu kaca samping, namun ruang kaca yang tercipta relatif lebih sempit dibandingkan Capella. Keunggulan Glider Z ada pada interior yang lebih mewah. Ada LCD di setiap tempat tidur penumpang. Sementara untuk posisi pintu darurat, tidak ada yang berbeda sama-sama di bagian belakang bus.



Satu varian lainnya dari Sleeper Bus dari MG Group adalah Dream Z. Bus ini berbasis Mercedes-Benz OC 500 RF-2441. Perbedaan yang menyolok di antara Sleeper Bus yang dipamerkan di Busworld India ada pada Dream Z, berbasis Mercedes-Benz OC 500 RF-2442, 3-axle, panjang bus bisa mencapai 15 meter. Kapasitas angkutnya lebih besar, 40 penumpang. Tak jauh berbeda dengan Glider Z, interior Dream Z tampil sederhana namun mewah. Balutan warna abu-abu dan hijau pupus yang lembut dengan sandaran sisi tempat tidur yang lebar membuat kesan mewahnya terasa. Sayangnya, pada bus Dream Z yang dipamerkan tidak ada LCD seperti pada model Glider Z.

Menilik ke dalam bus, ada dua bagian yang unik di bus Dream Z. Di bagian tengah ada pintu darurat yang terbilang lebar untuk areal evakuasi di dalam bus. Tepat di pertengahan baris tempat tidur di sisi kanan bus, ditempatkan pintu darurat. Di atas pintu darurat ini ada dua tempat tidur, sehingga areal di seputar pintu darurat bisa terbuka lebar mengikuti ruang tempat tidur di atasnya.



Sementara di bagian belakang, lantai bus naik diikuti dengan atap/palfonnya. Posisi ini untuk menjaga ruang penumpang yang sama seperti di bagian depan. Mesin bus yang tergolong besar di bagian belakang, memaksa desainer MG Group menyesuaikan posisi lantai. Pada sisi tempat tidur paling atas di deretan paling belakang hanya menyisakan kaca yang lebarnya tak lebih dari sejengkal tangan orang dewasa.

Sleeper Bus yang dipamerkan di Busworld India adalah model terbaru yang memadukan tampilan dan kemewahan. Di bagian luar seluruh kaca samping bus hanya terdiri dari satu lembar. Pada versi sebelumnya, setiap tingkat tempat tidur ada satu lembar kaca terpisah. Artinya, di sisi samping ada dua lembar kaca memanjang di setiap segmen antar pilar. Model dua kaca ini masih banyak ditemukan di India, khususnya untuk Sleeper Bus yang tak dilengkapi pendingin ruangan. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013