Jumat, 16 November 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PERSAINGAN SEHAT DIAWALI DENGAN KOMUNIKASI YANG CAIR
 
15 Oktober 2018


(Jakarta – haltebus.com) Dunia industri karoseri bus di Indonesia diwarnai persaingan yang ketat selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Selain memperebutkan pangsa pasar pembuatan bus yang relatif kecil dibandingkan dengan kendaraan penumpang (mobil), kompetisi model dan varian bodi bus juga semakin ketat. Hal ini sangat terasa manakala kita melihat model bus setiap tahun bisa berganti dan saling susul menyusul antara karoseri yang satu dan karoseri lainnya.

Momen kompetisi antar karoseri mencapai fase terbaru selama pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 Agustus lalu. Pimpinan dua karoseri besar di Indonesia, Karoseri Adiputro dan Karoseri Laksana saling berkunjung ke masing-masing booth satu sama lain. Komunikasi yang cair ini tergolong langka, namun bukan tanpa proses. “Saya lebih senang kalau kita bersaing sehat. Kita tetap berteman dan berkomunikasi dengan baik,” kata Iwan Arman, Direktur Utama Karoseri Laksana

Dua tahun terakhir generasi penerus kedua karoseri itu kerap bertemu di beberapa kegiatan, mulai dari pertemuan formal, sampai pertemuan informal. Saat pelatihan Sikka April lalu di Kuala Lumpur, David Jethrokusumo dan Jesse Jethrokusumo dari Karoseri Adiputro bersama Stefan Arman dari Karoseri Laksana menjadi peserta pelatihan. Dalam beragam pertemuan informal yang melibatkan pengusaha-pengusaha bus berusia muda, mereka juga beberapa kali bertemu.

Saat Pameran GIIAS, booth Karoseri Laksana dan Karoseri Adiputro berseberang dan sama-sama memperkenalkan model terbaru mereka, komunikasi yang lebih cair pun terjadi. Diawali David Jethrokusumo yang melihat bus Double Decker Laksana, tak lama berselang Iwan Arman pun ikut menengok bus Ultra High Deck Adiputro. “Ide membuat bus ini menarik. Penumpang bisa duduk sampai kaca depan,” ujar Iwan kepada David Jethrokusumo memuji konsep baru dari Karoseri Adiputro.

Tanpa canggung keduanya berdiskusi kecil terkait bus UHD didampingi staf masing-masing. “Tidak pernah ada komunikasi sebelumnya sebaik ini,” kata salah seorang sahabat haltebus.com yang meminta namanya tak disebut.



Pertemuan David dan Iwan, bukanlah pertemuan basa-basi tanpa arti. Ketika Andre Jethrokusumo juga hadir ikut menyambut pelanggan Karoseri Adiputro, dia juga menyempatkan diri main dan bertemu dengan Iwan Arman di booth Karoseri Laksana. Didampingi putranya, Jesse Jethrokusomo, Andre mengobrol santai selama tak kurang dari satu jam bersama Iwan. Sesekali mereka tertawa lepas tak ada kekakuan seperti halnya persaingan ketat model bus Laksana Legaacy SR-2 XHD/HD Prime dan Jetbus 3++ di lapangan.

Hal yang sama juga terjadi antara Karoseri Laksana dengan Karoseri Tentrem. Tanpa canggung Iwan Armand dan Tatang Wahyudi dari Karoseri Tentrem tertawa lepas saat bertemu di penghujung pameran. Menurut Tatang, sebagai pendatang baru, mereka ingin mendapat masukan baik dari masyarakat umum, perusahaan bus maupun sesame pelaku usaha karoseri. “Ini pertama kali kami ikut pameran, akhirnya saya bisa mempelajari apa saja yang bisa dilihat selama kami berpameran,” kata dia.

Semangat untuk bersaing dan membawa level kualitas masing-masing produk kearah yang lebih baik juga mereka tunjukkan. Karoseri Adiputro bersama-sama melangkah untuk ikut meramaikan produk bus Indonesia di pasar luar negeri. Pada 24 Oktober mendatang, mereka akan tampil di Pameran Trade Indonesia yang diorganisir Kementerian Perdagangan. Pada tahun 2014 Karoseri Laksana sudah ikut menjadi peserta, saat itu Karoseri Adiputro belum memanfaatkan kesempatan ikut serta. “Kami ikut Pameran Trade Indonesiaa nanti 24 sampai 28 Oktober di ICE BSD. Pameran ini adalah pameran seluruh produk unggulan Indonesia,” kata David Jethrokusumo pekan lalu.

Menurut David, pameran ini cukup menarik. Ada sesi khusus untuk pembeli dari luar negeri yang diajak oleh atase perdagangan dari berbagai negara dunia. Dia mengungkapkan langkah ini memungkinkan produk unggulan Indonesia bisa dipromosikan. Bersama dengan Karoseri Laksana, Karoseri Adiputro juga ingin menembus pasar dunia. 

Sementara itu, dalam negeri sendiri, jika rencana pemerintah berjalan mulus, di ada 4.000-an Km yang menjadi target pembangunan jalan. Masih ada target lagi untuk tahap-tahapan selanjutnya. Saat ini saja Merak hingga Pandaan sudah nyaris terhubung dengan jalan Tol. Masih ada pula proyek jalan Tol yang sudah dikerjakan di Sumatera, dengan target jangka panjang bisa menghubungkan Banda Aceh hingga Bakauheni. Di Selatan Jawa, pembangunan jalan Tol Bandung-Cilacap-Yogya-Solo juga akan segera dimulai.

Ketika semua itu terwujud, seperti halnya yang terjadi di China, perusahaan pembuat bus akan berlomba-lomba meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum. Sebagai gambaran, satu pabrikan bus di China bisa memproduksi bus di atas 50 ribu unit setahun. Di belahan dunia lain, India bisa memproduksi 25 – 35 ribu unit bus dalam setahun. Indonesia kini juga sudah dilirik beberapa pabrikan bus dengan perkembangan infrastruktur yang cepat. Sebagian besar pelaku pabrikan kendaraan yakin, dengan populasi lebih dari 250 juta penduduk, mobilitas orang dan barang di negeri ini, potensi permintaan kendaraan akan meningkat seiring pembangunan infrastruktur jalan. (naskah : mai/foto : mai/istimewa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013