Jumat, 16 November 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ MULAI KUKUHKAN STRATEGI LEWAT DEALER
 
17 Oktober 2018


(Jakarta – haltebus.com) Peresmian dealer PT. Panji Rama Otomotif Motor (Pro Motor) untuk kendaraan komersial Mercedes-Benz menjadi titik awal langkah PT. Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI). CEO PT. DCVI Indonesia, Markus Villiner menyebutkan, dengan adanya dealer khusus kendaraan komersial Mercedes-Benz, independensi PT. DCVI lebih terlihat. “Peresmian ini menjadi pencapaian awal untuk kendaraan bus dan Axor Mercedes-Benz di Indonesia,” kata dia di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (11/10/18).

Markus mengungkapkan, pasar kendaraan komersial di Indonesia sangat menjanjikan. Dia menjelaskan, Indonesia menjadi negara yang mencatatkan penjualan tertinggi kedua untuk kendaraan niaga Mercedes-Benz secara Global. Menurut dia, ada peningkatan yang signifikan sejak PT. DCVI diumumkan sebagai perusahaan tersendiri yang bertanggungjawab atas penjualan kendaraan niaga Mercedes-Benz.

Dalam rekor tertinggi penjualan kendaraan niaga Mercedes-Benz, lanjut Markus, adalah 40 ribu unit dalam kurun waktu empat bulan. “Anda bisa bayangkan, kami menjual 10 ribu unit per bulan,” katanya mantap.



Sayangnya Markus menolak memerinci lebih jauh capaian itu, termasuk saat haltebus.com menanyakan target Mercedes-Benz untuk tahun 2018. “Sebaiknya kita tidak membicarakan target ya,” ujarnya menutup jawabannya.

Apa yang diungkapkan Markus sebetulnya jarang terjadi sejak Mercedes-Benz tidak lagi mau membuka hasil penjualan untuk semua jenis kendaraan beberapa tahun ini. Juni lalu, saat meluncurkan tipe terbaru Axor, Markus pun merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Dia menyebutkan ada kenaikan permintaan kendaraan niaga hingga dua kali lipat di beberapa bulan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Markus hanya mau menjelaskan strateginya meraih pasar di Indonesia. dia menjelaskan, Mercedes-Benz melalui PT. DCVI secara perlahan akan mulai menerapkan standard baru untuk dealer kendaraan niaga. Dealer Pro Motor menjadi contoh standarisasi dealer untuk kendaraan komersial. “Dealer Pro Motor sudah menerapkan standar Mercedes-Benz yang berlaku global, untuk melayani pelanggan,” ujarnya.

Apa saja yang ada dalam dealer yang disebut standar itu? Ada ruang perawatan, ruang perbaikan, ruang tunggu pengemudi, gudang, serta mekanik terlatih yang siap bertugas melayani pelanggan di luar bengkel. Direktur Utama PT. Panji Rama Otomotif Motor, Jongkie D. Sugiarto menjelaskan, yang paling dibutuhkan oleh pelanggan kendaraan komersial adalah kesiapan dealer dalam melayani mereka. “Ketersediaan suku cadang dan mekanik sangat penting untuk mengurangi down-time (waktu tunggu) kendaraan mereka. Karakteristik kendaraan niaga ini kan untuk mencari uang, jadi tidak boleh berlama-lama diam,” katanya.

Sebelumnya, dealer untuk kendaraan niaga bercampur dengan dealer kendaraan penumpang Mercedes-Benz. Perawatan di bengkel dealer juga di areal yang kebanyakan juga bercampur dengan perawatan kendaraan. Sementara untuk suku cadang seringkali menunggu ketersediaan di gudang Mercedes-Benz Indonesia. pemisahan ini ikut memangkas birokrasi administrasi sebab hanya ada satu penanggungjawabnya yakni PT. DCVI. Sebelumnya penjualan kendaraan niaga, perawatan dan layanan pelanggannya masih bergabung dengan PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI). Sejak November 2017, PT. MBDI hanya yang bertanggungjawab pada penjualan dan layanan purna jual kendaraan penumpang.



Menurut Jongkie, pihaknya tak ragu untuk menginvestasikan modalnya membangun dealer khusus kendaraan niaga Mercedes-Benz. Peluangnya cukup menjanjikan. Dia menambahkan, keberadaan workshop itu sebagai bagian strategi untuk mengambil kepercayaan pelanggan. Kesiapan dealer untuk melayani pelanggan, kata dia, harus ditunjukkan dengan fasilitas yang dimilikinya.

Jongkie mengakui, pihaknya tidak mungkin melayani kendaraan niaga milik pelanggan seperti yang dilakukannya pada mobil Mercedes-Benz. Menurut dia, setiap pelanggan kebanyakan sudah memiliki workshop dan mekanik sendiri. Hanya saja, kata dia, pihaknya harus siap juga melakukan perawatan ringan baik di workshop mereka maupun mengirimkan mekanik ke pelanggan. Selain itu, untuk perbaikan yang bersifat berat, lanjut dia, workshop dealer harus siap. “Kami siapkan gudang suku cadang untuk mendukung kebutuhan pelanggan. Saya sudah sampaikan soal ini sejak lama ke Mercedes-Benz, dan sekarang suku cadang itu sudah ada di kami,” katanya.

Antusiasme pengusaha bus dan truk terlihat saat peresmian dealer Pro Motor. Mereka datang dari berbagai kota di Sumatera dan Jawa. Sebagian besar adalah pelanggan PT. Citrakarya Pranata, Bandung. Kebetulan, meski dengan manajemen berbeda, PT. Citrakarya Pranata masih satu kepemilikan dengan PT. Pro Motor. “Pro Motor akan mencakup wilayah kerja Jabodetabek hingga Serang, sedangkan Citrakarya Pranata menangani Jawa Barat. Sebab apa? Jawa Barat itu luas lho,” ujar Jongkie. (nakah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013