Jumat, 16 November 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
INDONESIA GENJOT EKSPOR, DUA KAROSERI BUS SAMBUT DENGAN ANTUSIAS
 
27 Oktober 2018


(Jakarta – haltebus.com) Kementerian Perdagangan menggelar Pameran Trade Expo Indonesia, 24 – 28 Oktober 2018 di International Convention Exhibition, Serpong, Tangerang Selatan. Pameran yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo itu dihadiri sejumlah undangan dari luar negeri baik pedagang maupun pembeli yang siap membeli produk-produk Indonesia. Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo optimistis tren neraca perdagangan akan terus membaik.

“Alhamdulillah, di bulan September kemarin ada titik terang. Neraca perdagangan kita mulai surplus USD 227 juta. Masih kecil, tapi sudah surplus. Kita harapkan nanti di Oktober dan November juga, (sehingga) menjadi tradisi setiap bulan itu surplus sehingga tahunannya surplus,” ujar Presiden menjelaskan keyakinannya dalam sambutan pembukaannya, Rabu (24/10/18).

Presiden Joko mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia harus terus kita perbaiki dengan cara meningkatkan ekspor. Dia menegaskan, nilai ekspor harus lebih besar dari impor. Sekarang ini, kata dia, impor masih lebih besar daripada ekspor sehingga membuat neraca perdagangan defisit terus. Karena itu, dia menyatakan, pemerintah terus mengupayakan dan mendorong agar nilai ekspor bisa terus meningkat.



Dia mengajak pengusaha Indonesia untuk terus memperlebar dan lebih aktif dalam penetrasi, khususnya untuk pasar-pasar non-tradisional. “Saya ingin duta besar, ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) dan Konjen (Konsulat Jenderal) semua bekerja keras untuk pasar-pasar non-tradisional kita. Asia Selatan, Rusia, Timur Tengah, Afrika, Turki, Pakistan, dan pasar ASEAN sendiri. Ini peluang besar yang tidak pernah kita urus bertahun-tahun," kata Joko Widodo menegaskan upayanya.

Dalam kesempatan itu, Joko Widodo juga tak mengabaikan adanya perubahan yang tengah terjadi dengan perdagangan global. Namun, dia tetap yakin ada peluang yang bisa dimanfaatkan. Dia mencontohkan, pengusaha Indonesia bisa memanfaatkan celah pasar yang banyak ditinggalkan. “Gunakan peluang-peluang ini untuk masuk ke pasar-pasar yang ditinggalkan oleh yang baru berperang. Ini kesempatan, ini adalah peluang, yang bisa dan harus bisa kita pergunakan sebaik mungkin,” katanya.

Menurut Joko Widodo, ada tren positif ekspor Indonesia untuk komoditas non-migas yang mengalami kenaikan dalam rentang Januari – September 2018. Kenaikan sebesar USD 122,31 miliar atau meningkat sebesar 9,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dia menyatakan, momentum yang baik ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Dua karoseri yang tengah naik daun di Indonesia, menyambut antusias untuk ikut dalam ajakan Presiden Joko Widodo meningkatkan Ekspor. Sementara Presiden Joko Widodo sendiri tak kalah antusiasnya dengan produk bus dari Indonesia. Dia pun mampir dan masuk ke dalam bus Karoseri Laksana. Untuk kedua kalinya, di tahun 2018 ini, Presiden masuk ke dalam bus yang dipamerkan. Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Arlinda yang mendampingi menjelaskan produk Karoseri Laksana sudah diminati di Bangldesh. Dia kembali menyebutkan adanya pesanan 1.034 unit bus dari negeri di Asia Selatan itu.



Selain Laksana ada Karoseri Adiputro yang juga ibut berpameran. Masing-masing karoseri menggelar dua unit produk mereka. Antusiasme ditunjukkan dengan cara yang berbeda. Karoseri Laksana misalnya, memajang dua unit busnya secara terpisah. Satu unit diletakkan di bagian tengah areal pameran, dan satu lainnya di tempatkan di jalur yang tak jauh dari pintu masuk. “Di hari pertama pameran ramai buyer dan relasi kami. Hari kedua ini gak begitu banyak karena mereka ada beberapa meeting dengan mitra di Indonesia juga,” kata Brand & Marketing Communication Manager Karoseri Laksana, Candra Dewi.

Sementara Karoseri Adiputro membawa beberapa staf penjualan dan pimpinan mereka pun terlihat hadir untuk mengetahui situasi selama pameran. Ada David Jethrokusomo dan Jesse Jethrokusumo yang bertanggung jawab untuk penjualan serta Erick Jethrokusumo yang menangani operasional di Jakarta. “Beberapa tamu yang dating ke booth tadi dan kemarin lumayan juga. Ada dari Afrika, Timur Tengah. Dari Suriah tadi datang rombongan,” kata David.



David terlihat serius mengamati setiap tamu yang menghampiri booth Karoseri Adiputro. Dia berbagi tugas dengan Jesse melayani setiap pertanyaan. Dari pengamatan haltebus.com, beberapa pengunjung yang mampir selalu menanyakan hal detil terkait spesifikasi bus. Kebetulan ada bus besar Jetbus 3+ dan Jumbo Medium yang dibawa dari Malang.



Menurut Jesse, apa yang dipamerkan ini masih dalam bentuk spesifikasi standard Karoseri Adiputro. Ada beberapa opsi baik interior maupun eksterior yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan regulasi di negara tujuan. “Ada beberapa item yang customized (bisa disesuaikan dengan permintaan), kami juga siap menyesuaikan produk yang sesuai dengan regulasi Negara anda,” kata Jesse saat menjelasakan produknya pada pengunjung asal India.

Beberapa pengunjung dari India terlihat serius mengamati interior dan ekserior bus Jetbus 3+. Begitu juga dengan beberapa atase perdagangan Indonesia di luar negeri yang mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo mencari pembeli di luar negeri. “Wah interiornya bagus. Ini mantap,” kata seorang atase saat masuk ke dalam bus.



Duta Besar RI untuk Timor-Timur, Sahat Sitorus juga terlihat bersemangat saat melintas di depan Karoseri Laksana. Dia sengaja berhenti dan mengambil kartu nama yang dipasang di meja tamu. Dia mengaku tertarik menggunakan bus sedang seperti yang dipamerkan Karoseri Laksana. “Kami mau buka lagi bus rute Kupang – Dili. Saya lihat bus ini cocok. Bagus sekali modelnya,” ujarnya.

David Jethrokusomo yang mengaku baru pertama kali ikut pameran perdagangan yang diadakan pemerintah terlihat bersemangat. Dia mengarahkan stafnya untuk memastikan pertemuan-pertemuan dengan delegasi perdagangan dari Negara-negara tamu. Selain pameran dagang, memang ada beberapa pertemuan yang digelar untuk lebih mendekatkan antara produsen Indonesia dengan peminatnya di luar negeri. Salah satu tamu yang penting dalam rangkaian pamerang perdagangan ini adalah Wakil Presiden Panama, Isabel De Saint Malo De Alvarado. Jadi, selain urusan perdagangan, Pameran Trade Expo Indonesia juga bagian dari diplomasi Indonesia. (naskah : mai/foto : Biro Pers-Setpres)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013