Jumat, 16 November 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO LANJUTKAN KOMPETISI UJI KEMAMPUAN PENGEMUDI BUS
 
19 Oktober 2018


(Jakarta – haltebus.com) PT Hino Motors Sales Indonesia menggelar kompetisi pengemudi kendaraan Hino di Jawa Timur. Kali ini, mereka menggelar kompetisi untuk pengemudi bus. Kompetisi di Jawa Timur adalah bagian dari rangkaian kompetisi yang digelar PT. HMSI di berbagai kota di Indonesia. “Hino Safety Driving Competition merupakan bagian dari kampanye Hino yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Direktur Penjualan dan Promosi PT. HMSI, Santiko Wardoyo, di Surabaya dalam rilis yang diterima haltebus.com, Kamis (18/10/18).

Tahun lalu, PT. HMSI menggelar kompetisi pengemudi untuk truk, dan tahun ini Hino menggelar kompetisi pemgemudi untuk pengemudi bus. Jawa Timur dinilai Hino masih menjadi salah daerah yang mengandalkan bus sebagai moda transportasi yang yang banyak digunakan oleh masyarakat. Tidak heran jika Jawa Timur juga menjadi salah satu daerah yang memiliki populasi bus Hino cukup banyak. Di wilayah itu, ada banyak perusahaan bus yang memiliki armada bus berbasis Hino baik Hino AK bermesin depan maupun Hino RK8J dan Hino RN 285 bermesin belakang. Hino memandang penting aspek keselamatan untuk transportasi bus di Jawa Timur.

Menurut Santiko, PT. HMSI ingin mewujudkan komitmen menghadirkan kendaraan Hino yang aman sebagai bagian dari konsep Total Support. Hino Indonesia bersama seluruh dealer, memiliki program untuk meningkatkan keselamatan baik pengemudi maupun untuk penumpangnya. Hino menilai, untuk dapat mengemudikan bus diperlukan kemampuan mengemudi yang tinggi agar penumpang bisa merasa aman, nyaman dan selamat sampai di tujuan.

Surabaya menjadi kota ke-19 dalam rangkaian Hino Safety Driving Competition yang digelar di Surabaya, 16-18 Oktober 2018 itu. “Hino terus berupaya mewujudkan komitmennya dalam hal keamanan berkendara melalui teknologi kendaraan terdepan serta kampanye keselamatan untuk mengurangi resiko dan tingkat kecelakaan,” kata Santiko lagi.

Dalam kompetisi itu ada enam pengemudi yang mendapat penghargaan untuk dua ketegori. Ada kategori eco driving yang dimenangkan oleh Agus Setiawan dari PO. Milano Trans. Eko Nur Cahyono dari PO. Harapan Jaya menempati urutan kedua dan  Agus Pujianto dari PO. Indonesia/Jaya Utama menempati urutan ketiga.

Sementara dikategori uji kemampuan kendaraan (skill test) pemenang pertama diraih Agung Dwi Prabawa dari PO. Thalita Bersaudara, di tempat kedua Abdur Rochman Aziz dari PO Akas Green. Sementara di urutan ketiga ada Achmad Wahyudi dari PT. Inspired Sinar Abadi yang dikenal dengan PO. 27Trans.

Program Hino Safety Driving Competition untuk pengemudi sebelumnya juga digelar di Yogyakarta dan Semarang. Kemampuan apa saja yang perlu dimiliki oleh pengemudi bus menjadi aspek yang dinilai dalam kompetisi ini. Ada aspek pengecekan rutin maupun saat persiapan keberangkatan hingga seorang pengemudi menjalakan tugasnya dibalik kemudi.

Dipandu oleh dealer PT. Catur Kokoh Mobil Nasional, kompetisi dibari dalam dua tahap. Tahapan pertama tes tertulis terkait keselamatan/keamanan berkendara dan peraturan lalu-lintas yang berlaku di Indonesia. Keselamatan berkendara yang dinilai antara lain daily inspection, proper driving, economical driving, safety driving dan tak ketinggalan tanda rambu-rambu lalu lintas. Di tahap ini ada 60 pengemudi yang ikut dalam kompetisi yang berasal dari pelanggan Hino di Jawa Timur.

Di tahapan selanjutnya, dari hasil tes pertama dipilih 10 pengemudi mengikuti tes kemampuan mengemudi di lapangan. Pada tes ini ada dua kemampuan yang dinilai. Ada tes jalan di Tol Tambak Sumur - Tol Juanda 1 untuk menguji kemampuan eco driving test. Setiap peserta akan dinilai kemampuan dalam teknik mengemudi bus yang ekonomis, agar bus jadi lebih hemat dalam konsumsi bahan bakar. Dalam kesempatan yang sama pengemudi bus juga diuji mengenai kecakapannya mengemudi. Bagaimana peserta mengemudikan kendaraan dengan tepat dan benar sesuai petunjuk teknis dari pabrikan Hino.

Masih di tahapan kedua, peserta juga dinilai kemampuan mengemudikan bus yang aman. Sejauh mana peserta mengemudikan bus dengan memperhatikan ketentuan dan rambu di jalan raya untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Menurut Santiko, banyak kecelakaan disebabkan oleh faktor kelalaian pengendara yang abai terhadap kesiapan armada. Selain itu, seperti sering disampaikan pihak kepolisian, kecelakaan juga terjadi karena kelalaian pengendara dalam mematuhi rambu lalu lintas.

Di hari ketiga, peserta menjalani tes yang lebih spesifik tentang kemampuan penguasaan kendaraan. Ada tes inspeksi kendaraan dan juga tes kemampuan memarkirkan kendaraan. Area showroom dealer Hino CKMN Surabaya dipilih sebagai tempat uji kemampuan yang menuntut ketelitian dan ketepatan penguasaan kendaraan, baik pengenalan secara fisik maupun saat mengendalikannya. (naskah : mai/foto : Hino Indonesia)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013