Jumat, 16 November 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KEMENHUB AJAK MASYARAKAT TANYAKAN KELENGKAPAN BUS YANG DISEWA
 
29 Oktober 2018


(Jakarta – haltebus.com) Masyarakat harus memberanikan diri untuk meminta kejelasan layanan bus pariwisata. Menurut Direktur Bina Keselamatan, Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan perusahaan bus maupun awak bus yang tidak layak menjalankan bus. Keselamatan perjalanan, kata dia, harus menjadi tanggungjawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Sebagai penyewa anda punya hak untuk menanyakan SIM pengemudi, anda juga punya hak untuk menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan seperti Uji KIR dan sebagainya, demi menjamin keselamatan perjalanan. Jika ada penyewa dan membawa rombongan dalam jumlah banyak, anda juga ikut bertanggungjawab atas keselamatan rombongan,” ujar Risal, di sela-sela peringatan HUT ke-2 Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI) di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (23/10/18).

Risal mengungkapkan, Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan perangkat Sistem Manajemen Keselamatan untuk moda angkutan bus. Di setiap operator, ada sistem yang standar yang menjamin keselamatan. Dia tidak mengungkapkan secara rinci sistem yang dimaksud, namun dia memberikan satu petunjuk, di setiap perusahaan bus harus ada penanggungjawab masalah keselamatan.



“Kami berharap ada manajer penanggungjawab keselamatan nantinya, sementara belum ada bisa dirangkap oleh Kepala Operasional. Yang penting harus ada sistem keselamatan dan penggungjawabnya,” kata dia.

Dalam banyak kejadian, menurut Risal, bus wisata lebih menonjol sebagai angkutan bus yang terlibat kecelakaan. Selama 2018 saja sudah 40 lebih nyawa melayang hanya dalam dua kejadian. Risal menjelaskan, banyak faktor yang berpengaruh terhadap minimnya keselamatan angkutan bus, khususnya bus wisata. Dia mencontohkan, ada kejadian karena kendaraan tidak layak jalan, ada pula kejadian pengemudinya baru bisa mengemudikan bus, ada juga ditemukan karena pengemudi kurang beristirahat.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak hanya menyewa bus dari sisi murahnya saja, tetapi harus diperhatikan juga aspek keselamatan. Risal mengatakan, tidak jarang untuk perjalanan panjang seperti ziarah, pengemudi hanya ada satu. “Kesadaran keselamatan itu harus kita bangun bersama,” kata dia.

Karena itu, Risal mengaku senang bisa berkomunikasi dengan PTWI sebagai salah satu wadah organisasi yang menaungi perusahaan bus pariwisata. Dia berharap, komunikasi yang terjalin ini bisa membangun persepsi bersama terhadap keselamatan bus wisata sehingga keselamatan angkutan bus bisa meluas di antara perusahaan bus yang ada.

Ketua PTWI, Yuli Sayuti menyambut baik ajakan Kemenhub ini. Menurut dia, sebagai organisasi baru, pihaknya membuka diri untuk mengembangkan organisasinya. Perusahaan-perusahaan bus yang bergabung dalam PTWI, lanjut dia, adalah perusahaan baru yang sebagian besar dipimpin oleh anak-anak muda yang progresif. “Saya yakin dengan semangat muda dari anggota PTWI untuk maju bersama, demi angkutan bus wisata yang lebih baik. kami siap mendukung semua program pemerintah untuk kemajuan bersama,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Operasional PT. Multi Metro Transportasi, Tjahjo Wibowo mengungkapkan, sejak tahun 2016 pihaknya sudah berkomitmen untuk mengedepankan keselamatan. Dia menyatakan, dalam standar operasional PO. Manhattan yang dipimpinnya sudah ada ketentuan keselamatan. “Kami memberlakukan sistem dengan dua pengemudi untuk perjalanan jauh. Minimal yang terdekat untuk satu pengemudi hanya Cirebon, Bandung dan Serang,” katanya mantap.

Wibowo memang menangani langsung mulai teknis kendaraan hingga operasionalnya. Spesifikasi kendaraan yang akan dioperasikan PO. Manhattan dan perawatannya juga menjadi tanggungjawabnya. Di PTWI ada kegiatan saling berkunjung antar anggota untuk berbagi informasi dan mempererat komunikasi. Dalam kesempatan itu, informasi terkait perawatan dan operasional, biasanya sangat menjadi perhatian anggota PTWI.

Ketua DPP Organda Bidang Angkutan Penumpang, Kurnia Lesani Adnan menambahkan, keberadaan PTWI menjadi terobosan baru bagi pengusaha angkutan bus. Menurut dia, adanya perkumpulan ini bisa mempercepat proses penyebaran informasi terkait keselamatan. Minimal dari sisi pengusaha, kata dia, ada komitmen untuk berkembang dan maju bersama.



Di sisi lain, lanjut dia, masyarakat juga harus ikut mendorong kesadaran keselamatan. Misalnya, kata pria yang akrab disapa Sani, jangan hanya mementingkan sewa bus dari sisi harga semata. “Kebanyakan orang menyewa cari yang murah. Ada harga ada rupa. Kalau mau menyewa bus, harusnya dilihat lagi kok murah ya? Kira-kira aman gak ya? Busnya diuji KIR gak ya? Sudah punya standar keselamatan gak ya? Itu yang harus diutamakan,” ujar Sani. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013