Sabtu, 15 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
JADI PELOPOR, FLIXBUS OPERASIKAN BUS LISTRIK ANTAR KOTA
 
18 November 2018


(Jakarta – haltebus.com) FlixBus meluncurkan bus listrik antar kota kedua mereka setelah sukses meluncurkan bus listrik pertama mereka di Perancis. Bus dengan tenaga listrik sepenuhnya itu, kali ini diluncurkan di Jerman untuk jarak lebih dari 100 Km. “Kami ingin membantu membentuk mobilitas masa depan. Meskipun kami membeli e-bus (bus listrik) yang jelas lebih mahal, kami yakin ini akan menjadi investasi yang sepadan dalam jangka panjang, untuk perusahaan kami untuk pelanggan dan juga untuk lingkungan” kata pendiri sekaligus CEO FlixBus André Schwämmlein, dalam rilisnya Jumat (26/10/18).

Sebelumnya April lalu di Perancis, FlixBus menggandeng Yutong untuk mengoperasikan bus dengan rute dari Paris ke Amiens (Somme). Jarak rute ini adalah 170 kilometer. Kini, mulai 25 Oktober 2018 mereka meluncurkan bus listrik BYD dengan rute Frankfurt and Mannheim di Jerman. Kebetulan, pendiri FlixBus, sebuah perusahaan yang berhasil mengelola transportasi bus di Eropa dan tahun ini juga mulai merambah Amerika Serikat itu, berasal dari Jerman.

FlixBus menyebut bus listrik itu dengan sebutan Flix-E-Bus. Mereka menamakan program ini sebagai investasi masa depan menuju e-mobility. Bus yang beroperasi di Jerman sepenuhnya 100 persen digerakkan energi yang bersih dan ramah untuk lingkungan. Ketersedian energi untuk mengoperasikan bus disiapkan oleh Greenpeace Energy. “Sebagai sebuah perusahaan provider, kami menunjukkan bahwa ini menjadi titik balik potensial dalam (konsep baru) mobilitas,” kata Schwämmlein.

Flix-E-Bus akan beroperasi dua kali pergi-pulang dalam sehari. Dalam perjalanan dari Frankfurt ke Mainnheim, bus akan berhenti di Frankfurt Airport dan Heidelberg. Bus akan diisi daya listriknya satu atau dua kali setiap hari dan saat malam, stasiun pengisian batere ini ditempatkan di Mannheim Central Bus Station (ZOB) atau stasiun pengisian temporer di Frankfurt. Setiap stasiun pengisian daya bisa menghasilkan 80 kilowatt.

Rute yang dilayani sepanjang 115 Km dan bus listrik BYD C9 bisa melayani hingga 320 Km, dengan kapasitas angkut 40 penumpang. Greenpeace Energy akan menyuplai listrik dari energi terbarukan sebesar 40 kW di setiap satu stasiun pengisiannya. Untuk mendukung program ini, FlixBus juga tengah menyusun kerjasama dengan organisasi yang bergerak pada masalah udara yang bersih. Diharapkan mereka bisa mendukung program FlixBus CO2 Neutral Ticket. Program yang memperbolehkan penumpang untuk milih armada bus yang tidak menghasilkan emisi gas buang. Program itu direncakan akan berlaku secara global di seluruh layanan FlixBus.

FlixBus berterima kasih atas kerjasama Greenpeace Energy untuk mewujudkan bus listrik antar kota ini. Armada bus yang mereka operasikan didukung tenaga listrik yang bersih dari gas buang. FlixBus menyebut, dengan pengoperasian bus listrik sedikitnya 82 ton CO2 yang dihasilkan emisi pada mesin berbahan bakar fosil bisa dieliminir di tahun pertama pengoperasiannya.

Pimpinan Greenpeace Energy, Sönke Tangermann mengungkapkan, tujuan utama lembaganya adalah meyakinkan banyak orang untuk beralih ke transportasi publik. Menurut dia, Greenpeace Energy menilai tidak cukup hanya membuat mobil dengan motor listrik, tetapi juga harus diperbanyak aktivitas berbagi kendaraan maupun sepeda. “Untuk kendaraan yang ramah terhadap lingkungan, harusnya dihasilkan dari listrik yang bersih. Kami tidak ingin hanya beralih dari masalah teknologi semata, tetapi juga cara berpikir orang tentang mobilitas,” ujar Tangermann.

Misi FlixBus untuk transportasi masa depan, menurut Schwämmlein, mereka ingin menciptakan tren baru transportasi. Mereka menghadirkan kemudahan masyarakat menjangkau transportasi massal dan memulai tren baru transportasi umum. FlixBus menghadirkan pilihan untuk masyarakat bepergian dengan cara yang nyaman. “Kami memiliki dua pilihan membangun tren dalam kerangka transportasi : Orang menjadi lebih (akrab) dengan mobilitas dalam satu tangan, juga mereka bisa memahami konsekuensi (positif) jika mereka mengemudikan mobil sendiri bisa menimbulkan dampak bagi lingkungan,” ujar Schwämmlein.

Tak hanya sebatas bus, FlixBus, yang juga salah satu start-up asal Munich ini mempeluas jangkauan untuk mobilitas masyarakat. FlixBus menyerahkan sebagian besar operasional untuk rute-rute yang dilayani dengan cara outsource. Tidak hanya bus, FlixBus juga mengoperasikan kereta. Jaringan kereta listrik yang disebut FlixTrain sudah melayani Hamburg dan Cologne, seperti halnya rute Berlin ke Stuttgart yang sudah beroperasi terlebih dahulu. Kedua rute itu beroperasi di tahun 2018 ini. Tahun depan, mereka siap bekerja sama dengan Greenpeace secara ekskusif memasok kebutuhan listrik untuk FlixTrain. (naskah : mai/foto : dok.FlixBus)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013