Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SAMBUT EURO 4, HINO PERKUAT LINI DEPAN
 
22 November 2018


(Jakarta – haltebus.com) Hino Indonesia mulai bersiap menyambut era industri otomotif di Indonesia yang memasuki standard emisi gas buang Euro 4. PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mulai meningkatkan pelatihan ujung tombak penjualan mereka di 144 dealer di seluruh negeri ini. Selama dua hari, 14-15 November lalu, PT. HMSI menggelar “Hino Indonesia bersiap menyambut era baru Euro 4, kami diminta pelanggan dan juga pemerintah untuk menyediakan produk andal. Kami siap untuk kehadiran Euro 4. Kami bersama dealer bertanggung jawab menyiapkan staf di garis terdepan kami,” kata Predent Director PT. HMSI, Hiroo Kayanoki, saat pembukaan Hino Customer Service Contest di Jatake, Tangerang, Banten, Rabu (14/11/18).

Menurut Kayanoki, ajang Hino Customer Service Contest tahun ini menjadi titik awal mereka dalam menyambut peralihan teknologi otomotif di Indonesia. Jika sebelumnya pemerintah menerapkan standar emisi gas buang pada produk otomotif, maka mulai 2021. Dia mengatakan, misi Hino di Indonesia adalah ingin berkontribusi untuk masa depan Indonesia yang lebih kaya dan lebih baik dengan membantu mobilitas masyarakat dan barang. Sebagai pembuat bus dan truk, lanjut dia, Hino bertanggungjawab atas keselamatan di jalan raya.

Karena itu, kata dia, Hino Indonesia ingin bersiap lebih awal menyambut era baru penerapan standard emisi gas buang Euro 4. Kayanoki menjelaskan, selain memberikan pembekalan untuk jajaran Hino, PT. HMSI juga memberikan pelatihan kepada pelanggan sebagai bagian dari filosofi Total Support. Dalam kesempatan itu, PT. HMSI menyerahkan sertifikat pelatihan mekanik secara simbolis kepada DAMRI, Perum PPD, PT. Perta Niaga



Di tempat yang sama, Director of Sales & Promotion PT. HMSI, Santiko Wardoyo mengungkapkan, pihaknya mulai bersiap menghadapi peralihan teknologi. Dia mengatakan, sudah ada studi internal untuk menyiapkn produk-produk bus dan truk yang sesuai dengan keinginan pemerintah dalam penerapan standard emisi gas buang Euro 4. “Kami sudah melakukan ujicoba-ujicoba, dan itu kami mengikuti standar bahan bakar yang sesuai (untuk emisi gas buang) Euro 4,” kata dia.

Santiko tidak mau memerinci peralihan teknologi yang tengah mereka persiapkan. Dia hanya menyebut, bahwa produk yang ada sekarang tidak akan banyak berubah. Rentang produk dan kebutuhan kendaraan niaga di Indonesia yang disediakan Hino selama ini akan tetap dipertahankan. Hanya saja, kata dia, ada beberapa perubahan terkait penyesuaian standar emisi gas buang Euro 4.

Dalam catatan haltebus.com, Hino Indonesia sangat mengandalkan mesin seri J08e, E13c dan J05e untuk kendaraan niaga seperti bus dan truk besar. Sementara untuk bus dan truk medium, mesin yang digunakan adalah mesin W04d. Jika merunut silsilah mesin yang disediakan Hino secara internasional, untuk varian J dan E sudah dirancang emisi gas buang yang rendah namun tetap memiliki performa yang tinggi.

Berdasarkan informasi yang diintip dari situs resmi Hino Global, pada mesin seri J dan E yang berstandar emisi gas buang Euro 4 dan 5 sudah dilengkapi Variable Nozzle Turbocharger (VNT). Selain itu ada pula sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR). Alat ini disebut Hino Global ikut menjaga pengaturan volume udara dan bahan bakar di ruang pembakaran sehingga menghasilkan penurunan kualitas gas buang seperti NOx (Nitrogen Oksida), CO2 (Karbondioksida) dan PM (Partilculate Matter) lebih baik. “Ada lah persiapan terkait teknis yang kami lakukan, sementara ini kita tunggu saja seperti apa nantinya,” begitu jawaban Santiko ketika ditanyakan detil rencana perubahan di dapur pacu produk Hino.

Hal yang sama juga disampaikan Senior Executive Officer After Sales PT. HMSI, Irwan Supriyono. Dia menolak menjelaskan tipe mesin dan komponen apa yang bisa ditambahkan untuk mengurangi emisi gas buang itu. “Sudahlah, urusan yang teknis kita tunggu saja. Saya gak mau bahas dulu sekarang,” katanya sambil tersenyum.


Irwan mengungkapkan, perhatian Hino Indonesia saat ini di tahap awal peralihan penerapan emisi gas buang Euro 4 ditujukan pada sumber daya manusianya. Menurut dia, seluruh jajaran yang terkait yang selalu berinteraksi dengan pelanggan harus memahami apa saja yang perlu diketahui seiring dengan standar gas buang Euro 4. Dia mengatakan, mereka menghindari tim yang menjadi ujung tombak terdepan bersama pelanggan tidak memiliki kemampuan menjelaskan produk Hino.

Di tengah persiapan itu, ada satu produk bus Hino yang sampai saat ini masih dalam tahap ujicoba di jalur operasional regular. Hino RM380, sejak dua tahun terakhir dioperasikan PO. Harapan Jaya, Tulungagung, Jawa Timur untuk uji operasional. Bus bermesin seri P yang tergolong baru untuk pasar Indonesia masih dalam tahap persiapan Hino Indonesia, untuk masuk ke pasar bus bertenaga di atas 300 HP. Mesin seri P banyak digunakan untuk produk Hino yang beredar di Malaysia. “Sementara kami masih melihat kemungkinan-kemungkinannya. Yang jelas, kami masih terus mengevaluasi dan menjajaki untuk mengisi pasar bus bertenaga besar. Ditunggu saja ya,” kata Santiko menutup penjelasannya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013