Sabtu, 15 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PT. KA INDONESIA SIAPKAN ANGKUTAN PENGUMPAN MENUJU WONOSOBO
 
26 November 2018


(Jakarta – haltebus.com) Mulai Jumat, (23/11/18) PT KA Indonesia meningkatkan layanan wisata dengan mengoperasikan kendaraan pengumpan khusus dari Stasiun KA Purwokerto. Kendaraan jenis mikrobus itu dioperasikan untuk salah satu kota tujuan wisata di Jawa Tengah, Wonosobo. Pelepasan perdana armada pengumpan ini dilakukan di Stasiun Purwokerto dihadiri oleh dua Direksi PT. KA Pariwisata yakni Direktur Utama Totok Suryono dan Direktur Operasi & Administrasi Sucipto Susilohadi.

PT. Keren Transindo Sejahtera (KTS), yang mengoperasikan angkutan penghubung, menjadi mitra PT. KA Indonesia Daerah Operasi V Adapun PT. KA Indonesia Daops V membawahi wilayah operasional Purwokerto hingga Kutoarjo. PT. KTS dengan label Satelqu, menyiapkan empat armada mikrobus yang memiliki jadwal tertentu disesuaikan dengan jam kedatangan kereta di Stasiun Purwokerto. Jam operasionalnya mulai tengah malam hingga menjelang malam. Setiap pemberangkatan dari Purwokerto maupun Wonosobo sudah terjadwal menyesuaikan jadwal kereta api yang datang dan berangkat dari Stasiun Purwokerto.

Dari jadwal yang disusun, mikrobus pengumpan akan memulai berangkat dari Stasiun Purwokerto pada pukul 01.00, berikutnya 03.30, 10.00, 13.30 dan 18.30. sedangkan dari Wonosobo mulai beroperasi pada 02.36, 05.50, 11.34, 18.09 dan 20.00. Estimasi waktu tempuh dalam kondisi lalu-lintas normal adalah tiga jam. Sementara, selama ujicoba tarif yang diberlakukan untuk rute terdekat adalah Rp. 50 ribu. Mikrobus pengumpan ini juga bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di Purbalingga dan Banjarnegara, yang masih dalam rute Purwokerto – Wonosobo yang mereka layani.

Peresmian ujicoba ini juga melibatkan pemerintah daerah setempat. Dalam peluncuran perdana itu, Kepada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani juga ikut hadir. Tumpeng yang dipotong oleh Kepala Daops V PT. KA Indonesia, Purwokerto, Nurul Huda Dwi Santoso diserahkan kepada Asis Kusumadani.

Direktur Utama PT. Keren Transindo Sejahtera, Florentina H. E. S kepada haltebus.com mengingatkan, pihaknya menyambut gembira kerjasama dengan PT. KA Pariwisata yang juga anak perusahaan PT. KA Indonesia. Menurut dia, sebagai pemain baru, Satelqu ingin memanfaatkan peluang yang bisa dimanfaatkan dengan kerjasama dengan berbagai pihak. Satelqu, lanjut dia, baru memulai merintis armada antar-jemput setahun terakhir.

Florentina menyebutkan, Satelqu memang menyasar pasar khusus penumpang ke beberapa kota tujuan wisata di Jawa Tengah. Sebelumnya, mereka menjadi armada pengumpan dari Bandara Adi Sucipto menuju Magelang dan Wonosobo. Jenis armada yang digunakan, mikrobus dan minibus ukuran besar. “Kami ingin mengambil ceruk penumpang wisata, yang memang tidak terlalu besar, tetapi kami yakin kami bisa raih,” kata Florentina.

Menurut Florentina, PT. KTS tidak memiliki modal yang besar untuk ikut bermain di angkutan pariwisata maupun angkutan regular bus besar seperti yang tengah tren saat ini. Dia mengungkapkan, pemilihan angkutan pengumpang untuk target wisatawan berjadwal sudah diperhitungkan, mengingat selama ini beberapa daerah wisata di Jawa Tengah masih belum memiliki akses transportasi yang baik. “DI Magelang, kami bekerja sama dengan beberapa desa wisata. Kebetulan kami mengambil rute Yogyakarta – Borobudur – Wonosobo melalui Salaman – Kepil tembus di Kretek, Wonosobo,” katanya menjelaskan.

Potensi penumpang angkutan umum khususnya wisatawan dalam negeri maupun mancanegara masih belum banyak tergarap di Indonesia. Selama ini banyak perusahaan bus terfokus pada penumpang pariwisata yang berangkat secara rombongan dalam jumlah besar. Sementara untuk wisatawan antara satu-dua orang hingga 10 orang yang ingin bepergian menikmati wisata alam di Indonesia harus berpikir panjang mempersiapkan perjalanannya.

Seiring dengan berkembangnya penjualan tiket maupun pemesanan penginapan melalui internet, tidak sedikit orang yang mengatur perjalanannya jauh-jauh hari. Mereka biasanya mencari rute, angkutan serta menyusun jadwal perjalanan, sebelum waktu keberangkatan yang ditentukan. Hal inilah yang membuat Florentina optimistis dengan rintisan angkutan mikrobusnya menuju daerah-daerah wisata. (naskah : mai/foto : instagram @kawisata, @satelqu)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013