Sabtu, 15 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PERUM DAMRI GENJOT TERUS PENDAPATAN
 
26 November 2018


(Jakarta – haltebus.com) Perum DAMRI mulai mengejar target pemerintah untuk mencetak pendapatan, disamping mengemban tugas pemerintah di daerah terpencil. Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N. Milatia Moemin, Senin (26/11/18) di sela-sela peringatan HUT ke-72 Perum DAMRI menjelaskan, pendapatan tahun ini diperkirakan naik tiga kali lipat dari tahun lalu. “Tahun lalu kami berhasil membukukan pendapatan Rp. 7 miliar, tahun ini kami optimistis bisa mendapat hingga Rp. 21 miliar,” katanya.

Menurut Milatia, selama 11 bulan memimpin Perum DAMRI, dia dan jajarannya melakukan berbagai pembenahan. Pendapatan Perum DAMRI, kata dia, meningkat karena adanya pembenahan dengan digitalisasi sistem untuk semua proses bisnis yang mereka jalani sehari-hari. Efesiensi yang dicapai, lanjut dia, bisa mengurangi pengeluaran secara signifikan.

Karena itu, Milatia optimistis, Perum DAMRI bisa mulai meningkatkan kinerjanya di tahun 2019 dengan sistem teknologi informasi yang merata di seluruh unit usahanya. Dalam kesempatan itu, Milatia mengungkapkan, Perum DAMRI juga mendapat sertifikasi ISO 9001-205 untuk penerapan sistem teknologi informasi dalam manajemen mereka.



Milatia juga mengungkapkan, ada beberapa perubahan budaya di dalam manajemen yang dipimpinnya. Mereka tak lagi menggunakan sapaan penumpang, melainkan pelanggan. Selain itu, seluruh jajaran Perum DAMRI disebutnya dengan sahabat DAMRI. Paradigma terhadap armada bus juga berubah, dari perbaikan menjadi perawatan. “Saya berharap sahabat DAMRI bisa bekerja sama dan menjaga soliditas untuk mencapai target memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir dalam HUT ke-72 Perum DAMRI mengapresiasi apa yang telah dilakukan jajaran perusahaan milik pemerintah itu. Di tengah-tengah kompetisi yang ketat di antara perusahaan angkutan darat, menurut dia, Perum DAMRI masih bisa meraih prestasi. “Presiden selalu berpesan kepada saya tentang konektivitas. Konektivitas yang seperti apa? Yakni konektivitas yang bisa dinikmati masyarakat. Saya melihat DAMRI melayani dengan baik di perbatasan. Perum DAMRI juga melayani di daerah-daerah terpencil,” kata Budi.

Budi menilai, perubahan dalam persaingan usaha sangat cepat. Perubahannya begitu cepatnya sehingga begitu yang baru muncul, yang lain bisa cepat tergeser. Sebagai mitra Kementerian Perhubungan, Perum DAMRI menjadi mitra penting dalam menciptakan konektivitas. Dia berharap, sahabat-sahabat Perum DAMRI bisa mengejar kompetisi dengan perusahaan swasta.

Setidaknya, lanjut dia, Perum DAMRI memiliki wilayah kerja yang luas, sehingga bisa melakukan pemetaan terhadap peluang-peluang inovasi yang bisa menghasilkan keuntungan. Dia mencontohkan, layanan antar moda di bandara menjadi salah satu sumber pendapatan yang bisa dijadikan acuan. Di tempat-tempat lain, menurut Budi, Perum DAMRI juga perlu memetakan peluang yang ada. “Dari Jakarta menuju Jawa Tengah, angkutan udara sudah banyak melayani. Tetapi saya yakin masih ada daerah-daerah yang masih memerlukan pelayanan angkutan darat. Marilah berikan yang terbaik. Harapan saya, Perum DAMRI bisa menjadi andalan Nusa dan Bangsa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Perum DAMRI memperkenalkan tiga unit bus baru dengan corak cat yang baru. Ketia unit bus yang dipamerkan akan beroperasi di Bandara dan Perbatasan. Bus-bus Mercedes-Benz masih menjadi andalan Perum DAMRI di rute-rute yang menghasilkan pendapatan.



Ada tiga kelas yang dipamerkan, bus berbodi Karoseri Morodadi Prima ditujukan untuk melayani kelas Eksekutif. Kapasitas di kelas ini hanya 28 tempat duduk dan tiga tempat duduk tambahan di bagian belakang. Jarak antar kursi cukup lega. Sementara bus lansiran Karoseri Laksana, yakni Legacy SR-2 HD Prime berkapasitas lebih banyak, yakni 32 kursi + 2 kursi (smoking room). Sementara untuk bus yang lebih kecil, yakni yang dibungkus bodi Karoseri Laksana model All New Tourista, kapasitasnya lebih banyak lagi, yakni 37 kursi dengan satu keranjang tas di abgian depan kabin penumpang.








Milatia berharap, layanan-layanan Perum DAMRI dari berbagai unit usaha bisa meningkatkan performa target yang ditetapkan tahun depan. Dia juga berharap proses digitalisasi di internal manajemen dapat menaikkan performa manaemen serta menghasilkan kinerja yang maksimal. (naskah ; mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013