Sabtu, 15 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BPTJ AJAK PENGUSAHA BUS TRANSJABODETABEK LEBIH KREATIF
 
27 November 2018


(Jakarta – haltebus.com) Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terus menambah rute-rute bus dari pinggiran Jakarta menuju ke pusat-pusat perkantoran dan perniagaan di Jakarta. Hingga Selasa (27/11/18), Badan yang bertanggungjawab mengelola transportasi di seputar Jakarta ini sudah merilis 507 unit bus.

“Kami membuka peluang untuk kemudahan pengusaha bus membuka rute-rute Transjabodetabek. Saya berharap pengusaha-pengusaha juga inovatif untuk meng-create demand dari rute-rute yang sudah ada,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono dalam sambutan peluncuran 18 unit bus Transjabodetabek, Jabodetabek Residence (JR) Connection di Perumahan Grand Wisata, Bekasi.

Bambang menyebutkan, saat ini pihaknya tengah mengejar target pengeoperasian 1.000 unit bus hingga akhir tahun 2018 untuk menjamin konektivitas masyarakat di Jabodetabek. Khusus untuk 18 unit bus yang diresmikan untuk kawasan Tambun, menurut dia, dilakukan dalam rangka menyambut penerapan ganjil-genap di pintu Tol Tambun. Rencananya, pada 2 Desember 2018, BPTJ akan menerapkan pembatasan kendaraan ganjil-genap dari salah satu pintu tol yang menjadi salah satu akses untuk Kawasan Bekasi Selatan ini.



Pemerintah berharap pengusaha bus bisa ikut berpartisipasi untuk ikut mengurai kemacetan yang terjadi di seputar Jakarta, terutama yang saat ini sangat dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek. Pembangunan Jalan Tol Layang, pembangunan Light Rail Transit dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung berdampak pada kemacetan parah di beberapa titik di jalan tol Jakarta-Cikampek yang berimbas hingga ruas tol lainnya.

Menurut Bambang, layanan JR Connection harus bisa menarik penumpang yang sehari-hari beraktifitas di Jakarta dengan kendaraan pribadi. Dia berharap inovasi layanan yang dilakukan oleh pengusaha bus bisa berdampak signifikan pada daya angkut bus yang dioperasikan. Selain itu, Bambang juga mengajak pengembang perumahan dan pemerintah daerah setempat untuk ikut mendukung dengan menyediakan angkutan pengumpan baik dari perumahan maupun daerah di sekitarnya.

“Kita berdoa untuk Pak Teddy K. Rusly (PO. Sinar Jaya) dan pak Pande Putu Yasa (Perum PPD) agar diberi kekuatan untuk bisa meningkatkan pelayanan, kami dari BPTJ bertugas membuka peluang pasar. Kami juga terbuka dengan masukan-masukan sekiranya masih ada kendala di lapangan,” kata Bambang serius.

Sementara itu, Head of Estate Grand Wisata, PT. Sinarmas Land, Irwan Antonius Koagow menyatakan kerjasama pihaknya dengan PO. Sinar Jaya cukup baik. Menurut dia, sejak awal dipasarkan, perumahan Grand Wisata memang menawarkan kemudahan akses bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di Jakarta melalui Pintu Tol yang langsung menuju perumahan. “Kami sudah bekerja sama dengan PO. Sinar Jaya 10 tahun. Semoga kami bisa meningkatkan sarana yang bisa mendukung Transjabodetabek ini,” katanya.

Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa menjelaskan, pihaknya siap mendukung program BPTJ dalam memperluas jarring transportasi di seputar Jakarta. Tidak hanya untuk bus Transjabodetabek, namun juga kendaraan pengumpan mulai mikrobus hingga bus sedang. Menurut dia, unit-unit bisnis di Perum PPD siap mendukung kebutuhan yang terkait konektivitas sehingga bisa mempermudah akses masyarakat menuju Transjabodetabek.



“Kami siap mendukung dengan kebutuhan shuttle, hari ini kami juga melakukan finalisasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk pengoperasian bus tiga perempat. Kami juga bekerja sama dengan aplikasi Glad untuk mempermudah orang memesan tempat di bus sekaligus kendaraan antarannya,” kata dia mantap.

Menurut Putu, Perum PPD tidak hanya mengoperasikan bus Transjabodetabek baik dari perumahan maupun Bandara Soekarno-Hatta saja. Ada 494 unit bus Perum PPD yang beroperasi di Transjakarta. Karena itu, kata dia, saat ini boleh dibilang hanya Perum PPD yang menjadi perusahaan BUMD yang siap mendukung sepenuhnya program BPTJ.

Direktur PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, Rasidin Karyana mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan BPTJ menggandeng mereka dalam program Transjabodetabek ini. Dia berharap, partisipasi aktif PO. Sinar Jaya bisa mendukung program pemerintah menghadirkan angkutan umum yang aman dan nyaman dalam upaya mengurangi pengguna kendaraan pribadi.Kami bersyukur diberi kepercayaan untuk ikut mendorong masyarakat untuk naik angkutan umum. Sekedar informasi juga, kami pernah mengoperasikan shuttle ke Bekasi, tetapi karena satu dan lain hal berhenti beroperasi. Kami akan mengevaluasi lagi kemungkinan pengoperasiannya lagi,” ujarnya.









Dalam kesempatan itu, rute yang dilayani Transjabodetabek PO. Sinar Jaya dan Perum PPD cukup banyak. Untuk rute yang menuju ke tengah kota ada jurusan Blok M, Tanah Abang, Harmoni, Kuningan, Manggarai, Mangga Dua. Sementara ada juga rute lain menuju ke Kelapa Gading, Pondok Indah dan BSD City Serpong. Fasilitas standar Transjabodetabek sudah tersedia di dalam bus, seperti koneksi internet gratis, kursi yang bisa distel sandarannya, ada slot pengisi daya listrik untuk telepon seluler dan kapasitas bus hanya sesuai tempat duduk yakni hanya untuk 40 penumpang. Tarifnya tergolong murah, hanya Rp. 15 ribu rupiah untuk satu kali perjalanan. Tawaran yang menarik, jika dibandingkan harus mengemudikan kendaraan sendiri di tengah kemacetan.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013