Sabtu, 15 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MAU MENGINAP DI DALAM BUS? TUNGGU TANGGAL MAINNYA
 
29 November 2018


(Jakarta – haltebus.com) Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N. Milatia Moemin tengah menggenjot pendapatan yang bisa diperoleh oleh perusahaan pemerintah yang dipimpinnya. Memanfaatkan sumber daya yang ada, dia mengambil langkah yang termasuk sedikit diluar kebiasaan kalangan pengusaha bus pada umumnya. Apa itu? menyulap bus menjadi kamar yang nyaman dihuni oleh setiap orang yang mau menginap.

“Kami mencoba memanfaatkan apa yang kami punya. Kalau pemerintah menerapkan batas umur pakai bus, maka bus-bus yang kami miliki, kami manfaatkan sampai masa pakainya benar-benar habis,” kata Direktur Utama Perum Damri perempuan pertama sepanjang sejarah 72 tahun berdiri itu.

Dua unit bus yang dicopot mesinnya dipajang di halaman parkir Pool Perum DAMRI Cabang Kemayoran, saat peringatan HUT ke-72 Perum DAMRI, Senin (26/11/18). Satu bus sedang dan satu bus besar. Keduanya dicat dan dipasangi asesoris dengan warna putih dan biru yang cerah, menggambarkan nuansa pantai yang kental. Di setiap sisi kiri bus ada tenda lipat yang bisa menaungi penggunanya. Tampilannya tak kalah dengan campers bus yang mulai menjadi tren di Amerika Serikat. Bedanya hanya bus Perum DAMRI tidak bisa bergerak.


Di dalam kedua bus, interior yang dirancang tim Perum DAMRI tidak sama. Sesuai ukurannya, ada dua model ruangan yang disiapkan. Ruangan dalam bus sedang disulap menjadi sebuah kamar sederhana, tetapi modern. Milatia cukup menaruh perhatian dengan proyek kamar di dalam bus ini, sejak awal mula menjabat sebagai Direktur Utama awal tahun 2018 lalu.

Sentuhan seorang perempuan yang biasa kita lihat di dalam sebuah rumah, juga tergambar di dalam kedua bus. Interior bus sedang yang relative sempit dibuat mirip konsep studio seperti di apartemen. Di ruang depan, tepat di belakang kabin pengemudi di tempatkan sofa besar. Di sebelahnya, dibatasi dengan gang untuk lalu-lalang orang, ada tempat tidur tingkat, bisa digunakan dua orang dewasa. Sementara di bagian belakang bus ada kompartemen dapur dan juga meja makan mungil. Pintu belakang tetap dipertahankan untuk keluar-masuk.


Bentuk bus masih dipertahankan, untuk menciptakan sensasi keunikan kamar tidur yang bisa ditempatkan di luar ruang. Demikian juga dengan dashboard, kemudi dan beberapa ornamen bus di bagian depan, masih terlihat jelas, walaupun dibatasi oleh sofa yang lebar. Kaca bus juga dipertahankan, hanya saja ada tirai gulung untuk menambah privasi siapapun yang tidur di dalam kamar unik ini. Tirai berwarna putih yang dipasang mempertahankan cahaya yang masuk ke dalam ruangan, sehingga ruang terlihat terang di saat siang. Dua kaca yang dipasang di pintu darurat di atap bus, membuat suasana di atas bisa dilihat jelas.

Meskipun terang, dan bus ditempatkan di ruang terbuka, suhu udara di dalam bus tetap sejuk berkat AC berkekuatan 3 PK yang ditempatkan di bagian atap. Seluruh instalasi pendingin ruangan bus di bagian plafon dicopot dan diganti dengan instalasi baru. Saluran AC dengan standard gedung dipasang di atas bus. Ada enam saluran udara yang siap mendinginkan ruangan di dalam bus. “Kami sedang dalam negosiasi dengan BUMN yang memiliki kemampuan dalam mengelola penginapan. Kami menyediakan kamarnya, nanti mereka yang mengelola. Kami berharap bisa ditempatkan di Belitung dan Toba,” kata Milatia.



Bagaimana dengan isi bagian dalam bus besar? Prinsipnya sama. Hanya konfigurasinya berbeda. Dua pintu di bagian depan tetap berfungsi, hanya saja untuk keluar-masuk yang utama ada di sisi pengemudi. Dengan ditutup tirai gulung putih, kondisi di dalam bus tetap terasa sejuk walau tanpa daun pintu. Kemudi dan dashboard di bagian depan ini masih dipertahankan.

Ruang berikutnya hanya diisi dengan satu kursi santai di sisi kanan dan sofa di sisi kiri. Di kabin depan ini ada funitur untuk dapur kering yang dilengkapi lemari es kecil. Nuansa putih, krem dan coklat muda mendominasi seluruh ruang. Nah yang menarik dalam kabin bus besar adalah adanya tiga tempat tidur di dua ruang yang berbeda. di ruang tengah ada dua tempat tidur yang empuk lengkap dengan bantal dan selimutnya. Sementara di bagian belakang bus, ada ruang tidur dengan ukuran tempat tidur yang lebih besar. Ruang di bagian paling belakang tak ubahnya seperti kamar tidur utama di dalam sebuah rumah.









Sama seperti bus sedang, instalasi pendingin ruangannya sudah menerapkan standard instalasi pendingin ruangan pada bangunan. Lagi-lagi, kita tidak akan merasakan panasnya terik matahari di luar, sepanjang AC dinyalakan. Suasana di dalam ruangan juga cukup nyaman untuk bersantai di saat liburan.

Terobosan baru dari Milatia ini masih dalam taraf penjajakan. Perum DAMRI sudah menyiapkan 70 unit bus besar dan kecil yang siap disulap menjadi kamar penginapan yang nyaman. Berapa nilai investasinya? “Wah harus ya disebut? Mohon maaf saya belum bisa ceritakan karena ini masih dalam taraf penjajakan, kami masih negosiasi. Ada beberapa BUMN yang tertarik dengan konsep bus seperti ini. Hitungan kasar saja ya… Untuk satu unit busnya bisa menghabiskan Rp. 300 juta. Sudah itu saja,” katanya sambil tersenyum.


Program baru yang unik dari Perum DAMRI ini bisa menjadi inovasi baru untuk menarik pelanggan. Apalagi, jika Perum DAMRI juga merencanakan akses menuju lokasi penginapan atau wisata yang memanfaatkan bus itu sebagai kamar penginapan. Jadi, selain menciptakan daya tarik, Perum DAMRI juga menyediakan armada bus sebagai transportasi menuju lokasi yang menarik. Sayangnya, Milatia belum mau membuka apa yang direncanakan Perum DAMRI. “Sabar ya,” ujarnya singkat saat menjawab beberapa pertanyaan jurnalis terkait bus penginapannya. (naskah : mai/ foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013