Sabtu, 15 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MOBIL DIBATASI DI TOL JAKARTA-CIKAMPEK, YUK NAIK BUS AJA
 
30 November 2018


(Jakarta – haltebus.com) Kepadatan di jalan Tol Jakarta-Cikampek dan rencana pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bekasi dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah diprediksi sejak awal. Namun intensitas kepadatan yang tidak bisa diperkirakan belakangan ini, membuat Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru. Setelah memberlakukan pembatasan kendaraan pribadi ganjil-genap di Pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur serta pembatasan operasional untuk truk golongan IV pada jam tertentu, BPTJ memberlakukan pembatasan kendaraan pribadi di Pintu Tol Tambun.

“Selain manajemen rekayasa lalu-lintas yang dilakukan di lapangan, partisipasi dan pemahaman public tentunya sangat dibutuhkan guna mendukung agar proses pengerjaan proyek strategis di jalan tol Jakarta-Cikampek segera terealisasikan,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono saaat meluncurkan Jabodetabek Residence (JR) Connection di Grand WIsata, Tambun, Bekasi, Selasa (27/11/18).

BPTJ menilai, peningkatan intensitas kemacetan di jalan tol Jakarta – Cikampek adalah keniscayaan yang sulit dihindari. Meskipun jajaran pemerintah mengambil langkah komprehensif yang melibatkan semua stakeholder untuk mengurangi kemacetan, yang terjadi di lapangan tidak semudah yang diperkirakan. itu. Bambang mengaku kerap mempelajari situasi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di ruas-ruas tertentu sambil memperhatikan terobosan apa yang bisa dilakukan.



“Hari Senin kemarin lancar, tetapi hari ini kondisi demikian padat di kedua arah. Apa mau dikata. Kami sudah meminta pengelola jalan told an penanggungjawab proyek untuk menambah petugas pembawa bendera yang mengarahkan kendaraan. Kami memperhatikan ada efek psikologis sehingga laju kendaraan menjadi lebih cepat,” kata dia.

Terobosan lain, kata dia, menerapkan pembatasan kendaraan pribadi, khususnya di jam-jam padat. Sebagai kompensasinya, lanjut dia, BPTJ juga meluncurkan bus-bus JR Connection yang menjadi pengganti kendaraan pribadi, sehingga masyarakat bisa tetap beraktivitas di Jakarta. Seperti yang dilakukan saat BPTJ meluncurkan 18 unit bus JR Connection di kawasan Tambun. “Peningkatan layanan bus JR Connection di Tambun ini dimaksudkan sebagai kompensasi terhadap kebijakan ganjil-genap yang segera diberlakukan di Pintu Tol Tambun,” ujar Bambang.









Selama penerapan pembatasan kendaraan pribadi dengan aturan ganjil-genap baik di Tol Jakarta Cikampek maupun di beberapa ruas jalan di dalam kota Jakarta, sudah terlihat peningkatan pengguna Transjabodetabek atau JR Connection. Data BPTJ menunjukkan peningkatan antara 5-30 persen. Operator JR Connection dari Bintaro menuju kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Big Bird mencatat peningkatan 5 persen pada Agustus dibanding saat mulai beroperasi di bulan Mei. PT. Transjakarta yang mengoperasikan Royal Trans dari Bekasi Barat dan Bekasi Timur juga mengalami peningkatan 13 persen. Catatan peningkatan tertinggi dibukukan Perum PPD yang naik 30 persen selama sejak dioperasikan pada Maret lalu jika dibandingkan September 2018.

Menurut Coorporate Secretary Perum PPD Chryssma Sulistyana, pihaknya melakukan beberapa pendekatan ke pelanggan untuk mempermudah akses menaiki bus-bus mereka. Selain bekerja sama dengan penyedia aplikasi untuk angkutan online yang bisa melayani pemesanan kursi di setiap pemberangkatan, Perum PPD juga membina hubungan dengan pelanggan melalui grup jejaring percakapan melalui telepon seluler. Dia mengungkapkan ada petugas dari Perum PPD yang siap melayani pertanyaan di seputar rute, jam keberangkatan, posisi bus hingga keberatan karena layanan kurang memuaskan. “Kami memanfaatkan aplikasi grup Whatsapp untuk pelanggan. Mereka menjadi lebih terinformasi. Aplikasi Glad juga sangat membantu keterisian penumpang, karena lewat aplikasi ini penumpang juga dimudahkan untuk mengakses bus,” kata dia.



Hal yang sama juga dilakukan oleh PO. Sinar Jaya. Bahkan perusahaan bus yang memiliki pool tak jauh dari Tambun, yakni di Cibitung, mencantumkan nomor telepon layanan pelanggan yang bisa diakses oleh pelanggan. “Kami ada petugas khusus yang melayani berbagai macam informasi sampai keluhan pelanggan. Gak sedikit pelanggan kami itu ibu-ibu, dan biasanya mereka agak cerewet. Tetapi kami tetap layani dengan baik. Umumnya pelanggan ibu-ibu ini loyal,” kata salah seorang pimpinan PO. Sinar Jaya yang menolak namanya disebutkan.

Prisca Niken, salah seorang pelanggan bus Perum PPD yang berangkat dari Bekasi Barat mengaku sangat terkesan dengan layanan yang dihadirkan perusahaan bus itu. Menurut dia, pelanggan sangat terbantu dengan adanya wadah komunikasi. Apapun yang mereka sampaikan di dalam grup akan selalu direspon oleh petugas dari Perum PPD. “Kita bisa tahu informasi posisi bus, jadwal dan yang lebih penting ternyata naik bus ini gak yang yang berdiri. Sudah cukup nyaman. Awalnya ragu, tetapi setelah mencoba ya lumayan, bisa istirahat di jalan,” kata News Presenter di SCTV yang berkantor di kawasan Jalan. Jenderal Sudirman ini.









Niken bahkan tak segan-segan mempromosikan layanan yang dia rasakan kepada teman-teman sejawatnya. Dia pun tak merasa canggung naik bus umum, walaupun banyak orang masih menganggap naik bus itu untuk kalangan menengah ke bawah. Alhasil, salah satu rekan sekantornya, Djati Darma pun ikut merasakan kenikmatan naik bus umum. Djati mengaku bahagia bisa naik bus ke kantornya. Dia mengaku, setelah empat tahun baru kali ini menemukan transportasi umum yang nyaman di daerah Jatiwarna menuju Jakarta.

Menurut dia, adanya grup percakapan antara staf operator bus dengan pelanggan sangat membantu mereka. Djati menilai, komunikasi yang terjalin antara pelanggan dan operator juga sangat baik. Dia mengungkapkan, pengemudi, asisten pengemudi serta staf operasional Perum PPD sangat ramah dan komunikatif dengan mereka. Ada kelebihan lain yang dia rasakan sehingga akhirnya memutuskan meninggalkan mobilnya di rumah selama bekerja di Jakarta. “Harga (tiket) nya yang murah, waktu keberangkatannya tepat waktu, bisa menjadi pilihan utama untuk beralih dari kendaraan pribadi utamanya di hari kerja,” kata News Presenter di Liputan  6 SCTV ini. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013