Sabtu, 15 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KOTA-KOTA DI DUNIA BERLOMBA MENGOPERASIKAN BUS LISTRIK
 
05 Desember 2018


(Jakarta – haltebus.com) Desember ini, 13 unit bus listrik Volvo 7900 mulai beroperasi untuk kota Malmö, Swedia. Pengoperasian bus-bus listrik ini untuk melayani rute reguler transportasi kota adalah investasi yang terbesar untuk bus listrik di Swedia. “Ini benar-benar sesuatu yang memuaskan bahwa salah satu jalur utama Malmö kini telah sepenuhnya dialiri listrik, dan bus listrik kami yang tenang dan bebas emisi bisa beroperasi,” kata Key Account Director Volvo Bus, Martin Spjern dalam rilis Volvo Bus Senin (3/12/18)

Menurut Spjern pengoerasian bus bertenaga listrik sangat membantu meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal kita. Dia mengatakan, bus listrik adalah bentuk partisipasi Volvo dalam menyumbangkan perkembangan teknologi yang ramah lingkungan. Pemerintah Swedia sejak beberapa tahun terakhir sangat menaruh perhatian terhadap pengembangan teknologi bus yang ditopang sumber energi non-fosil.

Rencananya, 13 unit bus listrik dioperasikan di rute utama kota Malmö. Rute pertama yang dilayani adalah rute bus nomor 7 yang menghubungkan Svågertorp dan Ön melalui Malmö Center. Jalur yang dilengkapi dengan infrastruktur pendukung operasional bus listrik itu dikelola Skånetrafiken, penyedia transportasi umum di wilayah Skåne. Ke-13 unit bus itu sudah dikirim oleh Volvo Bus beroperasi di rute yang panjangnya tak lebih dari 15 km.

Bus listrik memiliki keunggulan dari sisi operasional. Selain ramah lingkungan karena tak memproduksi gas buang, saat berjalan bus ini lebih senyap dibandingkan bus diesel. Dari sisi efisiensi, menurut Volvo Bus, bus listrik bus listrik bisa 80 persen menghabiskan energei dibandingkan bus diesel. Karena itu, Volvo Bus menyebut, banyak kota di berbagai belahan dunia tertarik menggunakan bus listrik. Hingga akhir tahun 2018, Volvo Bus mengklaim telah menjual sedikitnya 4 ribu unit bus listrik secara global.

Meski mencatat angka penjualan yang lumayan banyak, untuk ukuran bus listrik dengan teknologi yang tergolong masih baru, Volvo Bus tidaklah sendirian. Di Eropa banyak pabrikan bus mulai berlomba menghadirkan bus-bus listrik di jalan. Alexander Dennis dan Optare mencatatkan diri dalam sejarah transportasi bus di Inggris, setelah kota London menyatakan pembelian 68 bus listrik double-decker. Kota London menjadi kota pertama di Eropa yang membeli bus listrik double-decker dalam jumlah besar.

Di Belanda, Kota Amsterdam menjadi kota terbanyak dalam pemesanan bus listrik untuk bus solo dan bus articulated. Pabrikan bus asal Belanda, VDL Bus & Coach mendapat pesanan 100 unit bus listrik pada Maret 2018. VDL membukukan penjualan lebih dari 250 unit bus listrik ke pasar global. Mayoritas bus terjual ke kota-kota di Eropa.



“Beberapa tahun terakhir, kami mengambil langkah yang besar untuk terus memperkuat posisi kami sebagai mitra transisi untuk E-Mobility. Kami belajar dari hari ke hari dalam berbagai proyek nol emisi gas buang bus untuk transportasi publik dalam beragam implementasi dan model sistem operasional. Kami berterima kasih kepada mitra yang memberikan pengalaman belajar sehingga kami bisa ikut berkontribusi dalam menyukseskan transisi ini bersama Amstelland-Meerlanden. Ini menjadi langkah besar untuk transportasi berkelanjutan di wilayah ini (Belanda),” kata Director of VDL Bus & Coach Belanda, Ard Romers seperti dikutip dari laman resmi VDL Bus & Coach.

Sejak 2014 lalu negara-negara Eropa menjalankan komitmen untuk mengurangi pemanasan global dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan juga memperhatikan transportasi publik yang ramah lingkungan. Selain meningkatkan tandar emisi gas buang menjadi standar Euro 6, tidak sedikit pemerintah kota menggunakan bus listrik atau bus hybrid sebagai transisi teknologi yang ramah lingkungan.

Di Jerman, salah satu negara yang juga memiliki tradisi transportasi bus yang kuat, Mercedes-Benz bersama Evobus-nya mencatatkan penjualan yang fantastis pada Juni 2018. Kota Berlin mencatat pembelian bus Citaro terbesar, yakni 950 unit bus bermesin diesel berstandar emisi Euro 6. Ada 350 bus solo (single) dan 600 bus gandeng (articulated) mereka pesan.

Pada pameran IAA September lalu, Otoritas Transportasi Berlin/ Berliner Verkehrsbetriebe (BVG) menandatangani kontrak pembelian 15 unit bus listrik e-Citaro yang baru pertama kalinya diperkenalkan ke publik. Pesanan ini mulai diterima pada 20 November lalu. ”Kami bangga dengan satu kontrak pemesanan terbesar yang pernah ada untuk bus terlaris kami (Citaro). Saya yakin Citaro akan membuat penumpang senang (naik bus),” kata Head of Sales for Fleets and Authorities Mercedes-Benz Bus Jerman, Rüdiger Kappel saat penyerahan bus pertama pesanan BVG, Selasa (20/11/18) lalu seperti dirilis daimler.com.


Di Amerika Latin, Chili menjadi salah negara pemesan bus listrik dalam jumlah besar yang dipasok oleh Yutong. Pabrikan China itu mengumumkan pengiriman terbesar mereka ke Amerika Latin dalam pers rilis yang dipublikasikan Yutong pada Sabtu (24/11/18) lalu. Ada 100 unit bus listrik yang dipesan Pemerintah Chile dan akan dioperasikan oleh Buses Vule and STP Santiago. Pembelian ini adalah bagian dari program pemerintah untuk pembangunan kota yang ramah lingkungan. Pemerintah Chile akan mengganti bus diesel konvensional menjadi bus listrik sebagai transportasi kota dalam rencana jangka panjang hingga 2050.

Tren penggunaan bus listrik juga merambah ke Asia. Di Singapura, kontrak pembelian 60 unit bus listrik, 10 diantaranya bus listrik double-decker, belum lama ini diumumkan Singapore Land Transport Authority/Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA). Pada Senin (26/11/18) melalui akun media sosialnya, LTA menampilkan video tentang 50 bus Volvo hybrid yang siap dioperasikan Desember ini. Singapura tengah merintis pengoperasian bus ramah lingkungan berbasis tenaga listrik. Mereka juga merencanakan untuk mengoperasikan bus otonom di jalur reguler pada 2022.

Di China, salah satu kota di bagian Selatan negara itu, Shenzhen, menjadi kota terbesar di dunia yang mengoperasikan 16 ribu bus listrik. Laman organisasi transportasi dunia (UITP) menyebut kota Shenzen sebagai kota pertama dan terbesar di dunia yang mengoperasikan bus listrik. Awal November lalu, UITP menggelar kursus singkat untuk anggotanya dari berbagai negara untuk mempelajari bagaimana Shenzen mengubah sistem transportasinya untuk memenuhi kebutuhan 12 juta penduduknya. ”Shenzen adalah simbol inovasi untuk electromobility (dunia),” demikian yang ditulis laman resmi UITP. (naskah : mai/foto : volvobuses.com/vdlbusandcoach.com/daimler.com/yutong.com/lta.sg/chinabuses.org)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013