Sabtu, 23 Maret 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
JALAN PANJANG LAHIRNYA SERI TERBARU 1836 DARI MERCEDES-BENZ
 
11 Desember 2018


(Jakarta – haltebus.com) Pabrikan bus Mercedes-Benz melalui PT. Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) secara resmi meluncurkan produk terbaru mereka di kelas 18 Ton. Mercedes-Benz O 500 RS 1836 sebenarnya bukan produk yang sama sekali baru, melainkan mengembangan produk dari Mercedes-Benz O 500 R 1836 yang sudah diluncurkan pada tahun 2013 lalu.

“Ini adalah produk kami yang truly Indonesia (Indonesia yang sebenarnya),” kata Marketing Director of Europe Trucks and Daimler Buses PT. DCVI, Jung Woo Park saat peluncuran produk bus terbaru Mercedes-Benz di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (6/12/18).

Mercedes-Benz O 500 R 1836 termasuk salah satu produk chassis bus premium terlaris di kelas 18 Ton dan 360 HP yang dipasarkan Mercedes-Benz di Indonesia. Dalam catatan haltebus.com, di tahun pertama kemunculannya, model chassis yang di Eropa memiliki kode OC 500 RF 1836 ini, banyak dibeli perusahaan bus yang cukup bergengsi. Tidak sedikit perusahaan bus yang membeli chassis bus hingga 10 unit. Namun, beberapa kendala teknis mulai muncul di tahun pertama setelah diluncurkan.



Head of Product Bus and
Sales PT. DCVI, Adri Budiman mengakui, mereka banyak mendapatkan masukan terkait produk Mercedes-Benz O 500 R 1836 yang diproduksi di bawah bendera Evobus. Produk itu memiliki standar spesifikasi bus di Eropa yang dibuat massal di Samano, Spanyol. Beberapa fitur OC 500 RF 1836 memiliki spesifikasi suspensi independen, sistem pendingin yang ditopang propeler dan sangat cocok untuk medan jalan yang mulus.

Sayangnya, kata Adri beragamnya medan jalan di Indonesia membuat mereka harus menggali informasi lebih dalam dari beragam perusahaan bus dan juga situasi medan jalan yang dilalui. “Kami mencari masukan dari pelanggan kami di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Masukan-masukan itu kami tampung dan kami wujudkan seperti yang hadir dalam Mercedes-Benz O 500 RS 1836 ini,” kata Adri.



Butuh empat tahun dan dua Direktur yang memimpin perubahan spesifikasi ini di Mercedes-Benz Indonesia, sebelum akhirnya resmi diluncurkan oleh Direktur yang ketiga. Sejak 2014, saat masih dipimpin Olaf Petersen Mercedes-Benz Indonesia memulai pendekatan mencari formulasi yang pas untuk bus premium di kelas 18 Ton. Ketika Olaf Petersen pindah ke kantor Daimler Comercial Vehicle South East Asia (SEA) di Singapura, program itu dilanjutkan oleh Ralf Kraemer. Komunikasi perubahan spesifikasi ini cukup panjang karena melibatkan kantor pusat Daimler Bus di Stuttgart, pusat produksi di Samano dan Brasil melalui koordinasi Daimler Commercial Vehicle SEA di Singapura.

Direktur Utama PT. SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan yang ikut dilibatkan bersama Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) mengungkapkan, prosesnya tidak mudah. Butuh waktu untuk meyakinkan Daimler Bus di Stuttgart dalam mengubah spesifikasi bus yang cocok di Indonesia. “Kami sempat berdiskusi dengan tim di Stuttgart dan Samano tentang spesifikasi O 500 R 1836 dan apa yang dirasakan teman-teman pengusaha di Indonesia,” katanya.









Pria yang akrab disapa Sani ini mengapresiasi perjuangan tim Mercedes-Benz Indonesia, yang setahun belakangan berubah menjadi DVCI, dalam mencari spesifikasi yang cocok untuk medan di Indonesia. Pada satu kesempatan, PO. Siliwangi Antar Nusa (SAN) sempat mengundang tim Mercedes-Benz menguji bus O 500 R 1836 di medan Sumatera. “Jalan di Sumatera memang saya akui cukup ekstrim. Alhamdilillah bus kami cukup mampu melewatinya dan kami bisa mengenal karakter jalan serta spesifikasi seperti apa yang dibutuhkan,” kata Adri Budiman kala itu.

Setelah menggali informasi yang diperlukan, Adri mengungkapkan, akhirnya mereka mencari spesifikasi yang tepat dengan kelas yang masih sama dengan Mercedes-Benz O 500 R 1836. Adri menjelaskan, jaringan global Daimler Bus memungkinkan mereka mencari bus yang memiliki kondisi alam yang sama dengan Indonesia. Karena itu, dipilihlah Mercedes-Benz O 500 RS 1836 yang diproduksi di Brasil. “Mercedes-Benz Brasil memiliki kit (chassis) yang spesifikasinya cocok dengan alam di Indonesia dan kemudian setelah mendapat persetujuan dari Stuttgart, kami merakitnya di Wanaherang, Bogor,” ujarnya.



Apa saja perubahan yang cocok dengan kondisi di Indonesia? Adri menyebut, suspensi independen yang sebelumnya ada di model 1836 versi O 5000 R diganti dengan suspensi yang lebih rigid. Komponen propeler pada sistem pendingin mesin diganti menjadi sistem sabuk yang memudahkan perawatan. Iklim yang panas dan kondisi jalan yang beragam, kerap membuat sistem pendingin ini harus bekerja ekstra.

Selain kedua titik perubahan ini, ada lagi perubahan yang membuat kinerja operasional bus menjadi lebih baik. Mesin Mercedes-Benz O 500 RS 1836 masih menggunakan mesin OM 457 LA Euro 3 yang dilengkapi intelligent engine management dan turbocharger. Mesin diesel enam silinder segaris dengan kapasitas 12 liter itu juga disetel menghasilkan tenaga 360 HP.









Perbedaan dari versi sebelumnya adalah pada transmisi. Jika sebelumnya menggunakan transmisi Mercedes-Benz GO 190-6 enam percepatan, kini diganti menjadi GO 210-6 enam percepatan. Tenaga maksimal yang dihasilkan tercapai pada 2000 Rpm dan torsi maksimum ada pada 1.600 Nm pada 1.100 Rpm. “Dari sisi torsi sudah lebih baik dari sebelumnya, apalagi nanti ada jalan tol. Sangat cocok sekali,” kata Adri.
 
Adri menjelaskan, sebagai chassis bus yang diposisikan sebagai chassis premium, fitur-fitur Mercedes-Benz O 500 RS 1836 memiliki keunggulan dibandingkan bus biasa. Ada beberapa fitur standar bus premium seperti suspensi udara, sistem pengereman berbasis rem cakram yang dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS), Anti Slip Regulation (ASR) dan Retarder enam percepatan dari Voith.



Salah satu fitur terbaru bus premium yang tersedia adalah Cruise Control, yang memungkinkan pengemudi bisa mengemudikan bus lebih mudah. Ketika tombol Cruise Control diaktifkan, pada titik kecepatan tertentu bus bisa melaju tanpa perlu menginjak pedal gas. Menurut Adri, untuk menambah atau mengurangi kecepatan hanya tinggal memainkan pedal gas dan rem, fitur Cruise Control akan menyesuaikan.

Pelanggan Mercedes-Benz yang diundang dalam peluncuran itu cukup antusias dengan chassis versi terbaru dari seri 1836. Selain karena fiturnya, Adri menambahkan, mereka juga menerapkan standar pembuatan bus di atas semua chassis Mercedes-Benz. Yang paling terasa untuk penumpang adalah standar lebar pintu dan tinggi kabin penumpang. “Setiap bus yang dibuat di atas chassis Mercedes-Benz kami control spesifikasinya. Ada tenaga ahli kami yang melakukan pengecekan ke body builder untuk memastikan standar kami diterapkan. Body builder yang memegang komitmen dengan standar Mercedes-Benz juga kami berikan sertifikat,” kata dia.









Dalam peluncuran perdana Mercedes-Benz O 500 RS 1836, juga diserahkan bus pertama chassis ini kepada PO. SAN. Managing Director PT. DCVI, Jung Woo Park menyerahkannya kepada Presiden Komisaris PT. SAN Putra Sejahtera, Hasanuddin Adnan. PO. SAN mendapat kesempatan pertama untuk mengoperasikan bus premium Mercedes-Benz melewati pegunungan Buki Barisan di sepanjang Lampung-Bengkulu-Sumatera Barat.

Sebelumnya, PO. SAN juga mengoperasikan tiga unit bus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 untuk rute Bengkulu-Padang dan Bengkulu-Bukittingi. “Kami senang mendapat kepercayaan dari Mercedes-Benz, semoga spesifikasi yang sudah diubah ini benar-benar cocok untuk kondisi di Indonesia. Saya yakin kalau sudah teruji di jalan Sumatera, untuk medan di daerah lain pasti mudah dilalui,” kata Hasanuddin Adnan. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013