Rabu, 23 Januari 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TELAH HADIR, PENGGANTI LEGENDA JALANAN DARI MERCEDES-BENZ
 
11 Desember 2018


(Jakarta – haltebus.com) Bus Mercedes-Benz yang legendaris tahun 2019 siap hadir mewarnai jalan raya di Indonesia. Melalui PT. Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI), Mercedes-Benz OF 1623 RF diperkenalkan ke pasar Indonesia. Bus bermesin depan ini kembali dihadirkan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang menginginkan bus yang bisa melayani rute-rute jarak pendek dengan karakter medan yang beragam dan tingkat berhenti-berjalannya cukup tinggi.

“Ini adalah chassis yang kami hadirkan untuk memenuhi permintaan pelanggan,” kata Marketing Director of Europe Trucks and Daimler Buses PT. DCVI, Jung Woo Park saat peluncuran Mercedes-Benz OF 1623 RF, Kamis (6/12/18) di Serpong, Tangerang Selatan.

Mercedes-Benz, menurut Park, ingin menghadirkan kendaraan yang cocok dengan keadaan di Indonesia dan sesuai dengan keinginan pelanggan. Perkembangan infrastruktur jalan, kata dia, tidak bisa dipungkiri akan berpengaruh pada mobilitas masyarakat. Merecedes-Benz, lanjut Park, ingin ikut mendorong mobilitas masyarakat dengan bus-bus terbaiknya.



Sejak pertama kali masuk ke Indonesia, 47 tahun lalu, Mercedes-Benz memasarkan chassis bus bermesin depan. Namun, pemasaran bus tipe ini sempat datang dan pergi. Di akhir tahun 1980-an, pemasaran bus Mercedes-Benz OF 1113 sempat terhenti. Kemudian di awal tahun 2000-an sempat juga beredar bus medium large Mercedes-Benz OF 8000. Di kelas bus sedang, ada Mercedes-Benz 508 D, 518 D, MB 700 dan MB 800 yang juga sempat dipasarkan, selain ada Mercedes-Benz L 319 dari tahun 1960 yang melegenda.

Sejarah panjang chassis bus bermesin depan berkode seri OF itu sangat dirasakan masyarakat Indonesia, pun hingga hari ini. Di beberapa wilayah di Jawa Tengah maupun Jawa Barat, masih bisa ditemukan bus Mercedes-Benz OF 1113 dengan berbagai varian dan tahun pembuatan. Di jalur Solo-Wonogiri misalnya, bus dengan suara sistem kompresi udara yang khas masih tangguh melewati jalan berkelok dan menanjak di seputar Purwantoro, Baturetno hingga Pracimantoro.



PO. Maju Lancar yang melayani rute Yogyakarta-Semarang juga masih mengoperasikan bus bermesin depan itu hingga tahun 2016. “Bus ini cukup andal untuk dijalan menanjak dan sempit,” kata Adi Prasetya, dari PO. Maju Lancar.

Adi yang akrab disapa Didit ini cukup beruntung. Dia menjadi pengusaha bus pertama yang mendapatkan kesempatan mencoba Mercedes-Benz OF 1623 RF. Menurut Head of Product Bus and Sales PT. DCVI, Adri Budiman, Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dilibatkan untuk pengembangan produk mereka. Selain ada masukan dari para pengusaha bus terkait bus Mercedes-Benz O 500 R 1836, minat pengusaha bus di Indonesia dengan bus-bus Mercedes-Benz yang pernah mereka andalkan di masa lalu juga tinggi. PO. SAN dan PO. Maju Lancar adalah dua anggota IPOMI yang mendapatkan kesempatan mecoba dua chassis bus baru dari PT. DCVI.

“Bus OF sudah terbukti ketangguhannya, sampai kini masih bisa kita ketemukan. Salah satunya yang kami hadirkan di sini,” kata dia sambil menunjuk pada bus Mercedes-Benz OF 1113 milik Perum DAMRI yang dipamerkan saat peluncuran.

Ya, dalam acara peluncuran Mercedes-Benz OF 1623 RF itu, PT. DCVI juga ikut memerkan bus Mercedes-Benz OF 1113 milik Perum DAMRI buatan tahun 1988. Bus yang dulunya melayani warga kota Bandung itu, didatangkan langsung sebagai salah satu bukti ketangguhan bus bermesin depan dari Mercedes-Benz. Tak sedikit undangan yang hadir dalam acara peluncuran ini tertarik berfoto bersama. Tak ketinggalan, pengemudi busnya, Nukman, juga ikut diajak berfoto dengan tamu-tamu yang hadir. “Dulu saya sekolah di Bandung ya naiknya bus ini. Masih ingat saya,” kata salah seorang undangan menceritakan kenangannya.

Langkah Mercedes-Benz di Indonesia untuk menghadirkan bus bermesin depan tergolong hati-hati. Pelan-pelan mereka menghadirkan produk-produk yang memiliki model yang sama di masa lalu. Tahun 2016, misalnya, mereka memperkenalkan OF 917. Tidak mudah untuk Mercedes-Benz Indonesia, karena di tahun 2014 ada perubahan struktur manajemen Daimler di seluruh dunia.



Menurut Adri kembalinya Mercedes-Benz OF dengan seri terbaru yakni OF 1623 RF, bisa memenuhi harapan pelanggan. Panjang chassis bisa dibuat untuk bus 12 meter. Dia sangat optimistis, varian terbaru itu bisa diterima di pasar Indonesia. Mengapa? “Mesin yang digunakan Mercedes-Benz OF 1623 RF adalah OM 906 LA, mesin yang sama, yang juga digunakan pada OH-1526 dan OH-1626. Sudah terbukti ketangguhan dan keiritannya. Mesin OM 906 LA ini sudah membukukan catatan 1 juta Km tanpa turun mesin jika dirawat sesuai dengan apa yang kami anjurkan,” katanya.

Jika mesinnya sama dengan Mercedes-Benz OH-1526 dan OH-1626 berarti sudah dilengkapi engine management? “Ya, pada mesin ini sudah tertanam engine management, performa mesin cukup bisa diandalkan,” kata Adri lagi.












Mesin OM 906 LA enam silinder segaris, pada Mercedes-Benz OF 1623 RF ini berkapasitas 7 liter dengan tenaga yang dihasilkan 235 HP. Daya maksimal dicapai pada 2.200 Rpm dengan torsi maksimum 810 nm pada 1.200-1.600 Rpm. Transmisi manual MB G 8-6 dengan enam percepatan diklaim Adri cukup responsif dan cocok untuk bus jarak dekat dengan tingkat berhenti-jalan yang tinggi. Kopling SETCO Organic Single Disc yang digerakkan secara hidrolik dan pneumatic membuat pedal kopling terasa ringan.

Kinerja sistem pengereman, menurut Adri, juga ditopang oleh mesin. Ada fitur engine break yang membantu mengurangi kecepatan bus dengan bantuan pengurangan kinerja mesin. Dia menjelaskan, kerja mesin bisa dibatasi dengan mengurangi kompresi udara sehingga mesin sedikit tertahan. Masih ada juga exhaust break yang juga bekerja membantu sistem pengereman full airbrake yang diklaim Adri cukup andal selama puluhan tahun.

Dari sisi kenyamanan, sistem suspensi pegas parabolic yang dilengkapi peredam kejut, menurut Adri, bisa menghadirkan kenyamanan di kelasnya. Ada dua stabilizer dan double acting yang ikut menopang bus serta mempertahankan kenyamanan selama perjalanan. “Ada stablilizer di suspensi depan dan belakang yang mempertahankan kinerja suspensi,” kata Adri.

Di sektor suspensi ini, salah satu pengusaha bus yang tak mau disebut namanya menilai masih ada kelemahan. Masih perlu diuji memang, namun dia yakin, susunan posisi pegas, dudukan gandar (axle) dan peredam kejut bertumpu di satu titik. “Kalau saya lihat ini berpotensi untuk cepat rusak,” katanya.



Dia juga menambahkan, ada kelemahan lain di bagian mesin. Sistem pendingin udara, terutama radiator terlalu turun, sehingga posisinya cukup rawan. Begitu juga dengan posisi kompresor udara untuk sistem pendingin kabin penumpang, dinilai terlalu rendah. Jika kompresor udara AC harus dilindungi penutup agar tak mudah terkena cipratan air kotor, debu dan tanah yang bisa merusak kompresor.

Adi Prasetya (Didit) berterima kasih dengan informasi tentang kondisi ini. Untuk sementara, menurut Didit, PO. Maju Lancar akan mengoperasikan bus Mercedes-Benz OF 1623 RF di rute Yogyakarta-Tegal. Jalur itu menjadi salah satu jalur andalan PO. Maju Lancar dengan medan cukup beragam, antara jalan landai dan lurus, berkelok maupun naik-turun terutama di antara Purwokerto hingga Prupuk.



“Bus mesin depan kami dulu bagus untuk stop and go, untuk bus Mercedes-Benz OF 1623 RF ini untuk AKAP jarak pendek kami. Ya (kami) percaya Mercedes-Benz tipe mesin depan kuat dan andal, cocok dengan rute yang dilewati, naik-turun serta manuver di banyak tanjakan yang sempit. Bahan bakar pun irit,” kata Didit

Kelebihan bus bermesin depan juga diungkapkan oleh Direktur SDM dan Umum Perum DAMRI, Sadiyo Sardi mengungkapkan dirinya tidak terlalu mengalami kesulitan saat merawat bus-bus Mercedes-Benz OF 1113. Mantan Kepala Cabang Perum DAMRI Bandung ini menyatakan, dari sisi perawatan relatif mudah karena ketahanannya bisa diandalkan. “Dulu hampir seluruhnya armada DAMRI bermerek Mercedes-Benz, kami tidak mengalami kendala dalam perawatan,” kata Sadiyo.

Sementara itu, pengusaha bus asal Medan Nara Tarigan menjelaskan, merawat bus bermesin depan tidaklah sulit. Mesin lebih terjaga dan umurnya lebih panjang dibandingkan dengan bus bermesin belakang. “Mungkin karena letaknya di depan, feeling pengemudi saat harus memindah persneling atau mudah mendengarkan suara mesin, jadi dia lebih memperhatikan kondisi mesin saat bus berjalan,” kata keluarga pemilik PO. Medan Jaya ini. (naskah : mai/foto : mai/PT. DCVI)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013