Jumat, 24 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
STANDAR EURO 4 BERLAKU 2021, MERCEDES-BENZ LUNCURKAN PRODUK EURO 3?
 
18 Desember 2018


(Jakarta – haltebus.com) Pemerintah Indonesia menetapkan penerapan standar emisi gas buang Euro 4 untuk setiap kendaraan mulai tahun 2021. Namun, Mercedes-Benz melalui PT. Daimler Commercial Vehicle Indonesia merilis dua chassis bus model terbaru mereka, yang masih berstandar Euro 3, pada Kamis (6/12/18) di Serpong, Tangerang Selatan. Chassis bus Mercedes-Benz O 500 RS 1836 menggunakan mesin OM 457 LA sementara Mercedes-Benz OF 1623 RF menyandang mesin OM 906 LA yang keduanya berstandar Euro 3.

Marketing Director of Europe Trucks and Daimler Buses PT. DCVI, Jung Woo Park, menyatakan pihaknya akan mematuhi segala kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Menurut dia, PT. DVCI selaku pemegang merek kendaraan komersial Mercedes-Benz menunggu pelaksanaan dari penetapan standar Euro 4 itu. “Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya, tetapi mohon maaf untuk sementara ini kami tidak bisa menjelaskan detilnya seperti apa,” kata dia.

Park menilai Indonesia saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Adanya pembangunan infrastruktur jalan, yang ditandai dengan selesainya 600 Km jalan tol baru hingga tahun 2018 membawa perubahan bagi dunia transportasi. Karena itu, lanjut dia, mereka ingin mendukung pemerintah Indonesia dalam mendorong perkembangan masyarakat melalui transportasi publik yang baik.



Berbeda dengan Hino yang mempersiapkan jajarannya mulai dari dealer dalam mempersiapkan perubahan standar Euro 3 ke Euro 4, Mercedes-Benz Indonesia terasa lebih santai. Park tidak terkejut saat ditanya soal standar emisi bus model terbarunya yang masih Euro 3 dan hanya memiliki waktu dua tahun untuk perubahan ke Euro 4.

Mengapa Mercedes-Benz Indonesia terlihat lebih santai? Salah seorang teknisi senior Mercedes-Benz memberikan bocoran singkat. “Chassis Mercedes-Benz yang masuk ke Indonesia sebenarnya down-grade. Spesifikasi aslinya sudah tinggi. Jadi tidak sulit kalau harus merubah dari Euro 3 ke Euro 4,” kata teknisi yang tak mau disebut namanya ini.

Dalam laman resmi Daimler Bus, www.daimler.com, spesifikasi mesin OM 457 LA sudah cukup tinggi untuk bisa memenuhi standar emisi gas buang Euro 4 karena standar tertinggi mesin ini adalah Euro 5. Mesin OM 457 LA ini digunakan bus premium tertinggi yang diproduksi Divisi bus Daimler AG, yakni Evobus, model Travego. Begitu juga dengan SETRA, salah satu merek di bawah Daimler Bus, juga menggunakan mesin OM 457 LA.

Sebagai bus andalan Mercedes-Benz, Travego masih menyandang OM 457 LA Euro 5 sampai tahun 2013. Dapur pacu Travego diganti dengan mesin OM 471 LA berstandar Euro 6, saat diperkenalkan Travego seri terbaru pada tahun 2013 ketika Daimler Bus memulai langkah menyambut transportasi publik ramah lingkungan. Tahun 2014, negara-negara Eropa memulai kendaraan berstandar Euro 6 seperti yang tertuang pada perjanjian Paris tentang Upaya Mengurangi Pemanasan Global.

Bagaimana dengan mesin OM 906 LA? Selain di Mercedes-Benz OF 1623 RF, Mesin ini sudah tertanam juga di Mercedes-Benz OH-1526 dan Mercedes-Benz OH-1626. Bahkan mesin sudah digunakan sejak 2003 ketika Mercedes-Benz OH-1525 diluncurkan dan sekarang sudah tidak dipasarkan lagi. Sebelumnya ada pula Mercedes-Benz OF-8000 dengan seri mesin 900 yakni OM 904 LA. Baik OM 906 LA maupun OM 904 LA sudah menyandang standar emisi Euro 3 sudah lebih dari 18 tahun. Berdasarkan lama www.mercedes-benz.com kedua mesin ini sudah bisa memenuhi standar emisi gas buang hingga Euro 5.



Masih menurut teknisi senior Mercedes-Benz, untuk mengubah mesin OM 457 LA dan mesin OM 906 LA berstandar Euro 3 menjadi berstandar Euro 4 tentu tidak sulit. Dengan bawaan teknologi yang sudah memenuhi standar Euro 5, perubahannya hanya pada penyesuaian mesin dengan kualitas bahan bakar yang digunakan. Engine management system, menurut dia, mempermudah pengaturan kinerja mesin. Mesin OM seri 900 menjadi mesin pertama Mercedes-Benz yang sudah mengaplikasikan sistem operasi layaknya sedan untuk kendaraan komersial. Mesin ini menggunakan Electronic Control Unit (ECU) untuk mengidentifikasi kegagalan fungsi pada mesin maupun untuk mengubah indikator kinerja mesin sesuai yang diinginkan. “Perubahan di engine management system, disesuaikan lagi, ada juga penyesuaian di katalisator dan nozzle,” katanya menjelaskan.

Namun ada satu hal penting yang ditekankan Jung Woo Park terkait dengan perubahan standar emisi gas buang ke Euro 4 ini. Seperti halnya yang diungkapkan Sales & Promotion Director PT. Hino Motor Sales Indonesia, Santiko Wardoyo November lalu, kualitas bahan bakar sangat menentukan keberhasilan penerapan kebijakan pemberlakuan standar Euro 4 ini. “Kami akan siap begitu pemerintah juga siap dengan kualitas bahan bakar. Mengenai solar B20 bus kami juga sudah siap. Kami siap mendukung kebijakan pemerintah,” kata Park. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013