Jumat, 15 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ASKARINDO : BUSWORLD BISA JADI PINTU INDUSTRI BUS UNTUK MENDUNIA
 
17 Januari 2019


(Jakarta – haltebus.com) Pelaku usaha industri transportasi bus menyambut baik pameran industri bus terbesar di dunia, Busworld hadir di Indonesia. Pemeran Busworld South East Asia yang akan berlangsung 20-22 Maret 2019 di JIEXPO kemayoran, Jakarta ini, diharapkan bisa menjadi awal kebangkitan industri transportasi bus di Indonesia. “Mudah-mudahan event 20 sampai 22 Maret nanti bisa menjadi pintu masuk ke dunia internasional. Tentunya pemerintah Kami berharap teman-teman karoseri bisa memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan produk bus Indonesia yang berkualitas ke dunia luar,” kata Ketua Umum Asosiasi karoseri Indonesia, Sommy Lumadjeng, di Jakarta, Rabu (16/1/19).

Menurut Sommy, seiring dengan perkembangan infrastruktur jalan, harusnya bisa menjadi awal transportasi bus untuk bangkit. Dia memprediksi, kebutuhan bus di masa mendatang akan meningkat. Menurut dia, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan ada 1,1 juta kendaraan yang terjual. Dari jumlah itu ada 220 – 250 ribu kendaraan niaga, di dalamnya termasuk 10 ribuan kendaraan penumpang atau bus.

Produk bus Indonesia, menurut Sommy, tak hanya diminati di pasar lokal saja. Beberapa karoseri sudah mencoba untuk menjajaki pasar internasional. Ada beberapa Negara yang sudah di jajaki seperti Bangladesh, Timur Tengah dan ASEAN. Salah satu Karoseri Indonesia yang sudah mengirimkan busnya ke Republik Fiji, yakni Laksana, kata Sommy, sudah diakui kualitasnya.



Dari sisi harga, kata Sommy, bus-bus buatan Indonesia sebetulnya kompetitif dari segi kualitas dan harga. Namun sayangnya, keunggulan itu terhambat oleh regulasi dan beberapa hal membuat posisi produk bus Indonesia tidak menguntungkan. “Bus-bus yang diproduksi di Indonesia hanya untuk pasar di sini, tidak bisa dipasarkan keluar. Pun untuk mengekspor keluar, prosedurnya sangat susah. Saya pernah punya pengalaman mengekspor 20 unit bus, mungkin tidak banyak, tapi untuk kami cukup lumayan. Sayangnya prosedur yang harus kami jalani sangat rumit, sampai hampir putus asa,” ujarnya.

Akhirnya, Sommy menjelaskan, karoseri menempuh cara re-ekspor. Yakni pembeli mengeskpor chassis bus dari negaranya atau negara produsen chassis ke Indonesia. busnya dibuat di sini, begitu selesai di ekspor kembali ke negara pembeli. Meski tidak mudah, cara ini dinilai yang termudah dibandingkan dengan jalan lain. Belakangan, Karoseri Laksana sudah membukukan ekspor bus mereka hingga 200 unit hingga 2018.

Apa saja peluang yang ada di Busworld South East Asia? Direktur Utama PT. Global Expo Management, Baki Lee yang menjadi mitra Busworld International di Indonesia menyatakan, Busworld memiliki pengalaman menangani pameran bus berskala besar. Di Eropa Busworld menjadi salah satu pameran yang menjadi barometer industri bus di sana. Pada pameran Busworld South East Asia, ada pabrikan bus dunia seperti Mercedes-Benz, Scania dan Volvo, ada pula Karoseri New Armada dan Karoseri Laksana yang ikut serta.



“Selain ada pameran Busworld, ada pula Busworld Academy yang di dalamnya ada konferensi yang melibatkan beberapa pakar dari UITP, UCLG-ASPAC, ADB dan beberapa pembicara dari luar negeri,” katanya.

Busworld Academy, lanjut Baki, menjadi ajang bertukar informasi dari berbagai pemangku kepentingan di transportasi bus. Dalam konferensi yang sudah dirancang, ada pembicara dari pakar, Non-Government Organisation (NGO), industry karoseri, pengusaha bus, pemerintah maupun pemerintah daerah. Dia menyebutkan, ada kebutuhan bus masa depan yang cukup signifikan, dan semuanya bisa dipertemukan di antara pemangku kepentingan di Busworld dan Busworld Academy.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan menilai produk bus karoseri dalam negeri kualitasnya sudah baik untuk kondisi di Indonesia. Dari waktu ke waktu, lanjut pria yang akrab disapa Sani ini, kualitas produk bus yang dihasilkan karoseri semakin baik. Dia menilai, ajang Busworld bisa menjadi tempat untuk mengurai masalah terkait produk bus di Indonesia. “Standar dunia yang diterapkan produk bus Eropa, begitu masuk ke Indonesia harus ikut Standar Nasional Indonesia (SNI), standar kita sendiri seperti apa? Semoga (Busworld) ini bisa menambah pengetahuan kita,” kata Sani.



Berkaca pada regulasi transportasi di India maupun Malaysia, ada kategori bus yang dijadikan standard mereka. Ada bus khusus untuk bus kota, bus khusus untuk bus jarak jauh dan bus pariwisata, ada bus khusus untuk bus sekolah dan ada bus khusus untuk karyawan. Di setiap kategori bentuk, dimensi, serta spesifikasi bisa berbeda standarnya satu sama lain.

Untuk bus kota misalnya, chassis yang digunakan adalah chassis low entry dan dilengkapi pintu yang lebih lebar untuk memudahkan penumpang naik dan turun. Bus jarak jauh dan bus pariwisata adalah bus dengan tipe lantai yang tinggi untuk kenyamanan penumpang jarak jauh atau dalam perjalanan yang lebih lama. Di Indonesia, hampir semua jenis kebutuhan bus berbasis chassis yang sama. Baru beberapa tahun terakhir di Jakarta diwarnai bus chassis low entry dan kemudian diikuti Surabaya. (naskah : mai/foto : mai/dok.istimewa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013