Selasa, 23 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KAROSERI TRI SAKTI RILIS INFINITY TERBARU BERKACA GANDA
 
21 Januari 2019


(Jakarta – haltebus.com) Mengakhiri tahun 2018, Karoseri Tri Sakti mengeluarkan kejutan. Tanpa banyak sorotan, Karoseri yang bermarkas di Tempuran, Magelang, Jawa Tengah ini melepas model baru mereka, All New Infinity yang mengikuti tren model bus yang berkembang empat tahun terakhir. Tren dua kaca depan yang sedang naik daun akhirnya diikuti seutuhnya. Model terbaru itu diproyeksikan untuk beredar di pasar bus Indonesia pada tahun 2019 ini.

“Mau gak mau kami juga ikut perkembangan tren. Awalnya kami membuat fender, yang sering disebut topi oleh orang-orang, versi kami. Tetapi ternyata banyak yang memberi masukan supaya Tri Sakti ikut tren seutuhnya,” kata Manager Desain dan Produksi, Karoseri Tri Sakti, Gunadi Abdullah kepada haltebus.com, Sabtu (19/1/19

Menurut Gunadi, pelanggan mereka dari berbagai daerah sebetulnya sudah puas dengan kualitas produk Tri Sakti. Namun, seiring perkembangan tren model bus, tak sedikit dari mereka yang mendapat masukan tentang bus berkaca dua yang tengah digemari. “Topi yang kami buat pada tahun 2017 lalu dinilai tanggung, walaupun menurut kami, pandangan dari dalam ke depan masih sangat baik,” katanya.









Setengah berbisik, Gunadi menyebut, bus pertama All New Infinity masih disebut prototipe. Masih diperlukan penyempurnaan dari sisi desain. Karena itu, dia berharap banyak masukan yang didapat Karoseri Tri Sakti dengan beredarnya prototipe ini di Jawa Timur. PO. Widji Lestari yang memiliki rute dominan di jalur Pantura mulai Semarang hingga Surabaya itu, menjadi perusahaan pertama yang berkesempatan menggunakan bodi All New Infinity.

Bodi All New Infinity masih mewarisi garis model sebelumnya, Infinity dan New Infinity. Di bagian samping, garis keluarga infinity sangat kental. Potongan kaca samping hingga kaca depan yang khas masih melekat di All New Infinity. Begitu juga fender atas yang dihiasi lampu LED memanjang, masih menjadi asesoris andalan yang menarik.

Sementara di bagian depan, perubahan lampu, mengubah tampilan secara signifikan. Lampu besar yang digunakan pada pendahulunya, diubah untuk All New Infinity. Desain lampu yang ramping membuat tampilan depan terlihat sederhana tanpa mengurangi karakter maskulin yang kerap melekat pada wajah bus. Bagian depan mengingatkan kita pada model Titan yang diproduksi oleh Karoseri Tri Sakti juga. Perbedaannya, pada All New Infinity, kaca depan terlihat memanjang ke bawah sebagai konsekuensi dari kaca ganda.



PO. Widji Lestari memilih bus bermesin depan untuk All New Infinity. Kisi-kisi udara yang disiapkan Gunadi dan timnya tak mengurangi penampilan yang macho. “Untuk fender yang menjadi pembatas kaca bagian atas dan bagian bawah, kami membuatnya lebih tipis. Konsepnya stylish dan fungsional, untuk lebih memperluas pandangan dari dalam,” kata Gunadi.

Di bagian belakang, tampilan All New Infinity sama sekali berbeda dari versi sebelumnya. Bus jadi terlihat ramping dari belakang. Pada versi Infinity dan New Infinity bus terlihat lebar, besar dan gagah baik dilihat tampilah depan maupun belakang. Kini, konsep tampilan wajah depan dan belakang diubah menjadi terlihat ramping yang ditimbulkan karena pemilihan lampu. Lampu belakang yang digunakan adalah lampu yang memanjang ke atas.

Di bagian atas belakang, disematkan spoiler yang menyatu dengan bodi. Mirip gaya beberapa model bus di Indonesia, yang berkiblat pada bus-bus Eropa. Kaca belakang tanpa sudut runcing melengkapi tampilan kisi-kisi udara yang sudah disiapkan untuk bus bermesin belakang. Garis besar bodi bagian belakang ini mengingatkan kita pada bus Ecoline dari Karoseri Rahayu Santosa yang ramping.

Sementara untuk interior, ada beberapa hal yang baru. Gunadi menginginkan kualitas produknya terus meningkat. Kerapian dan komposisi dalam interior diperhatikan. Meski PO. Widji Lestari mengoperasikan busnya sebagai bus AC Tarif Biasa (ATB) dengan konfigurasi kursi 3-2, Karoseri Tri Sakti tak segan mengoptimalkan interiornya. Ornamen lampu dan louver AC terlihat ditata maksimal. Di setiap sudut bus baik di depan maupun belakang ada louver AC untuk memaksimalkan udara sejuk bisa merata ke semua ruang.


Bagasi kabin bus Po. Widji Lestari ini dibuat standar menyesuaikan kelas layanan bus. Tanpa tutup bagasi, dan sangat sederhana. Namun, dibalik kesederhanaan itu terselip perangkat yang banyak dibutuhkan orang, yakni port untuk mengisi daya telepon seluler. Bentuknya juga sederhana, hanya dua port USB berpenutup karet.

Menurut Gunadi, Karoseri Tri Sakti sedang mencari format yang pas untuk desain model mereka sendiri yang bisa diterima secara luas. Dalam catatan haltebus.com, dari sisi kapasitas, kemampuan serta kualitas produk, Karoseri Tri Sakti tak kalah dibandingkan karoseri lain. Hanya saja, kebanyakan pelanggan setia selalu menginginkan model yang relatif sama dari model-model sebelumnya.








Karena itu, Gunadi mengakui, perkembangan model bus Karoseri Tri Sakti yang terdengar keluar terkesan lambat. Padahal menurut dia, hampir setiap dua tahun sekali, dalam beberapa tahun terakhir mereka menghasilkan model-model baru. “Tentu kami ingin supaya model-model bus kami bisa diterima pasar. Caranya bagaimana? Sedikit mengikuti tren, tetapi kami tawarkan model bus yang kami desain sendiri,” katanya diplomatis. (naskah : mai/foto : dok. Karoseri Tri Sakti)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013