Senin, 22 April 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS DOUBLE DECKER YANG ASYIK UNTUK RAPAT
 
25 Januari 2019


(Jakarta – haltebus.com) Bus Pariwisata menjadi salah satu sektor di bisnis transportasi bus di Indonesia. Banyak perusahaan bus yang berlomba menghadirkan inovasi layanan mereka demi menarik pelanggan. PO. Pandawa87 adalah salah satu perusahaan yang keluar dari pakem di bisnis ini.

Perusahaan yang mengawali bisnis transportasi bus di Pasuruan itu menghadirkan bus double-decker (dua tingkat) wisata yang mewah. “Kami dari perusahaan, PO Pandawa87 sesuai komitmen, bahwasanya kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan menyediakan semua tipe bus,” kata pimpinan PO. Pandawa 87, Gunawan Agung Aprilianto saat dihubungi haltebus.com , Rabu (19/12/18).

Di pulau Jawa, PO. Pandwa 87 adalah salah satu dari dua perusahaan bus yang bergerak di bisnis sewa-menyewa bus wisata yang memiliki bus tingkat. Kedua perusahaan ini boleh dibilang menghadirkan bus mewah yang ekslusif dengan target pasar VIP (Very Important Person) atau VVIP (Very Very Important Person.



Berbasis Mercedes-Benz OC 500 RF-2542, bus double-decker Pandawa87, menurut Gunawan, melengkapi layanan yang mereka hadirkan. PO. Pandawa87 memiliki armada yang cukup bervariasi, mulai minibus besar hingga bus double-decker. Mercedes-Benz menjadi salah satu merek favorit Gunawan.

Gunawan memiliki armada Mercedes-Benz Sprinter, di jajaran bus ada Mercedes OF917 (bus sedang), Mercedes-Benz OH-1526 dan Mercedes-Benz OH-1626 (bus menengah) hingga bus besar Mercedes-Benz O 500 R-1836, Mercedes-Benz OC 500 RF-2542. Ada juga Scania K360IB/4x2 dan Scania K410IB/6x2*4. Dia pun berkomentar singkat, tentang alasan membuat bus double-decker yang mewah, “Maka dari itu kami menyiapkan bus Double-Decker yang mungkin diharapkan bisa disewa untuk segmen pasar VVIP yang ada.”

Bus double-decker Pandwa87 cukup membuat siapapun kagum dengan interiornya. Ada 30 kursi di lantai atas yang nyaris semuanya dibuat berhadap-hadapan, mirip dengan ruang rapat. Hanya dua kursi di lantai atas yang menghadap ke depan seperti bus kebanyakan. Di kursi paling depan, justru dibuat menghadap ke arah belakang sehingga konfigurasinya menjadi berhadapan.



Sensasi lain di lantai dua adalah atapnya yang bisa melihat langit. Pemandangan luas dari atas lantai dua ini diperluas lagi dengan atap kaca itu. Kabin bus juga terasa lebih terang dan luas. Gunawan tidak berkeberatan dengan ruang kabin bus yang terkesan kosong dan tak terpakai maksimal seperti di bagian depan lantai dua. Dia hanya berpikir, kenyamanan yang bisa tercipta akan lebih maksimal dengan model tata ruang yang dipilihnya.

“Untuk (pangsa) pasarnya memang kecil, dibanding dengan unit bus yangg reguler atau di kelasnya, maka dari itu unit Double-Decker, kami buat yang luxury/ mewah biar sekali jalan bisa mendapatkan profit yang lumayan agak besar, guna menutupi pasar yang kecil,” ujar Gunawan menjelaskan ide mengoperasikan bus double-decker-nya.



Dari sisi bisnis, Gunawan sedikit memberikan gambaran banderol untuk sekali menyewa bus itu. Lumayan mahal untuk ukuran sewa-menyewa bus per harinya, yakni di kisaran Rp. 12,5 -15 juta. Walaupun dia tak menjelaskan detil perhitungan bisnis dengan menyediakan bus double-decker itu, dia yakin pendapatan sekali jalan bus itu masih bisa diandalkan. “Jarang jalan tetapi sekali jalan bisa dpt profit gede,” katanya singkat.

Target ceruk pasar yang tidak besar ini yang mendasari Gunawan merasa perlu menyediakan bus yang nyaman. Tak kalah menariknya dengan fasilitas di lantai dua, apa yang disiapkan di lantai satu juga membuat siapapun menggelengkan kepala. Ada kamar tidur dan sofa panjang yang bisa diduduki enam orang. Dari penataan ruangan, Gunawan ingin menciptakan suasana santai.



Dari mana ide penataan ruangan ini? Gunawan mengaku, dalam kesempatan beribadah umroh di Arab Saudi, dia dan keluarga tergelitik mencoba bus privat yang mewah. Saat itu di dalam bus yang dinaikinya memiliki interior yang tak jauh berbeda dengan interior bus double-decker miliknya. “Mulai bangku dan kamarnya (saya buat) sama dengan bus doble-decker ini,” begitu dia menjelaskan.

PO. Pandawa87 yang tergolong baru ini banyak menarik perhatian pelaku usaha transportasi bus di Indonesia. Dalam waktu empat tahun armadanya sudah menyentuh 200 unit dan tersebar di Pasuruan, Malang, Boyolali dan Cianjur. Beragam terobosan dilakukan Gunawan untuk memperkenalkan usahanya ke masyarakat. Cara yang tidak umum ditempuhnya agar armada bus dan perusahaannya terlihat berbeda. Langkah ini dipercaya mempermudah pelanggan menidentifikasi perusahaan bus mana yang akan dipilihnya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013