Minggu, 25 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MENGEMUDIKAN BUS MILIK SENDIRI, MEMBANGUN SOLIDITAS
 
19 Agustus 2011
(Denpasar – haltebus.com) Tidak semua yang mengemudikan bus adalah pengemudi bus. Kalimat ini mungkin sedikit membingungkan anda. Namun itulah fenomena yang kerap kita temui di lapangan. Seperti yang dilakoni Teddy Sumantri. Dia kerap mengemudikan bus Denpasar – Jakarta, Denpasar – Yogya dan kota-kota lainnya. “Saya memang senang dengan bus, saya merintis usaha bus mulai dari nol,” kata pria kelahiran Jakarta 34 tahun silam saat ditemui haltebus.com di garasi Blessing Transport akhir bulan lalu.

Teddy serius menggeluti bisnis usaha jasa transportasi bus. Usahanya berawal ketika dia membantu usaha orang tuanya di bidang jasa pengantaran. Dari sekedar membantu, akhirnya mengemudikan kendaraan menjadi kegemarannya. Jiwa bertualangnya pula yang membawanya mengemudikan bus di beberapa perusahaan bus terkemuka di Jakarta. Disinilah dia menyelami bisnis transportasi secara mendalam.


Berbekal pengalaman dan hobinya di bidang otomotif, akhir 1990-an Teddy mulai merintis Blessing Transport di Bali. Bermodal sebuah minibus, bisnisnya mulai berkembang dari sekedar menyewa unit dari rental kendaraan hingga akhirnya memiliki armada sendiri. Dia memiliki pelanggan untuk berwisata keliling Bali yang membuatnya bisa berkembang. Pulau Dewata dipilihnya karena wisatawan berkunjung ke berbagai obyek wisata yang tersebar di penjuru pulau.


Namun, usahanya ini tak berjalan mulus. Bank yang memberikan pinjaman menarik asetnya karena usahnya mengalami penurunan. “Namanya juga usaha, kadang naik kadang turun” ujar Teddy santai.


Semangat juang yang tinggi, tak membuat Teddy berpangku tangan. Dia mulai bangkit perlahan. Berbagai pekerjaan dilakoninya, termasuk kembali mengemudikan bus malam Jakarta – Denpasar. Tak sampai dua tahun Teddy menjalani hidup menyusuri pantura Jawa dan Bali. Hingga dia bertemu sahabatnya yang mau membantu meminjamkan satu unit bus untuk memulai usahanya kembali.


Kepercayaan ini tak disia-siakan. Perlahan namun pasti armadanya berkembang. Bus pinjaman pun sudah berhasil dilunasi. Dan kini, enam unit bus dikelolanya bersama kru-kru busnya yang setia. Teddy tak menganggap kru bus Blessing Transport sebagai bawahannya. “Mereka mitra saya membangun usaha ini. Saya selalu bilang, saat bekerja jadikan saya seorang atasan, saat santai jadikan saya seorang teman, saat kesusahan jadikan saya sebagai keluarga,” katanya sambil merendah.


Meski armada yang dimiliki Teddy tergolong lawas, namun dia tetap optimistis usahnya bisa berkembang. Kuncinya, keluar membangun hubungan yang baik dengan kolega, ke dalam melakukan perawatan maksimal untuk setiap armada dan membangun kekompakan seluruh karyawan. Teddy lupa menyebutkan satu kunci lagi. Sesekali mengemudikan busnya. Dengan kegemaran ini, dia bisa membangun komunikasi langsung dengan pelanggan, dengan begitu apa yang diinginkan pelanggan bisa cepat ditanggapi. Selain itu, kebiasaannya ini bisa semakin memupuk rasa kekeluargaan diantara pegawainya karena hubungan atasan dan bawahan yang cair.
Mengutip motto seorang sahabat haltebus.com, "Kepuasan Total Pelanggan" (mai/foto: bay/BlessingTrans)

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013