Selasa, 19 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO KEMBANGKAN PELATIHAN KESELAMATAN BERKENDARA
 
06 November 2019


(Jakarta – haltebus.com) PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) melebarkan sayap pengembangan pelatihan untuk keselamatan berkendara. Di Pusat Pelatihan Hino Indonesia, Jatake, Tangerang, Jumat (4/10/19), PT. HMSI menggelar pelatihan untuk para pelatih kecakapan pengemudi yang diikuti pelanggan dan diisi oleh pemateri dari berbagai instansi. “Sebagai contoh tahun lalu, Hino menjual sedikitnya 40 ribu kendaraan. Ini artinya diperlukan sedikitnya 80 ribu pengemudi. Ini artinya dibutuhkan tanggungjawab bersama untuk mencetak pengemudi yang berkeselamatan,” kata Direktur Promosi dan Penjualan PT. HMSI, Santiko Wardoyo dalam sambutannya.

Menurut Santiko, tahun lalu PT. HMSI sudah menggelar kompetisi pengemudi, Hino Safety Driving Competition. Menurut dia, ada lebih dari seribu pengemudi yang tersebar di 10 kota di Indonesia yang ikut ambil bagian. Dalam kegiatan itu, lanjut dia, pengemudi diberikan materi-materi terkait keselamatan di jalan raya, baik secara teori maupun mempraktekkan ketrampilannya dalam serangkaian tes.

Dia luar itu, lanjut Santiko, Pusat Pelatihan Hino Indonesia juga mengadakan pelatihan-pelatihan baik pengemudi, mekanik dan instruktur untuk para pelanggan Hino. Pelatihan ini masih ditambah lagi dengan pelatihan yang dilakukan di delaer-dealer dengan panduan dari PT. HMSI. “Kami terus melakukan pelatihan-pelatihan ketrampilan agar keselamatan di jalan raya bisa kita ciptakan bersama. Misalnya dari seribu orang pengemudi bisa menularkan ilmunya kepada 10 orang lainnya, sudah lumayan. Ini yang kami harapkan,” ujar Santiko.

Dalam beberapa kesempataan Santiko menyebutkan, kendaraan Hino yang telah terjual di pasar Indonesia mencapai 300 ribu unit. Menurut dia, jumlah yang besar ini menjadi tanggungjawab moril PT. HMSI agar keselamatan di jalan raya bisa terwujud. Secara bertahap Hino Indonesia memperbaiki standard layanan, termasuk standar pelatihan bagi mekanik, pengemudi dan instruktur di dealer-dealer Hino yang tersebar di seluru Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setyadi menyambut baik kegiatan-kegiatan PT. HMSI untuk membantu pemerintah dalam menciptakan jalan raya yang aman dan nyaman. Keselamatan di jalan raya, kata dia, menjadi prioritas Kementerian Perhubungan. “Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas komitmen dan kepedulian yang tinggi dari Hino untuk menciptakan keselamatan di jalan raya,” ujarnya.

Menurut Budi, kegiatan pelatihan untuk pengemudi sangat diperlukan agar kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar seperti bus dan truk bisa dihindari. Dia mengatakan, kompetensi pengemudi menjadi kunci utama dalam menciptakan jalan raya yang aman dan selamat. Perbaikan kompetensi ini harus disertai dengan perbaikan di internal perusahaan pemilik armada. Standar pengemudi, standar prosedur dan bagaimana menempatkan posisi pengemudi menjadi salah perhatian Budi dalam perbaikan ekosistem transportasi berbasis jalan raya.

Budi membenarkan pernyataan Santiko bahwa saat ini Indonesia masih membutuhkan pengemudi baik dari kualitas (pengemudi yang cakap dan terampil) dan dari sisi jumlah. Budi menambahkan, pemerintah ingin mencetak pengemudi yang memiliki pengetahuan yang baik terkait operasional dan regulasi di jalan raya, keterampilan mengemudi dan perilaku yang baik. Dia berharap, peningkatan kompetensi ini akan berpengaruh terhadap penurunan kecelakaan dan meningkatnya kepatuhan di jalan raya.

Sementara itu Senior Officer PT. HMSI yang membawahi layanan purna jual, komponen dan pelatihan, Irwan Supriyono menaambahkan, keterampilan dan pengetahuan pengemudi menjadi kunci di jalan raya. Dia mencontohkan, seorang pengemudi harus memahami cara mengoperasikan kendaraannya, bagaimana karakter kendaraan dan mampu mengambil langkah yang tepat selama bertugas.

 


“Gampangnya sih, saat pengemudi membawa kendaraannya, harus diperhitungkan beban yang dibawa, kecepatan yang aman dan posisi persnelingnya. Saat membawa beban berat, tentu jarak pengereman menjadi lebih panjang, itu artinya kecepatan tidak boleh tinggi,” katanya.

Kemampuan pengendalilan kendaraan besar seperti bus dan truk, menurut Irwan perlu terus ditanamkan. Ada pembekalan secara teori maupun praktek. Sejauh ini, menurut dia, PT. HMSI sudah ada sedikitnya 3.000 pengemudi yang mengikuti program pelatihan di Hino Indonesia. sementara untuk instruktur ada 120 orang. Dia berharap jumlah itu bisa terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran keselamatan di jalan raya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013