Selasa, 23 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PENGUNJUNG KENDARAAN KOMERSIAL AKAN MELIMPAH DI GIIAS 2019
 
11 Maret 2019


(Jakarta – haltebus.com) Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang berlangsung 18-28 Juli 2019 akan menguntungkan kendaraan komersial. Tahun ini, arus utama pengunjung GIIAS diubah dan salah satu area yang dilalui arus utama pengunjung di awal mereka masuk adalah area pameran kendaraan komersial. “Ada perubahan layout, biasanya di Hall 10 ada merek besar seperti Toyota, Honda dan lainnya, besok posisi ini berubah menjadi di Hall 1 dan 2,” kata Project Director Seven, untuk pameran GIIAS, Agus Riyadi saat konferensi pers, Selasa (26/2/19).

Agus menjelaskan, pola ini untuk mengakomodir beberapa informasi yang masuk dari peserta pameran GIIAS. Dengan perubahan ini diharapkan pengunjung akan melihat area kendaraan komersial dan supporting industry otomotif. Menurut dia, sebelumnya, kedua ruang pamer area kendaraan komersial ini berada di Hall 1-3 yang menjadi ujung dari arus arus utama pengunjung. Dia mengungkapkan, banyak pengunjung berbalik arah setelah sampai di ujung area pameran kendaraan penumpang begitu mengetahui apa yang dipamerkan di areal paling ujung.

Dia menjelaskan, arus utama banyak masuk dari Hall 10 karena letaknya cukup strategis. Selain ada areal parkir luar ruang yang luas, ada titik turun dan naik pengungjung yang memarkirkan kendaraannya di kantong-kantong parkir. “Kali ini pengunjung sedikit kami paksa, dalam tanda petik, melalui kendaraan komersial dan supporting industry,” ujarnya.

Dalam denah rencana pameran yang sudah dirilis GIIAS 2019 ada beberapa peserta yang sudah tidak asing lagi dari industri bus. Dari pabrikan Hino dan Isuzu. Sementara dari karoseri ada PT. Adiputro Wirasejati, CV. Laksana dan PT. Sejahtera Tentrem. Posisi mereka yang tadinya ada di Hall 3a dan 3 bergeser menjadi Hall 7 dan 8.

Menurut Presiden Direktur Seven, Romi, ada pola baru yang sejak tahun lalu mulai diterapkan pada GIIAS terkait pengunjung. Pertama, kata dia, ada tantangan dari Gaikindo untuk membuat kunjungan lebih merata selama 10 hari pameran, tidak menumpuk di akhir pekan. Karena itu, mereka mencoba memberanikan diri untuk membuat harga tiket dua kali lipat di akhir pekan dibandingkan dengan di hari biasa. “Bagaimana caranya pengunjung itu rata, itu KPI dari Gaikindo kepada kami. Alhamdulillah hasilnya terlihat, ada pemerataan pengunjung,” katanya.

Pemerataan pengunjung, menjadi salah satu syarat dari pelaksanaan pameran GIIAS yang nyaman. Setidaknya hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi sekaligus mengonfirmasi apa yang disampaikan Romi. Menurut dia, pengunjung tidak akan bisa menikmati pameran jika harus berdesak-desakan. “Gak ada gunanya angka yang tinggi kalau pengunjung ini tidak merata, nah sekarang sudah ada pemerataan kunjungan. Tahun lalu untuk target pengunjung sudah cukup baiklah,” kata Nangoi.

Target pemerataan pengunjung, lanjut Nangoi, adalah salah satu bagian dari strategi GIIAS 2019. Sebab, fokus pameran akan dititikberatkan pada transfer pengetahuan masyarakat atas teknologi industri otomotif yang ada di Indonesia. Pameran menjadi alat untuk mengkomunikasikan perkembangan teknologi yang sudah dicapai. Gaikindo, menurut Nangoi, sudah mulai mengurangi publikasi angka penjualan kendaraan di GIIAS agar penyebaran informasi teknologi otomotif Indonesia lebih menonjol.

Pengunjung yang datang dengan suasana nyaman, tidak padat atau berdesakan, dipercaya Nangoi dan tim penyelenggara GIIAS bisa membuat mereka memahami apa yang dipamerkan. Nangoi juga menegaskan, posisi GIIAS cukup penting di antara pamaeran otomotif dunia, sebagai salah satu rangkaian pameran kelas dunia. Sebagai anggota OICA, Gaikindo bersama GIIAS juga ingin menunjukkan eksistensi industri otomotif di negeri ini. (naskah : mai/foto : GIIAS)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013