Sabtu, 25 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
RISET BUS OTONOM VOLVO DI SINGAPURA DIMULAI
 
15 Maret 2019


(Jakarta – haltebus.com) Kerja sama antara Volvo dan salah satu Universitas terkemuka di Singapura, Nanyang Technological University (NTU) dimulai. Sebuah bus otonom mulai digunakan sebagai obyek riset di NTU. Kerja sama ini menandai dimulainya operasional bus otonom pertama Volvo di dunia. “Bus listrik kami dilengkapi dengan teknologi otonom yang merepresentasikan langkah penting visi kami untuk kota yang bersih, aman dan pintar,” kata President Volvo Buses Håkan Agnevall, Selasa (5/3/19) di Singapura.

Bus listrik otonom 12 meter itu rencananya akan menjadi bahan riset di kampus NTU. Kerja sama ini sebagai bagian dari rencana pemerintah Singapura, yang diinisiasi Land Transport Authority-Otoritas Transportasi Darat (LTA), mengoperasikan bus otonom tahun 2022. Bus yang dipilih juga bus yang secara aplikasi bisa dioperasikan pada rute reguler nantinya.

Volvo dalam penjelasan resminya menyebutkan bus yang digunakan adalah bus Volvo 7900 Electric dengan kapasitas angkut 85 penumpang. Bus otonom ini dilengkapi dengan sensor dan kontrol navigasi yang dikendalikan oleh sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligent-AI). Untuk memastikan keamanan dan keandalannya, sistem AI yang digunakan juga dilindungi keamanan siber agar bisa mengantisipasi intervensi dari luar kendali utama bus.

Bus Volvo ini menjalani serangkaian tes di pusat riset kendaraan otonom, The Centre of Excellence for Testing and Research of Autonomous vehicles (CETRAN). Rencananya akan dioperasikan seputar kampus. Dan secara bertahap jika memungkinkan juga beroperasi di bagian belakang kampus NTU.

”Perjalanan menuju kendaraan otonom secara penuh tidak dapat dipungkiri kompleksitasnya, kerja sama kami dengan NTU dan LTA adalah titik kritis mewujudkan visi masa depan dan sebagai komitmen kami, mengaplikasikan (bus otonom) dengan pendekatan mengutamakan keselamatan,” kata Håkan menjelaskan.

Komponen yang tertanam dalam bus otonom Volvo 7900 Electric sebagian besar terdiri dari sensor pergerakan. Sensor itu antara lain light detection and ranging sensors (LIDARS), kamera 360 derajat dan global navigation satellite system tingkat tinggi yang menggunakan kontrol kinematik langsung (real-time). Cara kerja navigasi global berbasis satelit tidak ubahnya seperti fungsi Global Positioning System (GPS), bedanya yang digunakan pada bus otonom Volvo ada penggunaan sumber data jamak untuk memastikan lokasi kendaraan secara akurat. Akurasi titik pergerakan kendaraan dalam sistem navigasi yang digunakan hingga satu sentimeter.

Ada sistem lain yang juga mendukung kerja sensor. Volvo menyebutnya “inertial management unit”, sistem ini memastikan posisi kendaraan dari sisi permukaan jalan yang dilalui. Sudut bus dalam posisi menanjak, menurun dan jalan tidak rata bisa diketahui dengan dukungan sistem yang ikut mendukung seluruh pergerakan bus itu. Volvo menjelaskan, sensor kendaraan yang lengkap untuk memastikan perjalanan bus yang aman dan nyaman.

Dalam kerja sama dengan Volvo, NTU mendapat kesempatan mempelajari perangkat lunak yang tertanam pada bus onotom. Kerja sama mencakup penelitian operasional perangkat lunak untuk sensor beragam pengendalian di permukaan tanah. Periset NTU akan mempelajari dan meningkatkan sistem AI yang berkomunikasi dengan beragam sensor uang pengoperasian sebuah bus otonom.

Bahkan, hasil riset NTU langsung diaplikasikan di bus Volvo. Menurut Presiden NTU, Subra Suresh bus listrik yang dioperasikan di NTU itu sudah otonom sepenuhnya. Dia mengatakan, bus bisa dioperasikan di rute reguler dan aman, efesien, anda serta nyaman untuk penumpang komuter.

”Proyek penelitian ini tidak hanya melibatkan ilmu pengetahuan mutakhir, teknologi dan kecerdasan buatan, tetapi juga merupakan contoh yang sangat baik dari kemitraan erat antara akademisi, industri dan lembaga pemerintah dalam menerjemahkan penelitian dasar ke dalam produk dan layanan untuk kepentingan Singapura dan sekitarnya,” kata Suresh seperti dikutip dari straitstimes.com.

Chief Innovation and Techonology Officer, LTA, Lam Wee Shann menjelaskan, peluncuran di jalan raya itu menandai langkah penting kerja bersama antara LTA dan NTU. Kedua lembaga menyepakati kerja sama pengembangan bus otonom untuk layanan di rute tetap dan berjadwal. Kerja sama ini sudah dilakukan sejak Oktober 2016.

“(Bus otonom) ini sejalan dengan visi Singapura dalam mengerahkan kendaraan otonom untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas bagi para penumpang," katanya. Kami akan terus bekerja sama dengan NTU untuk memfasilitasi pengujian kendaraan otonom yang aman dan kuat,” ujar Shann

Dalam kesempatan itu Suresh menambahkan, bus otonom yang mereka siapkan sudah berada di level 4 otonom. Di level ini bus sudah bisa bergerak sendiri dengan segala fitur kecerdasan buatan. Namun, masih ada sebagian fungsi yang masih dikendalikan manusia. Untuk bus otonom sepenuhnya ada di level 5, dimana bus bisa bergerak sendiri tanpa ada pengendalian manusia. (naskah : mai/foto : volvobuses.com/straitstimes.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013