Minggu, 18 Agustus 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DAIMLER RAIH PERTUMBUHAN PENJUALAN DI TAHUN 2018
 
19 Maret 2019


(Jakarta – haltebus.com) Untuk pertama kalinya, sejak mendesain ulang strategi pemasaran produk secara global, Daimler AG, induk bus Mercedes-Benz mengumumkan angka penjualan khusus bus. Menurut keterangan yang dirilis laman resmi Daimler AG, penjualan selama tahun 2018 tercatat 30.900 unit bus dan chassis meningkat dibandingkan capaian tahun 2017 yang tercatat 28.700 unit.

“Di Daimler Bus kami sangat senang dengan bisnis di tahun 2018. Kami secara signifikan telah meningkatkan penjualan di seluruh dunia. Dengan peluncuran bus untuk pasar bus listrik Mercedes-Benz eCitaro, layanan digital baru dan minibus generasi baru kami, serta kami juga mengambil beberapa langkah penting menuju masa depan. Ini adalah kinerja yang luar biasa oleh tim bus internasional kami!,” ujar Head Of Daimler Buses yang juga Chairman of Board of Management Evobus GmbH, Till Oberwörder dalam keterangan resmi yang dirilis akhir Februari lalu.

Divisi bus Daimler yang membawahi Mercedes-Benz, Setra, Sprinter, Fuso dan BharatBenz itu mengukuhkan posisi di tempat teratas untuk pasar Uni Eropa, Swiss, Norwegia serta Amerika Latin seperti Brasil, Argentina dan Meksiko. Penjualan Daimler bus terdongkrak seiring dengan pengaturan ulang strategi global dengan pembagian wilayah-wilayah kerja di seluruh dunia.

Pada tahun 2015, di luar Eropa Daimler membagi kantor regional di antaranya Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara serta Amerika Latin Pertumbuhan. Dalam pernyataannya, Daimler menyebut di saat penjualan di Amerika Latin melemah akibat pertumbuhan ekonomi di kawasan itu yang melambat, pasar di Asia Selatan, khususnya India dan Asia Tenggara meningkat.

Di tahun 2019, Daimler memproyeksikan kenaikan penjualan bus dan chassis seiring mulai efektifnya strategi global mereka di beberapa wilayah. Strategi mereka berbasis pada tiga pilar keunggulan yakni eksistensi di pasar global, teknologi baru yang terdepan serta keunggulan bisnis. Di tahun 2018 Daimler mencatat pertumbuhan itu didapat dari keunggulan posisi mereka di pasar yang menjadi basis utama serta pertumbuhan di basis yang baru.

Dua target pasar di Asia untuk pertumbuhan penjualan di tahun 2019 adalah India dan Asia Tenggara. Beberapa tahun terakhir Daimler India Commercial Vehicles (DICV) menjadi tulang punggung pasar baru, yang menjadi basis produksi baru Daimler. Pusat perakitan Daimler di India, selain memproduksi BharatBenz juga memasok kebutuhan bus dan chassis di pasar Afrika Utara dan Asia Tenggara. Dua model yang dipasarkan di Indonesia misalnya, OF917 dan OF 1623 RS diproduksi di sana.

Di Eropa dan kawasan di sekitarnya, Daimler mengandalkan teknologi terbaru mereka untuk bus kota. Selain bus diesel bertsndar emisi Euro VI, bus hybrid, bus diesel CNG, produk terbaru yang diluncurkan di pameran kendaraan komersial IAA, Hannover, Jerman tahun lalu adalah eCitaro yang berbasis listrik. “Kami juga telah menetapkan beberapa target ambisius untuk tahun mendatang dan berniat untuk terus tumbuh, tidak hanya di pasar kami yang sudah mapan, tetapi terutama di kawasan pertumbuhan baru di dunia,” ujar Oberwörder mempertegas targetnya.

Ambisi Daimler tidak berlebihan, mengingat mereka berhasil mebukukan penjualan 7.000 unit di daerah pertumbuhan baru. Di Indonesia, upaya untuk mengukuhkan pasar diawali dengan kembalinya salah satu bus paling sukses di sepanjang sejarah Mercedes-Benz di Indonesia. bus bermesin depan yang kini hadir lebih modern akan menjadi tulang punggu penjualan di segmen pasar tradisional masa lalu. Bus-bus Mercedes-Benz OF-1113 yang hingga kini masih beredar bisa digantikan dengan Mercedes-Benz OF-1623 RF yang sudah mengaplikasikan engine management system.

Sementara itu, Mercedes-Benz OC 500 RS-1836 menjadi andalan untuk bus jarak jauh. Seiring dengan bertambahnya jaringan jalan tol di sejumlah daerah di Indonesia, bus bertenaga 360 HP itu menjadi andalan utama di kelas premium 18 ton. Divisi bus Mercedes-Benz yang mengubah strukturnya di Indonesia menjadi PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia, juga bersiap membelah diri dan mengukuhkan dealer-delaer Mercedes-Benz menjadi ujung tombak melayani pelanggan. Salah satu contoh yang sudah beroperasi adalah PT. Panji Rama Otomotif (PRO) Motor yang memiliki fungsi lengkap dealer penjualan kendaraan komersial. (naskah : mai/foto : daimler.com)


Daimler Buses: 2018 business year at a glance

  2018 2017
Sales
4,529
4,524 ¹
EBIT  
265 
281 ¹
Capital expenditure
144  
94
Research and development 199
194
of which are active development costs 41
30
in million euros    

¹ The values were adjusted in line with the first use of IFRS 15 and IFRS 9.


Employees (31.12.)                           
2018 2017
Total                                                
18,770 18,292
Germany                                            
8,545 
8,462
Other countries                                   10,225 9,830


Sales (units)
2018 2017
Total                                                  30,888
28,676
EU30 2 
9,284
8,687
of which are in Germany 2,902
3,057
Latin America (excl. Mexico)
13,681
12,740
off which are in Brazil
8,778
7,201
Mexico 3,236
3,440
Asia
3,172
2,348
Other markets 2 EU, Switzerland and Norway 1,515
1,461
     


 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013