Jumat, 30 Oktober 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
JETBUS ATAU ROYAL?
 
22 Agustus 2011


(Jakarta – haltebus.com) Beberapa tahun terakhir industri karoseri bus di Indonesia bergairah. Setiap tahun, ada saja model-model baru yang diluncurkan karoseri bus. Seperti yang dilakukan oleh karoseri Adiputro. “Tahun ini kami juga mengeluarkan model baru. Ini kami lakukan atas masukan dari pelanggan,” kata Manager Marketing Adiputro Wirasejati, Randy Lionardy kepada haltebus.com di sela-sela Indonesia International Motor Show akhir Juli lalu.

Menurut Randy, seperti tradisi di Adiputro semua model bus yang diproduksi diberi nama Royal Coach dengan varian Royal Coach E dan Royal Coach SE. Namun tahun ini ada nama Jetbus pada produksi bus terbaru karoseri ini. “Sebenarnya untuk nama kami tetap memakai Royal Coach, nama yang identik dengan bus mewah,” ujarnya.

Randy menjelaskan, nama Royal Coach sebenarnya menjadi pakem di Adiputro. Dalam kurun dua tahun terakhir desain yang dikeluarkan karoseri yang berbasis di Malang, Jatim ini dibedakan dari desain lampu depan dan belakang. Sebelumnya kita mengenal desain, berdasarkan garis bodi samping bus seperti misalnya model Tourismo, Setra, dan Travego. Sedangkan model yang berbasis lampu dikenal dengan nama lampu Marcopolo dan lampu Smile. Untuk keluaran tahun 2011, menurut Randy, secara internal Adiputro disebut lampu Royal. Disebut lampu Royal karena desainnya yang elegan.

Lalu bagaimana dengan nama Jetbus yang sekarang dikenal? Nama ini bisa kita temui di setiap bus yang baru keluar dari karoseri Adiputro dengan desain lampu Royal. Menurut Randy, awalnya nama itu dari kalangan internal Adiputro. Namun karena ada tradisi Royal Coach, mereka tidak menjadikannya nama paten desain. ”Ternyata ada satu pelanggan kami mengetahuinya dan senang dengan nama Jetbus…yang bersangkutan minta stiker nama Jetbus ditempel di kaca depan busnya. Eh ternyata pelanggan yang lain juga sama senangnya. Jadilah yang lebih dikenal Jetbus. Tapi bagi kami tetap Royal Coach,” kata dia.



Dari desain model lampu Royal atau yang sekarang terkenal dengan nama Jetbus terlihat sejumlah perubahan, terutama di bagian belakang. Pada produk sebelumnya, bodi belakang bus terlihat ramping cenderung kotak. Sedangkan pada model lampu Royal, bagian belakang sedikit membulat mengikuti lampu belakang yang terlihat elegan. Melihat lampu belakangnya kita akan teringat lampu belakang sedan Mercedes-Benz. Ada pula tujuh titik LED untuk stoplamp yang cukup terang saat pedal rem diinjak pengemudi

Di bagian depan, lampu Royal terlihat menarik saat menyala di malam hari, meski desainnya lebih kecil dari lampu Marcopolo yang diproduksi sebelumnya. Saat menyala, lampu LED terlihat manis berjejer di atas lampu besar. Tak lupa ada pula LED enam titik menghubungkan lampu Royal. Garis lekukan pada bagian depan juga ikut mempertegas karakter lampu Royal ini. Lampu kabut di bawah lampu besar juga mempercantik tampilan.

Sedangkan di bagian interior, tidak terlihat perubahan terlalu menyolok, mengingat model sebelumnya, lampu Marcopolo juga masih diproduksi. Desain interior kedua model nyaris hampir sama.



Dalam kesempatan itu, Randy mengakui, banyak pelanggan yang tertarik dengan model-model yang diproduksi pihaknya. Saat ini, yang banyak dipesan pelanggannya setidaknya dua model. ”Ada model dengan lampu Marcopolo dan lampu Royal dengan pilihan bodi yang tinggi semi highdeck dan bus dengan tinggi biasanya. Untuk yang semi highdeck hanya selisih tinggi 15 cm saja,” kata dia.(mai/foto:bay)

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013