Senin, 22 April 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PRESIDEN BUSWORLD : KAMI INGIN IKUT DALAM PERUBAHAN DI INDONESIA
 
26 Maret 2019


(Jakarta – haltebus.com) Pameran Busworld South East Asia dibuka, Rabu (20/3/19) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ini adalah pameran pertama Busworld di kawasan Asia Tenggara. President of Busworld, Didier Ramoudt mengungkapkan, pihaknya sangat senang bisa mengadakan pameran di Jakarta. “Asia Tenggara adalah salah satu kawasan dengan potensi pertumbuhan yang cukup baik, kami ingin menjadi bagian dari perkembangan transportasi berbasis bus di kawasan ini,” kata dia dalam sambutan pembukaan.

Didier menjelaskan, Busworld sejak 48 tahun lalu sudah memulai mengadakan pameran khusus bus di Eropa. Basis mereka di Kortirjk, Belgia. Selama kurun waktu itu, Busworld berkembang ke berbagai kota di tiga benua. Menurut dia, sekarang Busworld diselenggarakan di Rusia, Turki, Kolombia, China, Polandia, Kazakhstan, India dan kini hadir di Indonesia yang mewakili wilayah Asia Tenggara.

Dalam sambutannya Didier menyatakan, dia bisa memahami kesulitan berbagai Negara dalam membangun transportasi publik, khususnya yang berbasis bus. Berdasarkan pengalamannya, Busworld bisa menjadi salah satu wadah untuk mengurai masalah-masalah terkait sistem transportasi dan pengembangannya. “Pasti ada benang merahnya dari semua masalah, itulah yang saya lihat selama kami mengadakan pameran Busworld di berbagai negara. Kami hadir bersama Busworld Academy yang yang melengkapi sebagai salah satu wadah memecahkan masalah transportasi,” kata Dider menjelaskan.

Sementara itu, secara terpisah, Director of Busworld Academy, Jan Deman menjelaskan, melalui Busworld Academy, siapapun yang hadir bisa mendapat wawasan baru. Menurut dia, dalam Busworld Academy digelar diskusi yang bisa membuka wawasan transportasi yang bisa diaplikasikan dengan kondisi setempat. Dia mengungkapkan, narasumber yang hadir berasal dari luar negeri yang kebanyakan adalah mitra Busworld Academy mulai dari Eropa hingga Asia.

Jan menambahkan, di berbagai negara, pola mobilitas masyarakat bisa berbeda satu sama lain. Karena itu, kata dia, dalam Busworld Academy ada konferensi dengan topik-topik aktual transportasi berbasis bus di dunia. Di Jakarta, sejumlah lembaga internasional ikut ambil bagian dalam Busworld Academy. “Saya berharap ini bisa menjadi saraana bertukar informasi dan kemajuan teknologi transportasi di kawasan Asita Tenggara,” katanya.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda, Kurnia Lesani Adnan, mengapresiasi kehadiran Busworld di kawasan Asia Tenggara dan memilih Jakarta sebagai tempat pameran. Dia mengaku senang bisa ikut terlibat sebagai mitra. “Biasanya kami harus berkunjung ke Kortrijk, Belgia, untuk melihat teknologi dan tren terbaru dunia transportasi bus di Eropa. Kami berharap informasi terbaru itu bisa hadir di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Sani ini mengungkapkan, Busworld South East Asia juga menjadi ajang transfer informasi perkembangan dunia transportasi bus untuk masyarakat Indonesia. Sejauh mana teknologi yang sudah hadir untuk bus di Indonesia, bagaimana karoseri membangun busnya serta teknologi komponen pendukung bisa diperoleh informasinya oleh masyarakat. Tak heran jika Sani merasa bangga IPOMI bisa menjadi mitra Busworld yang secara tidak langsung menunjukkan keseriusan IPOMI dan anggotanya untuk berbenah.

Busworld South East Asia juga membawa sensasi baru untuk dunia industri bus di Indonesia. Setidaknya hal itu yang dirasakan juga oleh Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stevan Arman. Dia mengaku kerap berkeliling ke berbagai Negara di Eropa sebagai kiblat tren bus dunia dan juga mengikuti pameran Busworld di Kortrijk. “Rasanya tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau Busworld hadir di Indonesia. biasanya kami ke Kortrijk untuk mempelajari tren yang berkembang di Eropa. Sekarang kami ikut pameran Busworld di Indonesia,” begitu Stevan mengungkapkan.

Busworld South East Asia menjadi pintu masuk baik seluruh pelaku industri bus baik dalam dan luar negeri untuk saling terhubung di kawasan Asia Tenggara. Bagi pelaku industri asal Indonesia, pameran ini menjadi sarana menunjukkan produk mereka di dunia internasional. Sementara bagi pelaku industri di luar negeri peluang kerja sama dan bertukar informasi bisa menjadi modal penting dalam pengembangan produk mereka. (naskah : mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013