Senin, 17 Juni 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KINI BUS INDONESIA JADI BAGIAN DIPLOMASI ANTAR BANGSA
 
09 April 2019


(Jakarta – haltebus.com) Empat unit bus Scania K360IB/4x2 model Legacy Sky SR2 XHD Prime menjadi pembuka ekspor bus dari Indonesia yang sudah dirintis sejak lima tahun lalu. Meski telah mengekspor beberapa bus ke Rep. Kepulauan Fiji, Karoseri Laksana untuk pertama kalinya mengikuti Trade Expo Indonesia sejak tahun 2014 lalu.

Kini, melalui diplomasi perdagangan pemerintah Indonesia, Karoseri Laksana mulai masuk ke pasar bus di kawasan Asia Selatan. “Eskpor keempat bus ini menujukkan daya saing Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, saat melepas ekspor perdana bus ke Bangladesh di JIEXPO Kemayoran, Kamis (21/3/19).

Menurut Retno, pengiriman empat unit bus buatan Indonesia menjadi awal yang baik untuk hubungan ekonomi Indonesia dan Bangladesh. Dia mengungkapkan, selain empat unit bus itu, masih ada 10 unit bus Double-Decker, juga dari karoseri Laksana yang direncanakan akan selesai pada akhir tahun ini. Ekspor perdana bus Indonesia, kata dia, menjadi salah satu bukti bahwa kualitas bus buatan dalam negeri diakui dunia internasional.



Dalam kesempatan itu, Retno juga menyebut ekspor empat bus ini sebagai awal langkah konkret peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Bangladesh. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan misi dagang yang diadakan di Dhaka pada April 2018 menjadi pembuka jalan untuk perdagangan kedua negara. Empat unit bus yang dikerjakan oleh Karoseri Laksana mencapai US$ 200 ribu. Total transaksi yang akan dicapai dengan total 14 unit mencapai US$ 808 ribu. “Ini juga merupakan peningkatan ekspor ke pasar-pasar non-tradisional,” katanya.

Bus yang diekspor adalah bagian dari kerja sama dagang yang melibatkan beragam produk unggulan dari Indonesia. Sebelum mengeskpor bus, Indonesia telah mengeskpor kereta ke Bangladesh. Ada 19 kereta yang sudah dikirim awal tahun 2019, dari 250 kereta yang dipesan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Arlinda menyebutkan misi dagang ke Bangladesh cukup berhasil. Pada misi dagang tahun lalu, tercatatkan transaksi senilai US$ 279 juta. Ada pemesanan 1.043 bus yang akan direalisasikan mulai tahun ini hingga beberapa tahun ke depan. Arlinda menambahkan, selain India dan Bangladesh, Pakistan dan Sri Lanka juga menjadi pasar ekspor non-tradisional di wilayah Asia Selatan yang ditargetkan pemerintah. “Dengan empat negara ini perdagangan kita luar biasa, kita surplus. Dengan Bangladesh total perdagangn kita sekitar US$ 1,9 miliar dan surplusnya mencapai US$ 1,7 miliar,” ujarnya menjelaskan.

Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stefan Arman menyambut gembira pengiriman perdana empat unit bus single decker dan rencana pemesanan 10 unit bus double-decker tahun ini. Menurut dia, produksi perakitan bodi bus di Karoseri Laksana sudah dipersiapkan untuk keperluan ekspor dan kebutuhan dalam negeri. Seiring dengan peningkatan produksi, kata dia, kualitas bus juga terus ditingkatkan. “Kami berusaha memenuhi criteria standar keamanan dan keselamatan internasional. Tahun 2018 lalu kami berhasil melakukan uji guling untuk rangka yang kami buat,” katanya.

Tahun 2019 ini, menurut Stefan, Karoseri Laksana melakukan inovasi memperbaiki mutu kualitas bus yang mereka rakit. Selain rangka yang tahan terhadap tekanan sebagai antisipasi kecelakaan, kini rangka bus juga diperkuat dengan bahan stainless steel. Dia mengklaim, selain kuat rangka stainless steel juga ringan sehingga bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Pengalaman Karoseri Laksana mengirimkan 200 unit bus ke Fiji dan beberapa unit ke Timor Leste, menurut Stefan memberikan masukan berharga untuk mempelajari kebutuhan bus di berbagai negara. Dia menjelaskan, mereka harus mempelajari regulasi setempat agar produk Karoseri Laksana bisa diterima. Perlahan namun pasti, dengan mengikuti program perdagangan pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan. Selama setahun terakhir, Karoseri Laksana sudah berkeliling ke beberapa negara Asia seperti di kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara dan beberapa negara yang menjadi target ekspor Indonesia. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013