Senin, 27 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KONSISTENSI KAROSERI LAKSANA HADIRKAN BUS KOTA DI INDONESIA
 
17 April 2019


(Jakarta – haltebus.com) Karoseri Laksana menjadi salah satu karoseri yang dinamis dalam mengeluarkan model-model busnya sejak Sembilan tahun terakhir. Tidak hanya bus untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh dan wisata, tetapi juga bus-bus untuk kebutuhan perkotaan. Salah satunya adalah bus Cityline yang didedikasikan untuk bus perkotaan. “Kami memperkenalkan Cityline-3, bus terbaru kami yang diaplikasikan di Volvo B8RLE Low Entry,” kata Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stefan Arman, di sela-sela Pameran Busworld South East Asia, Kamis (21/4/19).

Karoseri Laksana pertama kali memperkenalkan bus berlantai rendah (low entry) pada tahun 2012. Saat Indonesia International Motor Show, di Kemayoran, mereka memperkenalkan Cityline di atas chassis bus Golden Dragon. Dua tahun kemudian, bersama PT. United Tractors, pemegang merek Scania di Indonesia, mereka berkolaborasi membuat bus berbasis Scania K250UB, bus berbasis chassis berlantai rendah. Tahun 2014, diperkenalkanlah Cityline-2 bersama Scania. Tidak hanya untuk bus berlantai rendah, sejak 2015 mulai diproduksi juga Cityline-2 untuk berlantai tinggi. PT. Transjakarta menjadi perusahaan yang terbanyak menggunakan model bus ini.

Kini setelah hampir lima tahun beredar Cityline-2, Karoseri Laksana memperbaharui model bus perkotaan mereka dengan nama Cityline-3. Apa keistimewaan Cityline-3? Menurut Stefan secara mendasar ada beberapa perubahan yang mereka lakukan. Yang paling utama adalah pada rangka bus. Dia mengungkapkan, rangka bus mereka menggunakan besi stainless steel. “Mungkin baru pertama di Indonesia, bus menggunakan rangka stainless steel,” ujarnya.

Stefan menjelaskan, rangka stainless steel memiliki keunggulan tersendiri, tidak kalah dengan aluminium. Dari sisi kekuatan, kata dia, besi memiliki kelebihan. Dari sisi perawatan, stainless steel juga tidak kalah dari alumunium. Yang lebih penting lagi, menurut Stefan, rangka bus mereka yang menggunakan stainless steel bisa berselisih hingga 400 Kg dari bus berangka aluminium.

  

Pembungkus rangka stainless steel, pada bus Cityline-3 juga tak kalah menarik. Konsep bus yang modern sangat terlihat dari tampilannya. Kepala Tim Desain Karoseri Laksana, Kusririn menjelaskan, banyak penyegaran mereka lakukan baik dari sisi interior maupun eksterior. “Perubahan-perubahan ini mengukuti tren bus dunia,” begitu alas an yang dikemukakan pria yang akrab disapa Ririn.








Di bagian depan bus, masih menganut desain sederhana yang diaplikasikan pada Cityline-2. Pada Cityline-2 lampu kecil tiga titik menjadi ciri khasnya. Sementara di Cityline-3 hanya ada dua titik lampu. Lampu utama di kala malam berada di sisi dalam, sementara di sisi luar ada dua fungsi di satu lampu, yakni lampu senja dan lampu sein berbasis LED. “Kami masih mempertahankan ciri khas Cityline-2, lampu depan kami buat lebih sederhana. Seperti bus-bus Eropa,” ujar Ririn menjelaskan.

Secara umum, tampilan Cityline-3 tak kalah dengan bus-bus buatan Eropa. Konsep dua lampu depan mengingatkan pada eCitaro yang baru saja diluncurkan Daimler bersama divisi bus Mercedes-Benz. Tampilan ini juga tak kalah menariknya dengan bus-bus Volvo 7900. Tak salah jika Volvo menggandeng Karoseri Laksana untuk peluncuran bus Volvo B8RLE yang memang untuk kebutuhan bus perkotaan.











Di bagian belakang Cityline-3, lampu belakang masih menggunakan lampu kotak yang tersusun seperti kue lapis yang juga digunakan di Cityline-2. Ririn dan tim desain Karoseri Laksana menghilangkan sudut yang sedikit tajam pada Cityline-2 di bagian belakang. Kontur melengkung pada ornamen sisi samping di atap bus mulai dari depan, berakhiran sama di bagian belakang. Lekukan itu, menurut Ririn, membuat bagian belakang mengalami penyesuaian bentuk agar tidak terlihat kaku. “Prinsip dasar desainnya masih sama dengan Cityline-2 tetapi kami sedikit mengubah kontur agar sesuai dengan ornamen di atas (atap) yang memanjang dari depan hingga ke belakang,” kata Ririn.



Di bagian dalam, bus perkotaan modern sangat terasa di bagian kabin. Di bagian pengemudi, terdapat pembatas antara pengemudi dan penumpang. Di bagian depan kabin penumpang, kursi warna merah muda disusun sesuai kontur lantai dan rumah roda yang menonjol untuk memaksimalkan ruangan yang ada. Di bagian belakang yang berkontur lebih tinggi, warna biru yang senada dengan warna palfon, mendominasi. Pada Cityline-3 dua cermin di kedua pintu di bagian tengah menjadi standar interior.



Country Director, The Institute Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Yoga Adiwinarto mengaku tertarik dengan konsep bus kota yang dihadirkan Karoseri Laksana. Menurut dia, konsep bus berlantai rendah dengan dua pintu di sisi kiri dan kanan membuat transportasi kota menjadi lebih fleksibel. “Kami mengikuti perkembangan di PT. Transjakarta sejak kelahirannya sampai terakhir mereka menggunakan bus-bus low entry. Dalam pandangan kami, bus low entry ini menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang sangat tinggi,” kata dia.









Dalam catatan haltebus.com, sejauh ini baru Karoseri Laksana yang mengaplikasikan bus berlantai rendah untuk semua chassis bus berlantai rendah dari pabrikan bus di Indonesia. Ada Golden Dragon, Scania, Mercedes-Benz serta yang terakhir Volvo. Menurut Kusririn, Karoseri Laksana ingin menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas dengan model-model bus yang ada. Karena itu, untuk setiap kebutuhan, ada berbagai model bus yang mereka buat. Ada bus khusus jarak dekat dan non-AC, bus khusus antar kota jarak menengah dan jauh, bus sekolah, bus kota dan disiapkan dalam ukuran bus sedang dan bus besar. “Cityline-3, kami hadirkan untuk bus perkotaan yang modern sesuai dengan perkembangan yang ada saat ini,” ujarnya mantap.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013