Jumat, 20 September 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
INI TRIK MEMAKSIMALKAN BUS MENJADI LEBIH EKONOMIS
 
23 April 2019


(Jakarta – haltebus.com) Beragam cara meningkatkan nilai ekonomis bus dilakukan pengusaha. Mulai menambah kapasitas angkut penumpang, efisiensi bahan bakar hingga merawat kendaraan agar bisa berumur panjang. PO. Sinar Jaya memulai langkah baru sejak Februari lalu dengan mengoperasikan bus yang disebut Transporter. “Keunggulan Transporter ini ada pada bagasinya yang lebih luas,” kata Penanggungjawab Marketing & Sales PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, Eko Yulianto, akhir Maret lalu.

Nama Transporter diperkenalkan Karoseri Laksana pada akhir tahun 2018. Bersama PO. Sinar Jaya, mereka berkolaborasi membuat bus dari kelas 16 Ton yang bisa memuat bagasi lebih. Idenya adalah memanfaatkan ruang yang ada semaksimal mungkin sehingga bisa memuat barang-barang yang sering dikirim penumpang setia PO. Sinar Jaya, salah satunya adalah sepeda motor.

Sejak tahun 2012 lalu, ketika bus-bus dengan tonase dan bertenaga di atas 300 HP mulai meningkat populasinya, pergeseran keekonomisan bus juga terjadi. Bus-bus berkapasitas besar yang bisa memberikan ruang bagasi lebih luas, banyak dilirik pengusaha. Selain penumpang, bagasi menjadi nilai tambah, yang terkadang bisa menghasilkan pendapatan lebih banyak.

Hal inilah yang mendasari pemikiran PO. Sinar Jaya untuk membuat terobosan agar produktifitas armada busnya meningkat. “Kami memilih Mercedes-Benz OH-1626 karena harganya lebih murah, karakter space frame nya sama dengan bus-bus berkapasitas besar, tetapi masih memungkinkan dibuat lebih besar bagasinya,” ujar salah seorang petinggi di PO. Sinar Jaya yang tak mau disebutkan namanya.

Jika dilihat di pasaran, chasiss bus 18 Ton ke atas, yang bisa dibuat untuk bus berbagasi luas, dibanderol Rp. 1,2 sampai 1,5 miliar. Sedangkan Mercedes-Benz OH-1626, sebagai pemain tunggal bus, di kelas 16 Ton, dengan tipe chassis space frame, hanya berharga di kisaran Rp. 900 juta saja. Dengan bodi bus Transporter, pun jika berharga Rp. 600 juta, total investasi yang dikeluarkan masih kompetitif, yakni di kisaran Rp. 1,5 miliar. Inilah cara yang ekonomis yang ditempuh PO. Sinar Jaya, untuk memiliki bus dengan bagasi lebih luas karena potensi dan peluang memanfaatkan bagasi terbuka lebar.

Masih menurut Eko Yulianto, karakter penumpang PO. Sinar Jaya cukup unik. Tidak sedikit dari mereka mengirimkan barang dari Jakarta maupun dari daerah-daerah asal mereka di berbagai kota Jawa Tengah. Di masa lalu, saat penumpang sepi, barang-barang bisa diangkut dan dimasukkan ke dalam kabin penumpang. Beberapa tahun terakhir, ketika pemerintah melarang memasukkan barang ke dalam kabin penumpang, angkutan barang pun merosot.












Sebetulnya, Sinar Jaya Grup telah mencoba membuka layanan baru, khusus angkutan barang, yakni Sinar Ekspress. Namun, menurut Eko, pelanggan mereka ternyata lebih memilih membawa barang bersama mereka di saat yang sama. Karena itu, PO. Sinar Jaya mencoba cara baru dengan menambah ruang bagasi. “Bagasi ini lebih tinggi dari ruang bagasi bus biasa, cukup untuk sepeda motor juga,” kata Eko menjelaskan.

Kepala Tim Desainer Karoseri Laksana, Kusririn mengungkapkan, penambahan bagasi pada Mercedes-Benz OH-1626 yang dipilih PO. Sinar Jaya tidak menambah ketinggian bus. Ruang bagasi dibuat lebih tinggi dengan cara menurunkan ground clearance dan sedikit mengurangi tinggi kabin penumpang untuk menambah ketinggian bagasi. “Dari sisi handling bus, sudah kami ujicoba dan aman,” katanya.

Kusririn menambahkan, tidak ada perubahan bentuk dari sisi eksterior dan interior. Basis yang digunakan untuk bus Transporter ini adalah Legacy Sky SR-2 HD Prime dengan ketinggian maksimal 3,7 meter. Jika dilihat sekilas pun tidak ada yang berbeda dengan bus-bus lainnya yang sejenis. Meski Karoseri Laksana juga mengeluarkan varian Legacy Sky SR-2 XHD Prime untuk bus dengan Gross Vehicle Weight 16 Ton, tetapi dia menegaskan, khusus Mercedes-Benz Karoseri Laksana mengikuti aturan pembuatan bodi yang dikeluarkan PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) selaku pemegang merek bus Mercedes-Benz.

Salah satu sumber haltebus.com di PT. DCVI menyampaikan informasi menarik terkait inovasi yang dilakukan untuk bus Transporter. Sejauh ini mereka belum menerima rancangan gambar detil untuk konstruksi bus. “Kami sebenarnya ingin memastikan dari sisi rancangan gambar, tetapi kalo dilihat ketinggian bus masih sesuai dengan aturan kami, sebetulnya masih aman. Apalagi ground clearance lebih rendah,” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Strategi bus Transporter ini menarik minat beberapa perusahaan bus. Setidaknya hal itu yang tergambar selama pameran Busworld South East Asia. Pada pameran berskala internasional ini, Karoseri Laksana memperkenalkan untuk pertama kalinya. Ada dua perusahaan bus, yang sama-sama bergerak di layanan bus pariwisata, telah membeli bus Transporter. “Kami tertarik untuk membeli karena bagasinya berbeda. Kami coba satu ini dan akhir bulan April ada dua chassis yang akan dikirim ke (Karoseri) Laksana,” demikian alasan Direktur Operasional dan Teknik PT. Metro Multi Transportasi (PO. Manhattan), Tjahjo Wibowo saat menjelaskan kepada haltebus.com.









PT. Jackal Holidays juga memesan bus Transporter pada saat pameran Busworld. Dua unit bus ditargetkan selesai pada pertengahan tahun ini. Ruang bagasi yang lebih luas juga menjadi alas an perusahaan yang berbasis di Bandung itu. “Dua unit mudah-mudahan bisa selesai Juli. Kami mau coba dulu, kok sepertinya menarik ya dengan bagasi lebih luas,” kata Direktur Operasional PT. Jackal Holidays, Melina Noviani Arifin.

Ternyata, tidak hanya perusahaan bus dengan layanan trayek reguler, bus berbagasi lebih di kelas 16 Ton menjadi tawaran menarik untuk perusahaan bus wisata. Jackal Holidays misalnya, sering melayani kebutuhan wisata wisatawan asing dengan bawaan koper yang besar. Dengan bagasi bus yang lebih besar, ada peluang memasukkan semua barang bawaan ke dalam bus, tanpa perlu menambah kendaraan angkut tambahan. Tahun 2018-2019, Jackal Holidays menargetkan peremajaan 25 armada busnya, dan chassis bus Mercedes-Benz OH-1626 yang mereka pilih. (naskah : mai/foto : mai/dok. Karoseri Laksana)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013