Jumat, 20 September 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
UJI KONSTRUKSI, UNTUK NAIKKAN STANDAR KUALITAS BUS
 
19 Juli 2019


(Semarang – haltebus.com) Karoseri Laksana kembali mengadakan uji kekuatan konstruksi atas produk busnya, Kamis (11/7/19) di fasilitas produksi mereka di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Jika sebelumnya tahun 2018 yang diuji adalah konstruksi, kali ini mereka menguji konstruksi yang terkait dengan kursi. “Tahun lalu kami melakukan lompatan besar dengan melakukan uji guling sesuai dengan standard UN ECE.R66 sesuai tandar mutu bus di Eropa dan dunia. Sekarang kami menguji yang lebih ringan, struktur posisi kursi di dalam bus,” kata Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stevan Arman.

Stevan mengungkapkan, uji konstruksi kursi yang dikenal dalam standar UN ECE sebagai standar UN ECE.R80 ini adalah bagian dari peningkatan kualitas produk mereka. Setelah pengujian konstruksi rangka bus tahun lalu yang dinilai memenuhi standar UN ECE, lanjut dia, Karoseri Laksana bersama pemangku kepentingan seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan terus mengevaluasi standar kualitas bus. Kebetulan, kata dia, apa yang direncanakan oleh Karoseri Laksana, sejalan dengan program pemerintah memperbaiki kualitas transportasi umum.

Apa yang diujikan oleh Karoseri Laksana? Menurut Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, awal pertama kali keprihatinan mereka saat terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa belasan penumpang bus di jalan tol beberapa tahun lalu. Saat itu, lanjut dia, KNKT melihat ada yang perlu didalami terkait konstruksi bus yang aman bagi penumpang. Lalu, ketika KNKT bekerja sama dengan ITB berkunjung ke berbagai karoseri di Indonesia, Karoseri Laksana menyambut baik rencana standarisasi konstruksi bus yang aman untuk penumpang.



“Saat ada peristiwa di Cikidang, dimana ada korban meninggal hingga 27 orang, kami lalu bertanya, bagaimana bisa kursi bus terlepas hampir semuanya. Kami bertanya-tanya, kok bisa kursi di deretan kanan terlepas dan penumpang di sisi kanan menimpa penumpang di sisi kiri dan saat bus terguling, penumpang terlempar keluar dan sebagian besar yang meninggal karena tertimpa bus,” kata Soerjanto.

Atas dasar itu, kata Soerjanto, mereka berkomunikasi dengan Karoseri Laksana untuk membuat simulasi ketahanan beban konstruksi pada kursi bus. Dia berharap, ada hal yang bisa dijadikan acuan agar perjalanan masyarakat naik bus bisa lebih aman. Setidaknya struktur kursi sebagai bagian terpenting bus dalam mengangkut orang bisa diketahui standard keamanannya.



Saat pengujian kursi di, Penyelia Tim Engineering Karoseri Laksana, Listiawan Agus Susanto memaparkan proses pengujian. Menurut dia, mereka menyiapkan alat ujit sesuai standar UN ECE.R80. Ada alat penarik yang memberikan beban maksimum para struktur kursi, yang ditempatkan pada dua titik di bagian sandaran kursi. Tekanan beban yang disumulasikan mencapai di atas 800 Kg untuk bagian bawah dan di atas 260 Kg di titik yang lebih tinggi di bagian sandaran kursi.

Ketika beban mulai dilepaskan atau kursi mulai ditarik di dua titiknya, perlahan-lahan tali baja dan alat uji hidrolik mulai menguat tarikannya. Tidak terjadi apapun pada struktur sandaran kursi. Bentuknya tidak berubah, tidak bengkok maupun patah hingga beban yang diproyeksikan tercapai. “Ada deviasi 12 cm dari bagian atas kursi ini, standar UN ECE.R80 minimal 100 cm, sedangkan di bagian bawah ada deviasi 8,5 cm dan standar UN ECE.R80 minial 50 cm. Kursi ini masih sangat aman,” kata Listiawan.









Bagaimana dengan konstruksi di bagian lantai? Saat ditarik antara kaku kursi dan penampang rel aluminium tidak patah, hanya melengkung di bagian rel. Lengkungan yang terbentuk juga terlihat membuat rel menjadi bengkok. Saat beban dilepas, sekilas kaki kursi tidak ada perubahan. “Pada pengetesan ini, yang terpenting adalah posisi struktur kursi bagian bawah. Kalau kita lihat, ada sedikit deformasi tapi deformasi ini masih cukup baik, karena deformasi ini akan menyerap energi saat terjadi tabrakan. Jadi adanya deformasi ini seperti yang kami inginkan,” kata Stevan.

Apa rahasia kekuatan ini? Yogi Hadiwijaya staf Tim Engineering Karoseri Laksana menjelaskan, ada beberapa hal penting di struktur lantai. Pertama, aplikasi besi U sebagai lantai rel alumunium. Baut yang digunakan untuk menahan rel pada bagian lantai juga bukan baut ulir melainkan baut yang diperkuat dengan mur dan ring penahan. “Kami menempatkan besi U yang menjadi landasan untuk memperkuat rel dan dudukan kursi,” kata dia dalam penjelasannya.

Resep berikutnya, ada baut penahan berdiameter 10 mm dengan ketebalan besi penahan 6 mm yang mengikat rel dengan kaki kursi. Alas kaki kursi juga menggunakan baja dengan penampang 48 mm. Rel alumunium cor setebal 3 mm di bagian atas dan 6 mm di bagian dasarnya serta lebar penampang 48 mm. Penampang kaki kursi dibuat sama lebarnya dengan lebar rel agar posisi berdirinya lebih kokoh.

Dalam pengamatan haltebus.com, di luar penampang landasan dan konstruksi kaki kursi, masih ada titik keunggulan lain yang mampu menahan beban di sandaran kursi. Selain bahan baja untuk rangka kursi, ada pula penguat siku yang terbuat dari baja dengan ketebalan 8 mm yang terletak di sudut kursi bagian bawah sandaran.

Semua proses pembuatan kursi yang dikerjakan di Karoseri Laksana juga membuat nilai tambah karoseri itu untuk mendesain kursi yang sesuai dengan standard UN ECE.R80. Kursi yang dibuat oleh Karoseri Laksana itu memiliki berat 36 kg untuk konfigurasi 2-2. Rangkanya dibuat melibatkan dua lengan robot yang masing-masing bisa menyelesaikan kebutuhan rangka kursi untuk dua unit bus per hari.

Direktur Prasana Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Sigit menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesediaan Karoseri Laksana mempelopori standar kendaraan bus yang baik. Menurut dia, uji kemampuan bus yang dilakukan oleh Karoseri Laksana bisa menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk perbaikan angkutan bus di masa mendatang. “Jangan sampai Laksana yang bagus, (sementara) yang lain tidak bagus….Hasil ini akan kami sharing ke teman-teman karoseri lain agar setara untuk semua produk,” katanya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013