Sabtu, 19 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO EDUKASI TEKNOLOGI HYBRID DI INDONESIA
 
01 Agustus 2019


(Serpong – haltebus.com) Hino Indonesia menjajaki secara serius penjualan kendaraan komersial berteknologi hybrid, yang mengandalkan dua penggerak yakni mesin diesel dan tenaga listrik. Dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang berlangsung 18-28 Juli di International Convention & Exhibition, Serpong, Tangerang Selatan, PT. Hino Motors Sales Indonesia menghadirkan truk hybrid berukuran sedang.

“Kami memiliki semangat continuous improvement, karena itu Hino terus meningkatkan efisiensi kendaraan menjadi lebih baik, termasuk salah satunya yang ditampilkan dalam GIIAS kali ini, Hino Dutro Hybrid,” kata Hiroo Kayanoki, Presiden Direktur Hino Motors Sales Indonesia saat membuka booth Hino di GIIAS, Kamis (18/5/19).

Pada pameran GIIAS tahun 2018 lalu, Hino menghadirkan bus sedang, Hino Poncho yang juga berpenggerak hybrid. Hino memperkenalkan teknologi hybrid pada bus dan truk berukuran sedang untuk mengawali penjajakan teknologi ini dipasarkan di Indonesia.

Pada Hino Dutro Hybrid, diklaim ramah lingkungan. Konsumsi bahan bakarnya bisa mencapai 13,6 km per liter. Berbasis mesin diesel electric hybrid, kendaraan bisa melaju dengan tenaga listrik dalam kondisi idle maupun saat deselerasi. Energi listrik yang tersimpan di dalam batere akan segera bekerja dalam kondisi idle dan deselerasi itu. Mesin hybrid yang terpasang pada truk Hino Hybrid ini adalah mesin 4 langkah segaris dilengkapi turbo charge intercooler NO4C dan kombinasi HV motor. Hino mengklaim mesin ini menghasilkan tenaga yang lebih besar.

Batere NiMH digunakan untuk menyimpan tenaga listrik. Dukungan PCU yang menggabungkan kerja ECU dan inverter serta batere menghasilkan kinerja yang optimal saat mekanisme hybrid bekerja. Performa kendaraan bisa tetap terjaga.

Kendaraan hybrid yang dipamerkan oleh Hino Indonesia ini sejalan dengan tema yang diusung Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pada GIIAS 2019 ini. GAIKINDO mengusung tema Future in Motion yang menghadirkan teknologi terbaru dalam dunia otomotif di Indonesia. Ketua Umum GAIKINDO, Yohannes Nangoi, berharap masyarakat bisa memahami teknologi terbaru saat berkunjung ke GIIAS ini. “Kami ingin GIIAS 2019 menjadi pameran yang mengedukasi masyarakat bahwa sebetulnya industri otomotif di Indonesia juga cukup maju,” kata Nangoi awal Juli lalu.

Direktur Penjualan dan Promosi PT. HMSI, Santiko Wardoyo mengungkapkan, dari sisi teknologi Hino memiliki beragam varian yang cukup menarik. Salah satu yang mereka hadirkan, menurut dia, menjadi bagian pengembangan teknologi Hino. “Kami pernah menghadirkan bus hybrid berukuran besar, Selega, pada pameran 2012. Tahun lalu juga ada bus medium Poncho EV,” kata Santiko.

Menurut Santiko, apapun teknologi yang dibutuhkan di Indonesia, Hino siap menghadirkan untuk masyarakat di sini. Dia berharap, pemerintah bisa mengeluarkan regulasi yang terkait dengan pengembangan teknologi otomotif di Indonesia. Hal ini diungkapkan Santiko di tengah diskusi tentang kendaraan listrik yang bergulir sejak tahun lalu di Indonesia.

Santiko menjelaskan, untuk memproduksi kendaraan komersial berbasis penggerak hybrid maupun listrik ada tahapan-tahapan yang harus dipersiapkan. Regulasi, menurut Santiko sangat penting sebagai payung hukum mempersiapkan kendaraan yang akan diproduksi. Payung hukum menjadi acuan pabrikan karena akan banyak terkait dengan berbagai hal seperti pajak, produksi, impor komponen dan lain-lain di masa transisi.

Di masa lalu, kata Santiko, Hino Indonesia pernah mendukung program pemerintah tentang langit biru. Saat itu pemerintah menyebut, dibutuhkan kendaraan komersial yang bisa digerakkan dengan bahan bakar CNG. “Kami membuat bus dan truk berbahan bakar CNG. Tetapi akhirnya produksi terpaksa kami hentikan. Beberapa tahun kemudian muncul lagi permintaan PT. Transjakarta untuk bus CNG, ujungnya juga sama,” ujarnya.

Karena itu, menurut Santiko, pihaknya saat ini memilih memperkenalkan teknologi yang dimiliki Hino sehingga bisa dipahami masyarakat luas. Dia menyatakan, jika sewaktu-waktu dibutuhkan dan regulasi terkait pengembangan pabrikasi teknologi otomotif yang dijual di Indonesia sudah jelas Hino sudah siap. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013