Minggu, 18 Agustus 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PRESIDEN JOKO WIDODO : KENDARAAN LISTRIK DIMULAI DARI TANSPORTASI UMUM
 
02 Agustus 2019


(Jakarta – haltebus.com) Presiden Joko Widodo menyatakan siap menandatangani Peraturan Presiden tentang kendaraan listrik. Sudah seharusnya Indonesia memulai penggunaan kendaraan listrik, khususnya untuk angkutan umum. “Perpresnya belum sampai di meja saya. Kalau sudah sampai di meja saya, pasti saya tandatangani,” kata dia di Jakarta, Kamis (1/7/19).

Peraturan Presiden terkait kendaraan listrik sudah ditunggu sejak dua tahun lalu. Namun, dalam perjalanannya penyiapan peraturan itu memerlukan pembahasan yang panjang yang melibatkan beragam instansi di pemerintah, mulai Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan hingga Kementerian Riset dan Teknologi.

Presiden berharap, setelah ditandatangani nanti, kendaraan listrik sudah bisa dimplementasikan. Menurut dia, semua Negara saat ini sudah mengarah ke pengunaan kendaraan bertenaga listrik. “Pengembangan mobil listrik segera bisa dimulai dan kita bisa segera mengembangkan infrastruktur penunjang dalam rangka mobil listrik ini,” ujarnya lagi.

 

Dalam kesempatan itu, Joko Widodo menegaskan, yang paling mudah untuk mengimplementasikan kendaraan listrik adalah angkutan umum. Dia menyatakan, akan segera menyampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait penggunaan angkutan umum bertenaga listrik di Jakarta. Dia sempat mengungkapkan seharusnya penggunaan kendaraan listrik ini sudah dimulai, karena itu begitu ditetapkan harus segera dijalankan implementasi kendaraan listrik.

Bagi Presiden, kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan. Dia menyebut, selain tidak menimbulkan polusi, penggunaan bahan bakar fosil bisa dikurangi. “Bus-bus…listrik. Taksi…listrik. Sepeda motor yang sudah bisa kita produksi…listrik. Skemanya seperti apa, terserah kepada Gubernur. Apakah lewat Electronic Road Pricing (ERP) sehingga orang mau tidak mau harus masuk ke transportasi umum massal,” ujar Joko Widodo menjelaskan.











PT. Transjakarta sebagai regulator dan operator angkutan umum di Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menyiapkan langkah-langkah menuju pengoperasian bus listrik. Maret lalu, bersama ITB, PT. Transjakarta menandatangani kerja sama untuk membuat kajian dan implementasi bus listrik. Dua pabrikan bus listrik PT. Mobil Anak Bangsa dan PT. Bakrie Autopart yang memegang lisensi bus listri BYD (Be Your Dream).

Sejak April-Mei sejumlah ujicoba dilakukan PT. Transjakarta bersama BYD seperti di Monas, Taman Mini serta beberapa kawasan. Namun, Direktur PT. Transjakarta Agus Wicaksono merasa belum puas. “Ujicoba itu seperti odong-odong saja, tidak dijalur regular sehari-hari seperti operasional yang sebenarnya,” kata dia.

Salah satu penyebabnya adalah belum ada regulasi terkait kendaraan listrik yang membuat bus listrik belum bisa segera dioperasikan di jalur regular. Sambil menunggu kesempatan Prepres disahkan, PT. Transjakarta juga membuka Forum Diskusi Bus & Kendaraan Listrik (FUSE) yang melibatkan semua pemangku kepentingan terkait kendaraan listrik.



Agung juga mendorong agar operator berperan aktif untuk mengimplementasikan bus listrik. Menurut dia, operator bus Transjakarta nantinya yang akan mengoperasikan sepenuhnya di bawah paying PT. Transjakarta. “Karena ini terkait pembelian dan perawatan armada yang dilakukan oleh operator,” ujar Agung lagi.

Perum PPD juga sudah menandatangani kontrak kerja sama pembelian 500 bus listrik dari PT. MAB. Dalam perayaan ulang tahun ke-65 pekan lalu di depo Ciputat, Perum PPD menghadirkan bus prorotipe I bus listrik MAB. “Uji tipe bus MAB sudah selesai, sedang dipersiapkan perijinan selanjutnya untuk produksi massal,” kata Direktur Teknik PT. MAB, Bambang Trisasongko kepada haltebus.com saat itu.



Sementara itu untuk taksi, Blue Bird Grup sudah mengoperasikan taksi berbasis mobil listrik BYD dan tengah dalam proses menyiapkan operasional mobil listrik Tesla. Operasional taksi bertenaga listrik sejauh ini masih sebatas dari dan menuju bandara Soekarno-Hatta. Ditargetkan ada 25-30 unit mobil listrik yang akan diujicoba oleh Blue Bird Grup.

“Kami masih mencari titik yang paling optimal untuk tarif. Sebisa mungkin sama dengan tarif taksi konvensional. Saat ini masih terasa mahal karena infrastrukturnya belum sepenuhnya tersedia. Di Bandara Soekarno-Hatta ada fasilitas pengisi baterai, untuk sementara kami operasikan taksi kami ke Bandara dulu,” kata Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono.

 







Untuk sepeda motor, persiapan menuju kendaraan listrik juga sudah dilakukan. Selasa (30/7/19) lalu, PT. Astra Honda Motor (AHM) mengumumkan kerja sama operasional sepeda motor Honda bersama GoJek Indonesia. Kerja sama ini bagian dari kerja sama Astra International dengan GoJek dalam kurun waktu setahun terakhir. “Astra dan Gojek kembali berkolaborasi untuk menginisiasi pilot project penggunaan motor listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia melalui aplikasi Gojek, khususnya layanan GoRide, guna mendorong gaya hidup ramah lingkungan (green lifestyle),” ujar Head of Communication Astra, Boy Kelana Subroto.
 
Menurut Boy, inisiatif dari dua perusahaan ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas motor listrik sebagai alternatif layanan transportasi berbasis aplikasi. Hasil dari ujicoba ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian dan pengembangan sepeda motor listrik pada tahap berikutnya. (naskah : mai/foto : mai/dok.setpres/astra)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013