Rabu, 16 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MENENGOK TERMINAL MODERN DI SERPONG : INTERMODA BSD CITY
 
02 Agustus 2019


(Serpong – haltebus.com) Terminal sekaligus Stasiun modern Cisauk sudah resmi beroperasi sejak Februari 2019 lalu. Namun belum banyak digunakan masyarakat di sekitar kota mandiri Bumi Serpong Damai (BSD) City serta masyarakat Jakarta yang ingin berkunjung ke sana. Terletak di sebelah Barat Daya Kota Mandiri BSD City Terminal yang diberi nama Intermoda BSD City sangat strategis. Di lokasi ini sudah dipersiapkan untuk menjadi titik perpindahan antar moda angkutan yang menghubungkan KRL tujuan ke Jakarta/Rangkas Bitung dengan perumahan.

Managing Director President Office Sinar Mas Land, Pengelola BSD City, Dhony Rahajoe, menyambut positif beroperasinya gedung baru Stasiun Cisauk. “Diharapkan fasilitas tersebut dapat memberikan pengalaman dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan fasilitas publik yang memadai. Gedung baru Stasiun Cisauk terintegrasi dengan kawasan Intermoda BSD City, tentunya akan memudahkan kehidupan masyarakat Tangerang khususnya BSD City dan sekitarnya yang mobilitasnya yang dinamis,’’ katanya.

Saat haltebus.com melihat dari dekat operasional Terminal Intermoda BSD City di Cisauk ini, akhir Juni lalu, fasilitas yang tersedia cukup membuat nyaman penumpang. Dari sisi bangunan, rancang bangun terminal sangat memperhatikan arus penumpang masuk dan keluar terminal. Di lantai satu terdapat beberapa titik penjemputan maupun tangga masuk ke terminal yang ada di lantai dua bangunan. Di bagian bawah dirancang untuk arus kendaraan antar jemput penumpang.



Di bagian atas, ada lebih dari 10 jalur parkir untuk keberangkatan bus. Berbeda dengan kebanyakan terminal, di area ini waktu tunggu bus selama parkir diperuntukkan tidak terlalu lama. Desain tempat penurunan penumpang dan keberangkatan dibuat sangat sederhana. Sekilas terminal kedatangan dan keberangkatan berukuran kecil, tetapi sesungguhnya memudahkan manuver bus besar sekalipun.

Menurut pengelola terminal dari PT. Sinar Mas Land, Benjamin Tambunan, sejak diresmikan, terminal ini masih dalam tahap sosialisasi. Sementara hanya melayani penumpang dari perumahan yang dikelola PT. Sinar Mas Land dengan BSD City-nya dengan angkutan bus medium yang diberi nama BSD Link. Ada 14 unit bus yang disiapkan. Ada 10 unit melayani enam rute, empat unit bus lainnya menjadi armada cadangan.

“Kami kerjasama dengan operator bus, dalam hal ini Lorena, untuk penyediaan armadanya. Naik bus ini gratis. Menghubungkan Terminal Intermoda dengan perumahan, pusat perbelanjaan, pusat perkantoran dan Indonesia Convention & Exhibition (ICE),” kata pria yang akrab disapa Benny.

Dalam keterangan yang dirilis PT. Sinar Mas Land Februari lalu, Intermoda BSD City menjadi pilot project dalam mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini menawarkan kenyamanan menggunakan transportasi publik bagi masyarakat. Selain terintegrasi dengan Stasiun Cisauk, di komplek bangunan yang sama, ada Pasar Modern.

Stasiun baru Cisauk dengan luas 11 ribu meter persegi, terkoneksi langsung dengan Terminal Intermoda dan Pasar Modern melalui skybridge, jembatan penyeberangan. Pengguna KRL yang bermukim di BSD City tidak perlu berpanas-hujan menuju terminal untuk beralih ke bus BSD Link maupun sekedar mampir berbelanja di Pasar Modern.

Fasilitas kemudahan apa saja yang tersedia? Bagi penyandang disabilitas, Terminal Intermoda sangat ramah. Ada pilihan lift maupun jalan khusus kursi roda untuk bisa naik ke lantai dua. Di bangunan Stasiun Cisauk juga ada lift yang memudahkan berpindah ke KRL. Selain itu, ada fasilitas musholla yang bersih yang dilengkapi pendingin udara. Ada pula bangunan yang dipersiapkan untuk loket tak jauh dari jalur keberangkatan bus.



Untuk pemilik kendaraan bermotor yang berangkat bekerja dari rumah, areal parkir di sekitar terminal cukup luas. Bisa menampung lebih dari 400 sepeda motor. Sementara untuk parkir mobil, di sisi timur terminal tersedia lahan parkir yang luas. Bisa juga parkir di areal Pasar Modern. Selama sejak akhir Mei ada promo parkir digital mandiri memalui aplikasi agen parkir. “Setiap sepeda motor hanya dikenakan Rp. 2.000 untuk parkir seharian dan mobil Rp. 3.000. Download aplikasinya, nanti tinggal di-scan, keluar tarifnya,” kata petugas parkir, bernama Yasmita.

Sejak beroperasi mulai Februari, rata-rata penumpang yang lalu-lalang di antara Terminnal Intermoda dan Stasiun Cisauk sedikitnya 2.000 orang per hari. Menurut Benny, di waktu ramai jumlahnya bisa dua kali lipat. “Sewaktu ada pameran di ICE, jumlah penumpang bisa mencapai 4.000 orang per hari selama akhir pekan. Menurut saya ini sangat positif. Hanya memang perlu terus disosialisasikan (keberadaan terminal ini),” ujarnya.

Kapasitas Stasiun dan Terminal Intermoda bisa menampung pergerakan hingga 20 ribu penumpang per hari. Luas areal yang melingkupi integrasi antar moda angkutan itu mencapai 25 hektar. Menurut Dhony, konsep TOD ini sudah diterapkan di negara-negara maju, termasuk di negara tetangga Singapura.

Di seputar kawasan ini, menurut dia, disiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang mobilitas dan kegiatan manusia dalam beraktifitas seperti tersedianya terminal antar moda kereta api dan bus serta disiapkan juga fasilitas pendukungnya mulai dari fasilitas perdagangan dan Pendidikan serta hunian. TOD Intermoda BSD City ini tercatat merupakan yang pertama di Indonesia yang diinisiasi oleh swasta. Dia berharap dapat diterapkan juga di wilayah lain untuk mendukung kenyamanan mobilitas masyarakat.

Triadi Sutarnoko, salah seorang pengguna angkutan yang baru pertama kali menggunakan fasilitas di Terminal Inermoda sangat terkesan. Menurut dia, jembatan penghubung antara stasiun menuju ke terminal sangat nyaman. Walaupun siang hari tidak terasa panas. “Tadi sempat makan siang di Pasar Modern. Lumayan makanan di food court-nya enak dan murah,” ujar Triadi yang mengaku membawa serta anaknya.



Sementara itu, seorang remaja perempuan bernama Ardya yang pergi seorang diri tak mengira stasiun yang terhubung dengan terminal ternyata cukup nyaman. Dia mengaku sering ke Cisauk berkunjung ke rumah tantenya tetapi tidak melalui pintu yang mengarah ke terminal melainkan ke jalan Raya Cisauk. Hari itu, dia berencana ke ICE untuk mengunjungi sebuah pameran dan menyempatkan diri makan di Pasar Modern. “Seandainya Terminal Pulogebang seperti ini, pasti nyaman banget. Kaget aja ternyata di sebelah sini terminalnya bagus, menurut saya lebih bagus dari Teminal Pulogebang,” kata gadis yang mengaku tinggal di Pulogebang dan naik KRL menuju Cisauk. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013