Jumat, 20 September 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
FLIXBUS MULAI FOKUS PERLUAS EKSPANSI GLOBAL
 
27 Agustus 2019


(Jakarta – haltebus.com) Memasuki semester kedua 2019, perusahaan bus berbasis ekosistem digital, FlixBus mulai mengukuhkan langkah menuju pasar global. Setelah menutup akhir tahun lalu dengan langkah besar membuka jalur ke Amerika Serikat, tahun 2020 mereka menargetkan memasuki pasar Asia dan Amerika Selatan.

Sebagai bagian dari langkah global ini, FlixBus mengumumkan bergabungnya Kamil Koç, salah satu perusahaan bus tertua di Turki di bawah bendera Actera Group. FlixBus yang menyebut diri sebagai perusahaan penyedia jasa mobilitas global ini berhasil melakukan negosiasi dengan salah satu jaringan bus terbesar di Turki. “Kami sangat berbahagia sekali menyambut bergabungnya Kamil Koç dalam keluarga besar (Flixbus) untuk memulai era baru di pasar mobilitas Turki,” ujar CEO dan pendiri FlixBus, Jochen Engert dalam keterangan yang dirilis Rabu, (21/8/19) lalu.

Engert menyatakan, FlixBus menawarkan visi green & smart mobility untuk semua orang. Menurut dia, Flixbus sangat bersemangat memperluas inovasi, smart services serta standar keselamatan dan kualitas yang tinggi untuk penumpang bus di Turki. Bergabungnya Kamil Koç akan menambah keuntungan, sebagai salah satu perusahaan yang sudah mengenal karakter pasar di Turki.

Kamil Koç melayani 61 kota di seluruh Turki. Catatan di tahun 2018 menyebutkan, ada 20 juta orang dilayani oleh perusahaan yang berdiri sejak 1926 ini. Kamil Koç secara bertahap akan bergabung dengan jaringan FlixBus yang saat ini sudah memiliki 350 ribu jaringan dengan lebih 2 ribu kota tujuan di 28 negara Eropa dan Amerika Serikat. FlixBus menambahkan, kesepakatan ini masih harus menunggu persetujuan pihak-pihak berwenang terkait di Turki beberapa minggu ke depan.

“Setelah semua proses bisnis yang diperlukan selesai, kami akan segera bekerja memperluas jaringan, baik yang sudah ada maupun yang akan bertambah. Kami akan mengoptimalkan jadwal dan kebutuhan pelanggan, semua berdasarkan perkembangan perangkat data-driven dan algoritma kami, untuk meningkatkan pengalaman baru yang dirasakan pelanggan. Dengan platform teknologi dan inovasi produk kami, pelanggan bus Turki akan mendapatkan keuntungan mobilitas yang terjangkau, standar keamanan yang tinggi, pelayanan yang baik dan akan lebih melengkapi perjalanan yang sesai kebutuhan,” demikian Engert menjelaskan.

Sebelumnya di awal Mei, FlixBus juga mengumumkan kesepakatan dengan Transdev Group. Salah satu operator bus terbesar di Eropa ini sepakat untuk penjualan Eurolines dan Isilines, layanan bus jarak jauh, kepada FlixBus. Kesepakatan ini juga termasuk pembelian Eurolines yang beroperasi di Perancis, Eropa, Belgia, Republik Ceko dan Spanyol dengan jaringannya di lebih dari 25 negara. Eurolines juga mengoperasikan Isilines di Perancis.

Chairman dan CEO Transdev Group, Thierry Mallet menyatakan, “Penjualan ini adalah bagian dari strategi baru Transdev yang berencana untuk memfokuskan sumber daya kami pada inti bisnis, transportasi perkotaan dan layanan transportasi B2B dengan kombinasi performa dan harga terbaik, teknologi dan inovasi digital, khususnya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan,” ujarnya.

Sementara Engert menyebut, pembelian rute bus jarak jauh Transdev Group bisa meningkatkan jangkauan mereka di Eropa, bahkan lebih. “Kami ingin menawarkan mobilitas ramah lingkungan dan harga yang terjangkau untuk para pelancong/wisatawan di seluruh dunia. Eurolines dan Isilines dengan jaringan rute bus jarak jauh membuat kami bisa memperluas jangkauan kami di Eropa, mungkin juga lebih jauh lagi,” katanya saat itu.

Harapan Engert dan tim FlixBus juga diiringi upaya keras mendapatkan pendanaan agar visi mereka menjangkau berbagai belahan dunia bisa tercapai. Secara berurutan dalam dua bulan terakhir, FlixBus berhasil mendapatkan pendanaan dari berbagai lembaga investasi.

Di bulan Juli, TCV dan Permira, dua institusi penyokong pembiayaan di bidang industri teknologi sepakat bergabung dalam barisan FlixMobility GmbH. FlixBus tak menyebut dana yang masuk dari kedua firma tersebut, namun suntikan ini akan dikembangkan untuk memasuki pasar Amerika Selatan dan Asia. Sebelumnya ada juga HV Holtzbrinck Ventures dan European Investment Bank yang telah mendukung FlixBus. “Melalui kerjasama strategis dengan TCV dan Permira, yang memiliki pengalaman puluhan tahun dan portfolio perusahaan teknologi terkemuka di dunia, kami akan mengakselerasi pertumbuhan melalui tawaran smart and green travel untuk banyak orang di berbagai belahan dunia dengan FlixBus, FlixTrain dan sebentar lagi FlixCar, sementara kami terus memperkuat posisi di pasar yang sudah ada,” kata Engert.

General Partner di TCV, John Doran mengungkapkan, perusahaannya mengikuti FlixBus dari tahun ke tahun dan mengagumi atas apa yang dilakukan dan pencapaiannya saat ini. “Strategi TCV adalah untuk mendorong perusahaan dengan pendirinya yang visioner dan tawaran nilai proporsional yang luar biasa untuk pelanggannya dan juga mitra, kami yakin FlixMobility melakukan dengan tepat terkait hal itu,” kata Doran.

Awal Agustus ini, FlixBus kembali mengumumkan dukungan dana dari tiga perusahaan pengelola investasi dan satu perusahaan manajemen yang ditunjuk. Mereka adalah Baillie Gifford, Luxor Capital Group, Odyssey 44 dan BlackRock yang akan menjadi perusahaan pemegang manajamen akun investasi bersama.

Dalam keterangan resminya FlixMobility GmbH tengah mempersiapkan langkah memperlebar usaha FlixBus dan FlixTrain serta pengembangan usaha FlixBus Rental dan FlixCar. Selain itu, ekspansi usaha ke Amerika Selatan dan Asia juga menjadi salah satu pertimbangan untuk mencari dukungan pembiayaan ini. Sejak beroperasi tahun 2013, FlixMobility GmbH yang didirikan oleh André Schwämmlein, Jochen Engert dan Daniel Krauss, sudah memiliki 300 perusahaan mitra dengan 10 ribu karyawan serta tersebar di 29 negara. Amerika Serikat adalah negara pertama layanan FlixBus di luar Eropa. Sepanjang tahun 2018 45 juta orang menggunakan layanan FlixBus dan FlixTrain, jika terhitunga sejak tahun 2013 lebih dari 100 juta orang menggunakan layanan mereka. (naskah : mai/foto : flixbus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013