Sabtu, 16 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BEDAH LAKSANA LEGACY SR2 SUITE CLASS YUK
 
04 September 2019


(Serpong – haltebus.com) Kehadiran Legacy Sky SR2 Suite Class yang tak lain varian dari Laksana Legacy SR2 Sky HD Prime mendapat banyak komentar di Gaikindo Indonesia International Auto Show 18-28 Juli 2019. Interior yang belum lazim membuat pengusaha bus juga banyak bertanya-tanya. “Kami memodifikasi interior menjadi lebih mewah dan diikuti sedikit perubahan pada konstruksi,” kata Senior Desainer Karoseri Laksana, Kus Ririn kepada haltebus.com di sela-sela pameran.

Secara umum, dari sisi desain rancang bangun bus, tidak ada yang membedakan bus Legacy Sky SR2 Suite Class dengan varian Legacy Sky SR2 lainnya. Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stefan Arman menyebut kehadiran varian Suite Class bagian dari penyegaran model bus produksi Karoseri Laksana. Sebelumnya di tahun 2016 ada Legacy Sky SR2, di tahun 2017 ada Legacy Sky SR2 HD/XHD Prime, di tahun 2018 ada All New Cityline dan Legacy Sky SR2 DD dan tahun ini ada perubahan signifikan di bagian interior untuk Legacy Sky SR2.

Inovasi menurut Stefan menjadi bagian dari rencana pengembangan Karoseri Laksana yang 10 tahun terakhir begitu terasa. “Kami mengantongi Good Design Indonesia Award pada 2018, tahun 2019 di bulan Maret kemarin sudah mulai pengiriman bus ke Bangladesh dan tahun ini akan diekspor juga bus double-decker ke sana,” katanya.

Apa sih yang menarik dari Legacy Sky SR2 Suite Class ini? Sekilas dari sisi amping busnya terlihat seperti bus double-decker. Secara kasat mata memang ada dua tingkat ruang penumpang di dalam bus, tetapi sejatinya di dalam bus hanya ada satu lantai. Dua tingkat ruang penumpang dibuat untuk memaksimalkan kenyamanan perjalanan dengan posisi duduk rebahan tak sampai 180º. “Kami menyiapkan ruang bus yang cukup untuk ketinggian dua tingkat penumpang ini,” kata Riri, panggilan akrab Kus Ririn.

Desainer Karoseri Laksana bekerja sama dengan tim teknis menyiapkan rangka bus dengan ketinggian ruang kabin yang lebih. Menurut Riri, lantai bus dibuat serendah yang maksimal bisa dibuat, sementara ketinggian bus tetap 3,7-3,8 meter alias normal. Ada pula aplikasi penguatan rangka pada sisi dinding dan juga rangka khusus untuk struktur penompang kabin penumpang di bagian atas.









Tim desain Karoseri Laksana menggunakan kamuflase dinding samping di bagian luar. Riri dan timnya bermain dengan ornamen yang menyerupai dinding pembatas “lantai 1” dan “lantai 2”. Padahal sesungguhnya mulai dari atas bagasi hingga sisi pinggi atap, dinding yang sesungguhnya adalah kaca dua tingkat. “Di bagian dalam ada rangka penguat yang menjadi tempat menempel kaca bagian atas,” katanya.

Dengan lebarnya kaca bagian atas dan ruang kabin yang lebih tinggi dari bus-bus pada umumnya, yakni sekitar 1,9 meter, ruang bagasi luar menjadi lebih sedikit pendek. Namun, perpaduan desain yang pas di sisi samping membuat kontur dinding menjadi lebih serasi, antara kaca, bagasi dan ornament menyatu membuat tampilan bus cukup menarik. Apalagi jika bus dalam kondisi lampu kabin menyala, efek “bus double-decker” semakin terasa.

Apakah bus ini aman untuk mengangkut penumpang? Baik Riri maupun Stefan mengungkapkan, rancangan mereka sudah mendapat surat ijin rancang bangun yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan. Selama mereka berpameran, beberapa pejabat Kementerian Perhubungan yang terkait juga melihat langsung bentuk fisik bus saat sudah selesai dibangun.









Hal lain yang tak kalah penting adalah menyalurkan udara sejuk dari mesin pendingin ruangan bus. Struktur rangka dan penempatan mesin pendingin Legacy Sky SR2 Suite Class tidak seperti bus double-decker. Mesin pendingin ruangan terletak di atap. Bagi kabin penumpang di deretan atas, tentu tidak bermasalah, namun bagaimana untuk kabin penumpang di bawahnya? “Ada saluran penghubung antara kabin atas dan bawah,” ujar Riri.

Ingat saluran udara, ketika mesin pendingin ada dibagian bawah atau bagasi bus? Kira-kira alurnya tidak jauh berbeda, hanya dibalik saja. Tim desainer Karoseri Laksana menempatkan masing-masing dua saluran di sisi kiri dan kanan untuk menyalurkan hawa dingin dari atas ke kabin penumpang di bagian bawah. Meski tergolong lumayan lebar, Riri menjamin tak mengurangi kenyamanan penumpang.

haltebus.com berkesempatan menikmati perjalanan sekitar 1,5 jam dari Karoseri Laksana hingga Batang. Kebetulan saat di perjalanan, haltebus.com tersadar adanya saluran udara pendingin ruangan di kabin yang ditempati. Tidak mengganggu kenyamanan memang, hanya saja ketika terjadi kebocoran udara, kabin di sekitar saluran udara akan terasa lebih dingin.









Sepanjang perjalanan, duduk sambil semi rebahan juga terasa nyaman. Bus Hino RN285 terbaru dari Hino Indonesia, juga sudah tergolong mumpuni untuk melalui Tol Trans Jawa yang panjang. Saat jarum kecepatan menunjukkan angka 100-120 Km/jam, posisi putaran mesin hanya di kisaran 2.000 rpm saja.

Legacy Sky SR2 Suite Class bisa menjadi pilihan menarik, untuk bus-bus berkapasitas besar di kelas 18 ton ke atas, dengan tenaga di atas 300 HP atau lebih. Penumpang akan dimanjakan dengan kelas layanan yang menjamin privasi, seperti yang dijanjikan Karoseri Laksana.

Rancangan desain kabin Legacy Sky SR2 Suite Class ini mengingatkan haltebus.com pada bus-bus di India dengan kelas layanan sleeper bus. Di negeri itu, sleeper bus dilengkapi tempat tidur dengan posisi penumpang rebah 180º. Bentuk kabin dan eksetrior juga mirip dengan Legacy Sky SR2 Suite Class. “Desain bus di India memang menjadi inspirasi, tetapi kami sepenuhnya merancang dan menghitung sendiri rancang bangun dengan standar ECE.R66,” ujar Riri menjelaskan.









Di India, bus-bus dengan kabin penumpang dalam posisi tidur digunakan untuk bus malam jarak jauh, sedikitnya menempuh 700-1.000 Km melalui jalan bebas hambatan. Sementara di Indonesia, ketika jalan tol sudah menghubungkan ujung Sumatera di Banda Aceh hingga Bakauheni, Merak dan Banyuwangi di Jawa, maka Legacy SR2 Suite Class dan layanan sejenis pun diyakini akan menjadi pilihan masyarakat. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013