Jumat, 04 Desember 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TRANSJAKARTA OPERASIKAN 21 UNIT ARMADA BARU
 
10 November 2019



(Jakarta – haltebus.com) PT. Transjakarta mulai mengoperasikan 21 armada bus baru. Armada ini adalah 21 unit bus gandeng yang dibeli oleh Perum Pengangkutan Djakarta (PPD) dari pabrikan bus Zhongtong. Armada yang baru dioperasikan itu adalah bagian pertama dari 59 unit bus yang sudah dipersiapkan PPD sejak tahun 2016 lalu.

“Tambahan bus saat ini adalah jenis bus gandeng yang beroperasi di koridor 1 (Blok M-Kota), Koridor 3 (Kalideres-Pasar Baru), koridor 10 (Pusat Grosir Cililitan-Tanjung Priok) dan 7C (Cibubur-UKI),” kata Kadiv Sekretaris Korporasi dan Humas PT. Transjakarta, Nadia Diposanjoyo dalam keterangan tertulis Minggu (13/10/19), ar .

Menurut Nadia, seiring penerapan kebijakan perluasan ganjil-genap oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pelanggan Transjakarta meningkat. Karena itu, penambahan armada yang baru beroperasi ini sangat membantu meningkatkan daya angkut PT. Transjakarta. Tercatat ada 937 ribu pelanggan per hari yang diangkut armada bus Transjakarta.



Nadia menjelaskan, PT. Transjakarta menargetkan penambahan 38 unit bus gandeng berikutnya dalam waktu dekat, agar bisa melayani pelanggan. Penambahan armada bus ini diharapkan bisa menambah kapasitas angkut armada bus Transjakarta baik bus dalam koridor BRT maupun non-BRT. “Kami ingin pelanggan kami nyaman terlayani dalam bus. Upaya penambahan armada ini diharapkan dapat memberikan jalan keluar pada saat rush dan peak hour,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Nadia menambahkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi layanan kepada pelanggan. Kurangnya armada pada jam tertentu akibat kemacetan di jalur yang tidak steril, ada pula faktor kendaraan yang tidak siap operasi pada waktu yang ditentukan. “Berbagai kondisi bus yang tidak memenuhi standar operasi menimbulkan rencana operasi harian dapat berubah. Kami mengutamakan mutu kendaraan pada saat operasional. Ini terus kami perbaiki agar seluruh rute dan penumpang dapat terlayani dengan baik,” ujarnya menambahkan.



Di tempat terpisah, Direktur Utama PPD, Pande Putu Yasa menyatakan kegembiraannya akhirnya 59 unit bus gandeng yang dibeli pihaknya bisa beroperasi. Dia mengaku, pengadaan bus ini melalui proses panjang sejak tahun 2012. Ada dinamika sejak tahun 2012 hingga 2016 yang kemudian membuat PPD memutuskan membeli bus Zhongtong.

“Kami menang lelang pengadaan armada untuk koridor 1 pada tahun 2012. Selanjutnya dalam perjalanannya, kami mengajukan masalah ini ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), ada keputusan dari sana, lalu sampai akhirnya kami mencapai kesepakatan dengan PT. Transjakarta,” kata pria yang akrab disapa Putu ini.

Informasi yang disampaikan oleh Putu mempertegas posisi bus gandeng Zhongtong yang berbahan bakar gas. Saat Pemprov DKI Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, ketentuan bus Transjakarta harus berbahan bakar gas diubah. Sejak itu bus gandeng berbahan bakar gas, adalah bus Scania yang dibeli oleh PT. Mayasari Bhakti sekitar tahun 2016. Bus-bus berbahan bakar solar mulai ber-sliweran di koridor Transjakarta mulai bus dengan panjang 12 meter berkonfigurasi 2-axle maupun bus 13,5 meter berkonfigurasi 3-axle.

Bus Zhongtong ini sebelumnya sudah beroperasi di jalur Transjakarta. PT. Transjakarta mengoperasikan 30 unit bus gandeng Zhontong. Salah satunya sempat terbakar pada Minggu (8/3/15) dan mogok pada Senin (29/6/15) seperti dilansir kompas.com. Selain itu ada pula 66 unit bus gandeng Zhongtong yang dibeli Perum DAMRI pada tahun 2013. Selama tujuh tahun terakhir bus Zhongtong melayani berbagai koridor Transjakarta. Di awal bus-bus itu beroperasi, koridor 1 dan 8 menjadi wilayah operasionalnya.

Koridor 8 termasuk salah satu koridor Transjakarta dengan tingkat kesulitan tinggi. Lebih dari 50 persen panjang jalur di koridor 8 didominasi titik kemacetan. Tak cukup sampai disitu, dua jembatan yang diwarnai kemacetan, salah satunya jembatan dengan tanjakan curam yang memotong ruas Tol Jakarta-Merak tak jauh dari pintu tol Kebon Jeruk harus dilalui. Ada tiga underpass yang selalu macet di jam-jam sibuk juga tak kalah menantangnya.

Bus gandeng Zhongtong, satu-satunya bus buatan pabrikan China yang masih bertahan. Sebelumnya ada bus Yutong dan Ankai yang harus berhenti beroperasi akibat terbakar saat menjalankan tugas mengantar penumpang. “Bus kami sudah diperbaharui spesifikasinya dibandingkan Zhongtong versi sebelumnya. Selain ada kamera di dalam kabin dan mengarah keluar di depan dan belakang, ada satu kamera yang memantau ruang mesin,” kata Putu menjelaskan keamanan berlapis bus yang dibelinya.



Secara umum, spesifikasi Zhongtong milik Perum DAMRI dan PPD tidak jauh berbeda. Ditopang mesin Doosan GL11K Euro 3 berkapasitas 11 liter dan bertenaga 340 HP, bus gandeng dengan model produk Zhongtong LCK6180GC sudah teruji mengaspal di Jakarta selama enam tahun. Total armada 66 unit Zhongtong di Perum DAMRI masih ada sampai saat ini.

Transmisi otomatis dari Allison Transmission yang digunakan juga sama T375R tujuh percepatan dipercaya untuk memperhalus perpindahan gigi persneling. Sementara turntable atau bagian gandengan bus dari Hubner yang rigid menjaga kestabilan bus saat melewati jalan menanjak, menurun maupun berbelok. Turntable ini juga bisa mengunci, jika pengemudi memaksa membelokkan busnya secara ekstrem di luar kemampuan berbeloknya. Kuncian itu bisa menghindari patah pada sambungan.









Lalu apa perbedaan kedua bus ini? Hanya terlihat di bagian mesin. Pada versi Perum DAMRI, kipas radiator digerakkan menggunakan propeler. Sedangkan pada versi PPD kipas radiator digerakkan oleh tali kipas yang terhubung dengan putaran mesin. Sementara di bagian interior hanya terlihat tambahan layar monitor di bus milik PPD.

“Bus Zhongtong ini memang dibuat di China, tetapi komponen dan teknologinya berasal dari berbagai teknologi di negara maju seperti turntable dari Jerman, mesin dari Korea, transmisi dari Amerika. Kami siap melayani warga Jakarta dengan bus Zhongtong yang nyaman,” ujar Putu optimistis. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013