Jumat, 04 Desember 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PT. TRANSJAKARTA MULAI TERAPKAN PELAYANAN MANDIRI
 
10 November 2019


(Jakarta – haltebus.com) PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai memberlakukan uji coba sistem baru. Pengguna Transjakarta diarahkan untuk mulai menggunakan transportasi yang berbasis angkutan jalan itu secara mandiri. Mereka menyebutnya layanan wayfinding. Direktur Utama PT. Transjakarta Jakarta Agung Wicaksono dalam keterangan tertulis, Rabu (6/11/19) mengungkapkan, tahap pertama diuji coba di Koridor 1 (Blok M- Kota).

“Transjakarta sudah melakukan diskusi dengan lembaga dan instansi terkait, akan berasa seperti di dalam kereta di Eropa seperti yang saya naiki di Helsinki minggu lalu, bahwa pelanggan sudah memiliki budaya mandiri dalam bertransportasi,” katanya.

Agung menjelaskan, pelanggan tidak perlu khawatir dengan tidak adanya petugas di dalam bus. Masih ada petugas yang ditempatkan di halte karena pihaknya memindahkan lokasi pengawasan yang biasanya di dalam bus ke halte untuk memastikan pelanggan aman. TransJakarta, lanjut Agung, juga menyiapkan petugas yang memantau pelanggan dalam bus dengan berkeliling memeriksa keadaan pelanggan dan situasi bus.



Dia menambahkan, ada sejumlah petunjuk baik di dalam bus maupun di halte yang memungkinkan pelanggan menemukan informasi rute yang memudahkan pelanggan. Agung mengungkapkan, ada peta rute beserta gedung-gedung terdekat yang bersinggungan dengan halte sehingga pelanggan dapat memiliki pengalaman tersendiri secara mandiri dalam menjelajah Jakarta. dengan membaca wayfinding yang tersedia didalam bus.

Cara mandiri ini, menurut Agung, adalah upaya mereka membentuk budaya baru dalam bertransportasi massal secara mandiri. Kebijakan ini sudah didiskusikan dengan berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan, ITDP dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Layanan mandiri itu, lanjut Agung, adalah bagian tahapan Pelayanan 4.0. “Malu Bertanya, Sesat di Jalan”, melainkan “Tak Perlu Bertanya, Tinggal Baca Peta Jalan,” katanya menjelaskan.

Sementara itu Agung menjelaskan layanan baru Transjakarta ini dilakukan guna meningkatkan kepedulian antar sesama pelanggan dan pihaknya memberlakukan penempatan petugas dalam bus di seluruh halte koridor 1 (Blok M-Kota) dalam layanannya untuk memasuki tahap Pelayanan 4.0 secara bertahap, “Ini dia namanya perlahan lahan menuju Service 4.0. Kita fasilitasi pelanggan untuk mengenali dan mengetahui sendiri perjalanannya. Bukan lagi dipandu prinsip “Malu Bertanya, Sesat di Jalan”, melainkan “Tak Perlu Bertanya, Tinggal Baca Peta Jalan”, Jelasnya.

Sebelumnya, PT. Transjakarta juga meresmikan Halte Tosari yang baru. Halte ini juga menjadi bagian awal pencanangan Pelayanan 4.0. Selain Halte Tosari ada Halte Rawamangun yang mengusung konsep yang sama. Setiap pintu halte didesain ulang dengan pintu otomatis yang akan terbuka saat pintu bus membuka, dan menutup saat bus bergerak menjauhi halte. “Transjakarta sudah memulai layanan 4.0 sejak pertengahan tahun ini. Satu persatu berbagai layanan kami kembangkan dan digitalisasikan, dengan tujuan untuk memantaskan diri agar sejajar dengan negara maju lainya,” kata Agung usai peresmian Halte Tosari Jumat (1/11/19).

Halte Tosari yang baru ini berjarak 100 m dari halte lama, berdimensi lebih panjang dan lebih futuristik. Daya tampung pelanggan lebih banyak, ramah disabilitas, kelengkapan petunjuk layanan, kenyamanan pelanggan pada saat menunggu hingga adanya mushola di halte ini. Ukuran Halte Tosari yang baru dua kali lipat dari halte sebelumnya. Ukuran halte yang lama 169 meter persegi, sementara untuk halte baru 307,2 meter persegi. Dengan ditambahnya volume ukuran halte, diharapkan bisa menampung dua kali lipat jumlah pelanggan dari halte sebelumnya.

“Apabila halte lama mampu menampung hingga 200-an pelanggan, halte baru ini diperkirakan dapat menampung 500-an pelanggan. Demikian pula dengan bus, kini dapat menampung sekaligus 6 bus dengan 18 dermaga,” ujar Agung.

Cara baru menggunakan transportasi modern yang diungkapkan Agung bukan sekedar wacana. Halte Tosari, menurut Agung, terintegrasi dengan Stasiun MRT Bundaran HI dan Halte Pemuda Rawamangun terintegrasi LRT. Selain petunjuk mandiri yang menjadi bagian dari Pelayanan 4.0 PT. Transjakarta, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi yang menunjukkan rute angkutan umum yang bisa diunduh di telepon seluler pintar. Ada banyak aplikasi penunjuk jalan yang mudah digunakan untuk merencanakan perjalanan.

“Bagi pelanggan Transjakarta yang sudah mengerti cara menggunakan bus kami, penempatan ini akan menambah kelengkapan dan estetika, bagi pelanggan yang baru mau coba atau baru menggunakan layanan kami, ini akan menjadi sebuah pengalaman baru yang akan menjadikan mereka lebih eksploratif dan mandiri, layaknya bertransportasi di negara maju lainnya di luar negeri,” katanya. (naskah : mai/foto : mai/dok Transjakarta)

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013