Senin, 28 September 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DNA AMERIKA LATIN MENEMPEL DI PRODUK ADIPUTRO!
 
27 November 2019


(Jakarta – haltebus.com)
Karoseri Adiputro merilis bus medium large model baru, yang diberi nama Jetbus Big Benz. Pada ajang Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019, 18 – 28 Juli 2019 lalu, tidak banyak perhatian ditujukan pada bus yang terlihat mungil namun berkapasitas besar.

“Kami coba utak-atik desain bus medium Mercedes-Benz OF 917, kami ingin membentuk segmen market baru dengan desain yang lebih fleksibel dan dari sisi penampilan juga menarik,” kata Manager Sales Bus Sedang dan Mikrobus PT. Adiputro Wirasejati, Sandy Wijaya kepada haltebus.com, Sabtu (20/8/19).

Menurut Sandy, Karoseri Adiputro ingin menampilkan sesuatu yang berbeda untuk chassis bus Mercedes-benz OF 917. Jika dilihat sekilas, penampilan Big Benz memang tidak seperti bus sedang versi Jetbus 3+ yang juga diproduksi di karoseri yang berbasis di Kota Malang itu. Perbedaan mendasar dari kedua model yang diproduksi Karoseri Adiputro terletak pada dimensinya.









Bermodal Jetbus Big Benz cukup menarik, yakni chassis Mercedes-Benz OF 917 yang masuk dalam kategori bus besar. Bus Mercedes-Benz yang satu ini memang unik, ukuran kapasitas angkutnya lebih besar dari bus sedang, tetapi tidak bisa dibuat untuk bus besar seperti ukuran bus besar pada umumnya yang memiliki panjang 12 meter. Mercedes-Benz OF 917 hanya bisa mencapai panjang 10 meter. Spesifikasi inilah yang dimanfaatkan Sandy dan tim desainer Karoseri Adiputro membentuk bus dengan varian yang unik.

Apa keunggulan dari Jetbus Big Benz? “Kami melihat tidak banyak bus sedang yang memiliki kapasitas 30 penumpang, dengan ukuran lebar yang mencapai 2,5 meter kami membuatnya menjadi 2,3 meter. Bus sedang hanya diperbolehkan dengan lebar 2,1 meter,” ujar Sandy menjelaskan.









Karoseri Adiputro membuat bus medium yang efesien dengan tawaran kenyamanan yang tidak didapatkan pada bus medium lain. Mengapa efesien? Sandy menyebut, jika chassis Mercedes-Benz OF 917 dimaksimalkan memang bisa mencapai 10 meter dengan daya angkut lebih besar. Namun secara operasional akan lebih boros jika dibandingkan dengan tawaran Jetbus Big Benz, 30 penumpang dan dimensi yang lebih pendek.

Dari sisi interior, Jetbus Big Benz tidak jauh berbeda dari saudara kecilnya, Jetbus 3 Jumbo yang biasa diaplikasikan untuk mikrobus empat ban. Meski ada juga Jumbo untuk bus enam ban, karakter lebar Jetbus Big Benz memperlihatkan kesan interior yang lapang dan membuat penumpang leluasa bergerak. Bagasi Jetbus Big Benz yang tidak sebesar Mercedes-Benz OF 917 pada ukuran sebenarnya, menegaskan bahwa bus ini hanya untuk bepergian jarak dekat-menengah, tanpa penumpang yang membawa banyak barang.









Eksterior Jetbus Big Benz dibentuk dengan karakter tersendiri. Agar lebih menarik dilihat, Sandy memilih Jetbus Big Benz dengan tampilan yang menyesuaikan dimensinya. Lampu bulat empat titik menghiasi wajahnya dengan grill khas Mercedes-Benz yang member kesan seperti orang tersenyum dengan mata lebar. Jika diperhatikan secara detil di bagian samping masih mengguratkan desain bus medium dan mikrobus seri Jumbo dari Karoseri Adiputro. “Saya memilih lampu empat titik, terinspirasi dari model bus sedang yang sering ditemui di Amerika Latin. Ingin terlihat simple saja, tapi enak dilihat,” kata dia.

Dua ciri khas Mercedes-Benz yang lain juga ditorehkan pada Jetbus Big Benz. Apa itu? kaca spion dan kaca belakang yang identik dengan Mercedes-Benz Sprinter. Kesannya semakin lekat jika Jetbus Big Benz menjadi bodi yang identik dengan produk Mercedes-Benz. Pilihan lampu dan desain keseluruhan Big Benz menutupi karakter asli Mercedes-Benz OF 917 yang ditawarkan dengan kapasitas angkut besar, untuk ukuran bus sedang. Setidaknya hal ini yang ingin ditonjolkan oleh Sandy dan timnya.

Deputy Director PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia, yang membawahi penjualan bus, Adri Budiman mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Karoseri Adiputro. Menurut dia, selama ini belum ada karoseri yang membuat dimensi baru yang keluar dari pakem dimensi yang mereka sampaikan ke karoseri pembuat bus. “Di atas kertas harusnya lebih irit bahan bakar karena daya angkutnya dan dimensinya berbeda ya. Dari sisi estetika juga terlihat bagus. Tetapi kami perlu memastikan prosedur standar bodi kami dijalankan,” kata Adri.

Sementara itu, Manager Body Builder Advisory PT. DCVI, M. Thoyib mengungkapkan, selama Jetbus Big Benz dirancang, pihak Karoseri Adiputro melakukan konsultasi. Secara dimensi, tidak ada masalah yang berarti. Namun dia menyampaikan kekagumannya saat melihat Jetbus Big Benz dalam bentuk aslinya di pameran. Dia tidak mengira, Mercedes-Benz OF 917 memiliki tampilan menarik, lain dari yang lain. “Dari Kementerian (Perhubungan) secara dimensi sih lolos ya, ini inovasi…salah satu terobosan baru. Menarik,” ujarnya sambil tersenyum lebar.

Sandy berharap, Karoseri Adiputro bisa bekerja sama lebih baik dengan PT. DCVI dan jaringan dealernya dalam memasarkan Jetbus Big Benz. Kolaborasi karoseri, delaer dan pabrikan dalam bentuk bodi yang identik, apalagi menjadi terobosan baru tidak banyak dilakukan di Indonesia. “Dengan ukuran seperti Jetbus Big Benz, seharusnya tim sales dari Mercedes-Benz punya alternatif baru dalam memasarkan busnya,” ujar dia bersemangat. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013