Sabtu, 25 Januari 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
JALAN TOL LAYANG JAKARTA-CIKAMPEK DIRESMIKAN!
 
15 Desember 2019


(Jakarta – haltebus.com) Presiden Joko Widodo, Kamis (12/12/19) meresmikan jalan tol layang Jakarta-Cikampek yang dibangun sejak 2017 lalu. Dengan peresmian ini, jalan tol ini sudah bisa dioperasikan selama musim liburan Natal dan Tahun Baru beberapa hari mendatang.

“Banyak keluhan-keluhan yang masuk kepada saya kalau sudah lewat yang namanya Cikampek-Jakarta atau Jakarta-Cikampek macetnya bisa berjam-jam. Kita harapkan dengan selesainya Jakarta-Cikampek II elevated ini persoalan itu sudah tidak kita dengar lagi,” ujar Joko Widodo dalam sambutan peresmian di Km 38, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Jalan tol layang ini adalah jalan tol layang pertama menuju luar Jakarta. Dalam rilis yang diterima haltebus.com, disebutkan panjang jalan tol yang diresmikan adalah 36,4 Km. Pembangunan jalan tol di atas jalan tol itu untuk mengurai kepadatan sekaligus memisahkan kendaraan dengan tujuan jarak jauh dan jarak dekat. Di jalur tol layang, kendaraan yang melintas bisa langsung menuju Cikampek dengan tujuan akhir berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga ke Jawa Timur. Sementara di jalur bawah, kendaraan yang menuju Bekasi, Cikarang hingga Karawang diharapkan juga bisa lebih lancar perjalanannya.



Presiden Joko Widodo mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan tol layang. Proses pembangunannya, menurut dia, tidak mudah karena dibangun bersamaan dengan dua proyek lain yang tak kalah pentingnya, yakni Light Rail Transit (LRT) dan Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Sementara itu, masih ada lalu-lintas yang padat di jalur tol Jakarta-Cikampek dan sebaliknya yang tetap berjalan normal.

“Saya tahu, prosesnya sangat rumit. Jalan yang ada harus tetap dibuka dan berjalan, di dekatnya ada pembangunan LRT, di dekatnya lagi ada pembangunan kereta cepat sehingga bukan sesuatu yang gampang untuk diselesaikan karena berada di tengah lalu lintas yang sangat padat,” kata Presiden yang akrab disapa Jokowi ini.

Jalan tol layang ini menurut PT. Jasa Marga menjadi jalan tol layang terpanjang di Indonesia, panjang total 38 Km. Ada 2.675 besi sepanjang 120 meter dan 683 tiang yang menopang bentang jalan. Kapasitas per hari bisa menampung 50 ribu kendaraan. Menurut Direktur Utama PT. Jasa Marga, Desi Arryani, pembangunan menghabiskan biaya Rp. 14,6 triliun. “Kalau biaya rata-rata per Km tol Sumatera itu bisa Rp. 104 miliar, kalau elevated ini Rp. 355 miliar per km. karena memang nilai jalan elevated bisa 2-3,5 kali lipat dari yang biasa,” ujarnya seperti dikutip dari kumparan.com beberapa hari sebelum peresmian.









Menurut Jokowi, operasional tol layang akan digratiskan sampai tahun baru baru. Dia berharap dengan dibukanya jalan tol itu, kemacetan yang setiap hari sudah empat tahun dirasakan masyarakat, bisa terkurangi. Jika sesuai laporan perhitungan yang masuk ke mejanya, Jokowi yakin, bisa mengurangi kemacetan hingga 30 persen.

“Bayangkan ada 200 ribu kendaraan yang lalu-lalang per hari, mondar-mandir sangat padat, dan pembangunannya ada di atasnya. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar sehingga kita harapkan ini bisa mengurai kemacetan,” ujarnya.

Kendaraan yang melaju di jalan tol layang diperkirakan bisa menempuh waktu 30 hingga 40 menit. Ujicoba lalu-lalang kendaraan sudah dilakukan PT. Jasa Marga dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) selama sebulan terakhir. Jalan tol layang ini juga menambah waktu tempuh bisa dipersingkat lagi menuju kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Untuk diketahui, dalam waktu dekat jalan tol yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat tersebut dapat dilalui kendaraan khususnya saat libur perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 secara gratis hingga tahun baru.









Peresmian jalan tol layang itu ditanggapi positif oleh Pengurus Ikatan Pengusaha otobus Muda Indonesia, Adi Prasetya. Dia berharap, kepadatan lalu-lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek bisa berkurang. Menurut dia, kelancaran arus lalu-lintas akan menguntungkan semua pihak. “Dari sisi pengusaha tentu menguntungkan karena waktu tempuh menjadi lebih cepat dan BBM lebih efesien karena tidak dibakar sia-sia, jalan tidak macet lagi,” katanya.

Pria yang akrab disapa Didit mengingatkan, agar pengelola jalan tol menyiapkan fasilitas yang diperlukan dalam keadaan darurat di jalan tol layang. Menurut Ketua DPP Organda ini, perlu disiapkan kendaraan derek, pemadam kebakaran dan keperluan darurat lainnya agar jika terjadi sesuatu penanganannya bisa lebih cepat.









Berbeda dengan Didit, penanggungjawab operasional PO. Anugerah Mas (Agra Mas), Fransiskus Utut sedikit pesimis tol layang Jakarta-Cikampek bisa mengurangi kemacetan. Menurut dia, saat ini kendaraan yang melewati tol layang hanya kendaraan kecil. Dia menjelaskan, berdasarkan pengalaman dan pengamatan sehari-hari, kendaraan kecil di jalur Jakarta-Cikarang-Karawang cukup signifikan. “Kendaraan dari Timur sering tersendat karena kepadatan mulai KM 42, dari Barat juga sama, mulai Cikunir hingga Karawang Barat cukup terasa,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk kendaraan jarak jauh idealnya memang angkutan umum seperti bus dan truk yang mendominasi kendaraan di jalan tol. Pun jika diperbolehkan melalui tol layang Jakarta-Cikampek, Utut memilih jalur di bawah, bukan jalur di atasnya, “Kami perlu berhitung, kalau lewat atas biaya tolnya bagaimana? Kalau bayar dua kali, ya kami memilih lewat jalur di bawah.” (naskah : mai/foto : mai/Biro Pers Setpres)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013