Rabu, 05 Agustus 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SCANIA BERKONTRAK UNTUK 450 UNIT BUS KOTA DI ABIDJAN
 
19 Desember 2019


(Jakarta – haltebus.com) Scania AB menyiapkan 450 unit bus untuk Bus Rapid Transit (BRT) Ibukota Pantai Gading, Abidjan. Kesepakatan ini dirilis Scania, Rabu (11/12/19) lalu di Abidjan dan ditandatangni antara Scania, Kementerian Transportasi Pantai Gading dan SOTRA (Société des transports Abidjanais), salah satu perusahaan transportasi di Abidjan. “Dengan kesepakatan ini, Scania memperkuat posisi di Afrika Barat sebagai penyedia solusi mobilitas perkotaan berkelanjutan,” kata Head of Buses and Coaches Scania, Anna Carmo e Silva.

Dari laman Scania Afrika Barat disebutkan, 29-30 November 2017 lalu ada pembicaraan serius tingkat tinggi pemerintah Pantai Gading dan Swedia terkait kerja sama itu. Swedfund, Scania dan Business Sweden ikut terlibatkan dalam program pengembangan BRT di kota Abidjan. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Uni Afrika dan Uni Eropa ke-5 itu, Pantai Gading dan Swedia membicarakan pengembangan transportasi di Abidjan.

Dalam pembicaraan yang melibatkan pemangku kepentingan di Pantai Gading itu, Scania Afrika Barat mengungkapkan, Scania termasuk dalam sistem BRT Abidjan. Scania mempersiapkan Sistem BRT yang komprehensif dan maju, mulai dari kesiapan armada, sistem penjualan tiket, sistem informasi pelanggan, manajemen pengelolaan armada, baik jadwal dan operasional bus, yang menguntungkan.

Program pengembangan BRT itu diharapkan bisa berdampak bagi 5 juta orang penduduk Abdijan, baik dari sisi transportasi yang efesien maupun mendorong perkembangan ekonomi kota Abidjan dan sekitarnya. “Sistem transportasi publik menjadi salah satu prasyarat perkembangan sosial. Kawasan regional Afrika Barat sangat penting untuk bisnis bus Scania karena area ini memiliki tingkat urbanisasi tinggi dan perkembangan ekonomi yang kuat,” kata Karin Rådström yang saat itu menjabat Head of Scania Buses & Coaches.

Kini, di bawah pimpinan Anna Carmo e Silva, program tersebut berlanjut pada taraf implementasi. Anna menyebut, Scania memiliki pengalaman di kawasan Afrika Barat dalam pengembangan sistem BRT. “Selama beberapa tahun ini, Scania sangat berhasil dalam keterlibatan mengingkatkan mobilitas perkotaan di Ghana dan Nigeria. Berdasarkan pengalaman itu, saat ini kami lebih maju lagi dengan kerjasama jangka panjang untuk menyiapkan transportasi public dan pelayanannya di Abidjan,” kata Anna.

Apa saja yang akan dilakukan Scania? Mereka akan menyiapkan depot (garasi bus), melatih pengemudi dan mekanik dan tentunya menyiapkan armada bus. Ada 400 unit bus low entry dengan panjang 13 meter and 50 unit bus gandeng 18 meter yang direncanakan beroperasi di SOTRA. Seluruh bus akan dibangun oleh Marcopolo dan direncanakan beropreasi di jalur BRT Boulevard Latrille. Bus Marcopolo adalah salah satu bodi bus yang popular di Afrika Barat, tidak hanya untuk keperluan bus kota tetapi juga bus antar kota dan bus wisata. Saat beroperasi nantinya, keseluruhan armada bus itu bisa mendukung pergerakan penduduk kota Abdijan yang diperkirakan mencapai 7,7 juta orang di tahun 2030.

Kesepakatan yang ditandatangani bersama antara pemerintah dan pelaku usaha itu juga termasuk program pengembangan perkotaan. Scania bekerja sama Agence Nationale d’Appui au Développement Rural (ANADER) menginisiasi feasibility study yang dibiayai Swedfund, Lembaga Investasi Swedia, untuk membuat pengolahan biofeul dari limbah dari coklat, karet dan budidaya pisang. Pantai Gading dikenal sebagai salah satu penghasil coklat terbesar di dunia. Pusat pengolahan biogas ini akan memasok gas untuk bus gandeng, yang secara khusus menggunakan mesin berbahan bakar gas.









Sebuah grup usaha dari Swedia dan Perancis juga terlibat dalam program ini. Tim dari Swedia terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Business Sweden, Swedfund, the Swedish Export Credit Agency, EKN, dan Swedish Export Credit Corporation, SEK. Mereka mendukung dari sisi pengembangan dan keuangan. “Dengan kerjasama strategis dan dukungan bersama, kami bisa berkontribusi dalam pencarian solusi atraktif, inovatif dan berkelanjutan untuk Pantai Gading dan negara-negara lain di kawasan ini,” ujar CEO & President Business Sweden, Ylva Berg.

Sambutan positif juga datang dari duta besar Swedia atas keterlibatan pemerintah mereka dalam program pengembangan transportasi di Pantai Gading. “Saya sangat senang dengan lankah pertama yang diambil, dalam upaya yang penting ini dan saya sangat menanti kolaborasi yang lebih erat dengan Pantai Gading,” kata Duta Besar Swedia di Pantai Gading, Maria Leissner.









Bagi Business Sweden, Pantai Gading adalah negara yang menunjukkan perkembangan ekonomi yang menakjubkan beberapa tahun terakhir di Afrika Barat. Menurut Direktur Business Sweden untuk Kawasan Afrika Barat, Anthonia Adenaya Huard investasi infrastruktur, khususnya transportasi, di Pantai Gading menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif. “Ini adalah bukti aktivitas investasi yang tinggi, dimana saya melihat di seluruh wilayah Afrika Barat, ada perhatian yang meningkat dari perusahaan Swedia,” ujar eksekutif yang bergabung sejak 2015 lalu. (naskah mai/foto : scania.com/facebook scania west africa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013