Rabu, 27 Mei 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
UJI KETAHANAN BUS MERCEDES-BENZ O 500 RS 1836 DI SUMATERA, DIMULAI!
 
21 Desember 2019


(Jakarta – haltebus.com) Setahun setelah peluncuran, Mercedes-Benz O 500 RS 1836 memulai mengadu ketahanan di medan Sumatera yang memiliki kontur ekstrem Bukit Barisan di pesisir Barat yang membentang dari Bengkulu hingga Lampung. PO. Siliwangi Antar Nusa, di bawah bendera PT. SAN Putra Sejahtera secara resmi mengumumkan mengoperasikan tiga unit armada Mercedes-Benz O 500 RS 1836 untuk melengkapi satu armada yang telah beroperasi lebih awal.

CEO PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Jung Woo Park menyebut, bus Mercedes-Benz O 500 RS 1836 memiliki spesifikasi khusus untuk pasar Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain. “Kami sangat berterima kasih pada PO. SAN, khususnya kepada bapak Kurnia Lesani Adnan yang telah memberikan banyak masukan tentang bagaimana seharusnya yang kami lakukan, bagaimana produk bus yang cocok untuk Indonesia,” ujarnya dalam peresmian armada baru PO. SAN di Bengkulu, Minggu (1/12/19).









Mercedes-Benz O 500 RS 1836 memang memiliki karakter baru. Ada beberapa spesifikasi yang diperbaharui. Sumbu depan yang awalnya independent diubah menjadi rigid axle. Di bagian belakang mulai dari sisi mesin yang diubah sistem pendinginannya, transmisi manual GO 210 enam percepatan menggantikan transmisi GO 190. Torsi dan tenaga yang dijanjikan Deputy Director PT. DCVI yang membawahi penjualan bus, Adri Budiman, saat peluncuran Desember 2018 lalu, lebih bertenaga dan fitur cruise control membuat pengemudi nyaman mengoperasikan bus.

Jung Woo berharap, masukan dari pelanggan untuk Mercedes-Benz O 500 RS 1836 sesuai dengan apa yang direncanakan, cocok untuk pasar di Indonesia. Menurut dia, Mercedes-Benz melalui PT. DCVI ingin berkembang bersama-sama dengan pelaku usaha dan pihak-pihak terkait dalam pembangunan transportasi di Indonesia. Pendekatan ini diharapkan bisa lebih menjawab apa yang cocok di Indonesia sehingga Mercedes-Benz bisa menjadi mitra bisnis pengusaha bus di negeri ini.

Jalur yang dilalui keempat Mercedes-Benz O 500 RS 1836 milik PO. SAN cukup menarik. Ada tanjakan dan turunan yang curam, di beberapa ruas jalan harus berjalan pelan jika berpapasan dengan kendaraan besar lain karena menyempit sementara posisi jalan berbelok menanjak maupun menurun. Tak hanya itu, rute di sepanjang Bengkulu-Manna-Kaur-Krui hingga Kota Agung memiliki tantangan. Di beberapa ruas, sisi Barat jalan adalah jurang yang berbatasan langsung dengan bibir Samudera Indonesia.

Dalam sambutan saat peresmian armada baru PO. SAN tantangan alam ini juga disinggung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Kondisi alam, menurut dia, membuatnya harus berupaya keras mengejar keterbukaan akses transportasi ini. Dia mengungkapkan, Bengkulu punya potensi untuk menjadi poros transportasi di Sumatera bagian Selatan, khususnya angkutan darat baik barang maupun orang. Keunggulan posisi Pelabuhan yang menghadap Samudera Indonesia bisa menjadi keunggulan pintu keluar masuk barang di Sumatera Bagian Selatan.









Dia berharap, rencananya untuk membuka jalan bebas hambatan antara Sumatera Selatan hingga Bengkulu bisa menambah nilai jual provinsi yang dipimpinnya. “Jangan kuatir, nanti pengusaha bus di Bengkulu, seperti pak Hasan (Hasanuddin Adnan-pendiri PO. SAN) bisa menikmati jalan tol yang memotong Sumatera dari Timur ke Barat, semoga bisa terwujud pada 2024. Kepada Balai Jalan Nasional Sumatera yang membawahi Bengkulu dan Lampung kami sudah berdiskusi untuk memperlebar beberapa ruas jalan di sepanjang Bengkulu hingga perbatasan,” katanya menggambarkan upayanya membuka akses transportasi darat dari dan menuju Bengkulu.

Rohidin berharap, pengusaha bus di Bengkulu bisa mulai mempersiapkan diri menyambut perkembangan infrastruktur jalan yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah. Ketika saatnya tiba, perusahaan bus bisa ikut bergerak mendukung mobilitas masyarakat.








Sementara itu, di tempat yang sama Direktur Utama PT. SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan menyebut, tengah bersiap menyambut infrastuktur di masa depan. Pengoperasian tiga unit Mercedes-Benz O 500 RS 1836 dan empat unit Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 secara bersamaan, kata dia, adalah bagian dari rencana mereka. Dia mengungkapkan, Mercedes-Benz O 500 RS 1836, menjadi andalan mereka untuk peningkatan layanan kepada pelanggan mereka.

Tak hanya tantangan fisik, PO. SAN melengkapi tantangan untuk Mercedes-Benz dari sisi kenyamanan. Fitur suspensi udara, kestabilan kendaraan saat mendaki dan menuruni jalan di punggung Bukit Barisan juga menjadi bagian yang harus dijawab Mercedes-Benz O 500 RS 1836. Fitur retarder, Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Braking System (EBS), Electronic Distribution Brake (EDB) dan Engine Management System menjadi andalan untuk fitur keselamatan bus.

“Kami memilih Mercedes-Benz karena memang Mercedes-Benz punya reputasi teknologi, kenyamanan dan fitur keselamatan yang tinggi khas Eropa. Harus di akui ketika kita berbicara bus Eropa yang punya reputasi nyaman di Indonesia pasti semua orang menyebut Mercedes-Benz,” ujar pria yang akrab disapa Sani ini.









Menurut dia, bus-bus yang dipasarkan di Indonesia, harus teruji di jalan Sumatera yang dikenal memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Panjangnya Bukit Barisan yang membentang dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Lampung membuat dua Ibukota Provinsi seperti Padang dan Bengkulu harus berbatasan dengan jalan terjal pegunungan itu. Sani optimistis, Mercedes-Benz O 500 RS 1836 bisa melalui tantangan PO. SAN dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Sani juga mengungkapkan, bus Mercedes-Benz O 500 RS 1836 mereka naik kelas dengan penambahan fasilitas baru. Setiap kursi dilengkapi sandaran kaki dan penumpang akan menikmati perjalanan yang lebih nyaman dengan kapal penyeberangan eksekutif. “Bus Mercedes-Benz O 500 RS 1836 menjadi penanda peningkatan pelayanan kami. Kursi eksekutif kami ubah standarnya seperti kelas eksekutif di Pulau Jawa. Pelayanan juga kami tingkatkan, pelanggan bisa mengakses tiket lebih mudah dengan aplikasi Buzz It (baca Bas it), semua bus PO. SAN sekarang juga menggunakan kapal eksekutif, dengan waktu tempuh di penyeberangan yang lebih cepat,” katanya.









Sani menjelaskan, selama menggunakan bus dengan teknologi yang tinggi untuk standar bus di Indonesia, pihaknya sangat terbantu. Dia mengungkapkan, dari pengopersian bus-bus premium dengan sistem pengendalian dan perekaman data yang baik, mereka mulai bisa melatih pengemudi secara terukur. Setiap pengemudi dengan mudah dievaluasi cara mengemudikan bus, berkat Engine Management System yang bisa merekam data perjalanan. “Teknologi yang dimiliki bus-bus premium memungkinkan kami perlahan mengubah cara mengemudi pengemudi kami. Efisiensi tercapai, perawatan terjaga dan lebih mudah. Umur kendaraan otomatis lebih panjang,” kata dia. (naskah : mai/foto : mai/dok. haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013