Sabtu, 25 Januari 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PT. TRANSJAKARTA RAIH PENGHARGAAN REVOLUSI MENTAL 2019
 
25 Desember 2019


(Jakarta – haltebus.com) PT. Transjakarta mendapat anugerah Revolusi Mental 2019 yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). PT. Transjakarta mendapat anugerah Revolusi Mental 2019 untuk kategori Badan Usaha Non Koperasi.

“Semoga dengan adanya revolusi mental ini dapat memberikan dampak positif terhadap layanan yang diberikan kepada warga DKI Jakarta. Transjakarta akan terus konsisten merangkul seluruh operator dan seluruh warga DKI agar dapat beralih ke transportasi publik,” ujar Plt. Direktur Utama PT.Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Menurut Welfizon, PT. Transjakarta saat ini telah membukukan penumpang yang diangkut mencapai hampir satu juta orang pelanggan per hari. Pada tahun 2018 Transjakarta melayani 189 juta pelanggan. Ada peningkatan hingga 31 persen disbanding tahun sebelumnya yang hanya mengangkut 148,8 juta penumpang. “Data menunjukkan bahwa warga DKI Jakarta dan sekitarnya sangat antusias dan menyambut baik pelayanan transportasi Transjakarta. Bahkan, sampai hari ini kami sudah melayani hampir satu juta pelanggan setiap harinya,” kata Welfizon.

Dia berharap, penganugerahan ini bisa berdampak positif pada pelayanan transportasi bagi warga DKI Jakarta. PT. Transjakarta mengelola sistem Bus Rapid Transit (BRT) sepanjang hampir 300 km, diklaim sebagai yang terpanjang di dunia. Jalur yang ada dalam BRT, menurut PT. Transjakarta, juga menjangkau hingga 80 persen wilayah DKI. Saat ini sudah ada 3.500 armada bus kecil, sedang dan besar dalam layanan di 266 rute yang beroperasi setiap harinya.

Apa yang dilakukan PT. Transjakarta adalah bagian dari upaya peningkatan pelayanan masyarakat, yang menjadi kebijakan Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya, mewujudkan moda transportasi terintegrasi melalui program JakLingko yang digagas Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan. Dalam kurun setahun terakhir, sistem manajemen yang mengusung konsep JakLingko, merangkul seluruh operator angkutan berbasis jalan yang bertrayek, mulai dari bus besar, bus sedang, hingga bus kecil.

Dalam catatan haltebus.com, PT. Transjakarta, secara bertahap dan sistematis memperbaiki manajemen, baik dari sisi operasional, maupun manajemen sumberdaya manusia. Sejak tahun 2017-2018 mereka mulai meningkatkan kemampuan SDM dengan berbagai cara. Mulai pelatihan internal, pelatihan dengan intsruktur tamu hingga membuka kesempatan bagi karyawannya melanjutkan Pendidikan S-1 bekerjasama dengan Universitas Paramadina.

Di tahun 2019 ini, pembenahan manajemen melalui penilaian kerja obyektif di bidang tugas masing-masing unit membuahkan hasil positif. Salah satu staf senior PT. Transjakarta yang mengawali karir sejak Transjakarta masih berbentuk Badan Layanan Umum, Prasetia Budi, mendapatkan promosi menduduki jabatan Direktur Operasional. Setelah 15 tahun beroperasi melayani warga Jakarta, inilah catatan terbaik penilaian kinerja staf yang paling berdampak secara internal.



Apalagi catatan penting dari perubahan di PT. Transjakarta? Sepanjang tahun 2019 inovasi layanan dihadirkan dan perbaikan sistem juga ditingkatkan. Salah satu yang diluncurkan adalah konsep pelanggan mandiri. Pelanggan diedukasi dengan berbagai petunjuk layanan yang mudah dimengerti, depan papan informasi layanan yang mudah dipahami bisa menjangkau layanan PT. Transjakarta secara mandiri. Layanan ini adalah bagian dari pengembangan penumpang yang cukup menggunakan kartu uang elektronik, untuk masuk dan keluar halte dan bus, tanpa perlu direpotkan menyiapkan uang.

“Adanya gerakan revolusi mental ini sangat baik karena memberikan dampak perubahan caraberperilaku dan bertindak dengan lebih baik lagi sehingga kita bisa sejajar dan meningkatkan diri dengan bangsa dan negara maju lain,” kata Welfizon.

Gerakan Nasional Revolusi Mental ini adalah bagian dari implementasi instruksi Presiden Joko Widodo untuk mengubah mental bangsa. Hadir dalam kegiatan itu, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menkeu Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menag Fachrul Razi.









“GNRM ini gerakan kemasyarakatan yang diinisiasi dan dilakukan oleh kekuatan yang ada di masyarakat sipil. Pemerintah lebih memposisikan diri mendorong, memberikan stimulasi dan memprovokasi agar gerakan ini terus bergulir di semua dimensi kehidupan,” ujar Muhajir Effendi seperti dikutip dari rri.co.id. (naskah :mai/foto : dok. Transjakarta/dok.haltebus.com/mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013