Kamis, 02 April 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PEREMAJAAN YANG MENGUNDANG SENSASI DI PERGANTIAN TAHUN
 
07 Januari 2020


(Jakarta – haltebus.com) Menjelang pergantian tahun yang diiringi dengan hari libur bersama, menjadi salah satu tradisi bagi perusahaan bus mengeluarkan armada baru. Tak terkecuali PO. Maju Lancar, Gunung Kidul, Yogyakarta. Perusahaan yang didirikan H. Sutrisno ini, menutup tahun 2019 dengan kemunculan satu unit bus yang tak biasa. Bahkan, nyaris mirip dengan bus buatan Karoseri Morodadi Prima. “Seandainya waktunya tidak selama ini, mungkin bus kami jadi yang pertama dibandingkan yang itu,” kata pimpinan PO. Maju Lancar Henry Ardiyanto, Selasa (31/12/19).

Bus tak bernama ini adalah bagian dari peremajaan yang dilakukan oleh PO. Maju Lancar di pergantian tahun 2019 ke 2020. Seminggu sebelumnya, dua unit bus Mercedes-Benz OH-1626 yang dibeli baru, model Avante, selesai dibuat di Karoseri Tentrem. Satu unit Hino R260 Tahun 2013 Legacy Sky SR-2 HD Prime juga selesai di minggu yang sama dari Karoseri Laksana. Jauh sebelum itu, ada pula Hino AK-8 tahun 2013 yang juga diperbaharui di Karoseri Tri Sakti dan sudah beroperasi untuk rute Yogya-Semarang.

Henry mengungkapkan, rencananya mereka akan meremajakan delapan unit bus. Lima unit sudah selesai, sisanya akan menyusul dalam waktu dekat. Bahkan dia memberi sinyal ada yang lebih menarik dari model-model bus yang diremajakan. “Tunggu saja,nanti ada yang lebih asyik lagi,” ujarnya.

Bus terbaru yang baru selesai diremajakan di hari terakhir tahun 2019 ini, modelnya cukup menarik. Henry mengaku menuangkan kreasinya di badan bus Mercedes-Benz OH-1518 lansiran tahun 1999. Sejatinya, bodi bus berbasis model Royal Coach dari Karoseri Adiputro, sebelum era model Jetbus beredar. Model Royal Coach adalah salah satu model Karoseri Adiputro yang laris di awal nama mereka mulai diperhitungkan di kalangan karoseri pembuat bus.

Bagian depan, menurut Henry diubah dengan pilihan lampu yang tersedia di pasar aseroris bus. Bedanya, Henry menempatkan lampu kuning berbentuk alis di atas lampu utama. Alhasil, desain ini mirip dengan Model Patriot 2020 buatan Karoseri Morodari. Perbedaannya ada di lampu utama. Lampu Patriot 2020 lebih lebar, sedangkan lampu bus spesial PO. Maju Lancar lebih ramping. Jika diperhatikan secara teliti, detil lampu utama juga berbeda. Di bagian bumper ada pula sepasang lampu kabut yang mempercantik tampilan. Bagian depan yang serupa tapi tak sama itu menarik perhatian warganet, karena hanya berselang sebulan keduanya muncul di muka umum.

Bagaimana bagian belakang? Henry membenamkan lampu yang bisa kita temukan di bus Jetbus 3, model terbaru dari Karoseri Adiputro. Bumper-nya juga mengikuti lekukan dan garis lampu utama di bagian belakang ini. Ada lagi yang tak kalah menarik, lampu tambahan yang bisa kita temukan di Legacy Sky SR-2 keluaran terbaru. Desainer Karoseri Laksana, Kus Ririn menyebutnya dengan lampu camar, mirip seperti sayap burung.

Di bagian belakang tidak banyak yang diubah dari sisi bentuk bodi, hanya menyesuaikan lampu belakang yang besar. Bentuk kaca belakang masih seperti aslinya, hanya di bagian bawah diambah ornamen yang kelir abu-abu yang menambah karakter yang berbeda. Selebihnya, tampilan bus ala Karoseri Adiputro sangat kental di bagian belakang ini.

Dibagian samping juga tidak banyak diubah. Sukardi, dari bengkel PO. Maju Lancar, mengerjakan perubahan yang diinginkaan Henry dengan sabar dan telaten. Di bagian samping, dia hanya menghilangkan ornamen di kaca samping pertama, dan plat bercat hitam di bawah garis kaca, diganti dengan kaca. Di bagian depan sisi samping terasa seperti bus Karoseri Adiputro model Sprinter. Sementara di bagian bawah kaca paling belakang sisi samping, sebuah lampu kuning, yang bisa kita temukan di sisi atas bus terbaru Karoseri Adiputro, menjadi hiasan yang menambah gaya.

Penampilan bus di malam hari lebih semarak dengan lampu LED hijau di panjang bodi bus di bagian bawah. Di bagian dalam, ada pula lampu warna-warni layaknya seperti lampu disko yang tengah menjadi tren di bus-bus pariwisata. Untuk yang satu ini Henry punya alasan menarik, “Saya tertarik dengan lampu warna-warni, busnya terlihat berbeda.”

Henry mengaku, sengaja melakukan peremajaan dengan perombakan tampilan bus. Dia mengungkapkan, peremajaan dengan cara seperti ini, mereka ingin menunjukkan bus yang dianggap sudah berumur masih bisa tampil lebih segar. “Sebetulnya kalau dirawat dengan baik, bus yang dianggap berumur itu tidak kalah dengan yang baru. Bahkan, bus ini kami pasrahkan pada pengemudi terbaik kami, karena mereka sangat merawat bus,” katanya dengan bangga.

PO. Maju Lancar termasuk salah satu perusahaan bus yang tergolong kerap memperhatikan perawatan busnya. Saat ada keluhan dari pelanggan, bus diperbaiki, jika diperlukan dibangun ulang dan kemudian beroperasi kembali. Menurut Henry, khusus untuk armada yang berumur di atas 25 tahun seperti ketentuan pemerintah, mereka sudah mulai mengurangi sedikit demi sedikit, sambil menggantinya dengan bus yang baru.









Dua unit bus terbaru Mercedes-Benz OH 1626 model Avante, beroperasi untuk rute Wonosari-Jakarta-Ciledug. Satu unit Hino R260 berbodi Legacy Sky SR-2 HD Prime beroperasi di rute Wonosari-Temanggung-Jakarta-Tangerang (Poris). Sementara bus spesial PO. Maju Lancar, bertugas untuk rute Wonosari-Tasikmalaya-Bandung. PO. Maju Lancar yang berdiri tahun 1986 memiliki dengan layanan mulai kelas Ekonomi hingga Eksekutif, dengan rute Wonosari-Jakarta dan sekitarnya, Wonosari-Merak, Wonosari-Bandung, Yogya-Semarang dan salah satu anak perusahaannya PO. Citra Adi Lancar melayani Patas AC rute Yogya-Purwokerto-Tegal-Cirebon. (naskah : mai/foto : dok. PO. Maju Lancar)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013