Sabtu, 29 Februari 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO RN 285 YANG EMPUK DI TOL TRANS JAWA
 
18 Januari 2020


(Jakarta – haltebus.com) PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) sudah mempersiapkan produk bus mereka untuk menyambut Tol Trans Jawa beberapa waktu sebelum jalan tol itu beroperasi akhir 2018 lalu. Tak banyak yang tahu jika ada beberapa perubahan spesifikasi yang ada di bus Hino RN 285. “Kami mempersiapkan produk bus kami untuk perjalanan jarak jauh melalui jalan tol trans jawa,” ujar Bus Departement Head PT. HMSI, Guntur Nugraha Budiana kepada haltebus.com Desember 2019 lalu.

Menurut Guntur, pengembangan produk bus Hino sudah dilakukan sejak pembangunan jalan tol. Setidaknya, pada Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 sudah diperkenalkan bus RN 285 AT yang menyandang transmisi otomatis. Bus Hino RN 285 AT adalah pengembangan dari bus Hino RN 285 yang sudah dilengkapi suspensi udara dan bertenaga 285 PS.

Saat haltebus.com menyicipi Hino RN 285 AT yang dilengkapi transmisi otomatis Allison T325R dan retarder akhir 2018 lalu, terasa perbedaan yang cukup signifikan. Pengembangan transmisi membuat kemampuan mesin terlihat berbeda. Ketika bus melaju pada kecepatan antara 100-120 Km/jam putaran mesin hanya ada di kisaran 2.000 – 2.200 RPM, tergantung kelandaian medan jalan. Pada varian Hino RN 285 sebelumnya, dengan kecepatan yang sama putaran mesin sudah di atas 3.000 RPM.










Pada pameran GIIAS 2019, varian manual Hino RN 285 yang sudah diubah komposisinya itu dipamerkan dalam versi manual yang dilengkapi retarder. Bahkan, bus Hino RN 285 manual yang sudah disetel ulang ini menjadi penopang layanan baru PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, PO. Sinar Jaya, yang tergolong mewah : Suite Class. Varian terbaru dari Karoseri Laksana dengan kabin yang dilengkapi tempat duduk semi tidur individual yang mewah.

Bagaimana performa Hino RN 285 dengan komposisi kemampuan mesin yang baru? Menurut pengemudi PO. Sinar Jaya, Ricky Rizalfi, bus yang dikendarainya terasa lebih mantap dengan kabin Suite Class. Pada kecepatan 100-120 Km/jam terasa stabil dan mudah dikendalikan. Putaran mesin ada di kisaran 2.000-2.200 RPM. “Tidak ada keluhan dari penumpang, bus tetap terasa nyaman. Hanya di tikungan yang panjang harus berhati-hati karena bus terasa sedikit limbung. Untuk retarder juga terasa kurang, karena pengereman kurang maksimal, waktu posisi di tingkat keempat tidak lama fungsi pengereman hilang,” katanya saat ditemui haltebus.com, Rabu (15/1/20).

Secara umum, menurut Ricky yang sudah berpengalaman lebih dari 16 tahun mengemudikan bus, Hino RN 285 nyaman dikendarai. Ayunan suspensi udara terasa lembut dan mantap saat bus melewati jalan bergelombang, seperti jembatan, atau titik-titik tertentu seperti sambungan jalan. Bagi Rikcy, adalah sebuah kepuasan pengemudi, ketika penumpang tidak menyampaikan keluhan saat tiba di tujuan. Bukan saja karena pelayanan pengemudi, tetapi juga karena kondisi bus yang membuat mereka nyaman di perjalanan.

Ricky adalah salah satu pengemudi PO. Sinar Jaya yang beberapa kali diberi kepercayaan untuk rute-rute perintis. Pernah mengemudikan bus double-decker jurusan Jakarta – Pekalongan, ikut bersama tim pengemudi yang melayani armada Bus Trans Jawa Jakarta – Surabaya dan terakhir membawa bus dengan kelas layanan tertinggi di PO. Sinar Jaya.

Hino RN 285 seperti yang dikemudikan Ricky sejatinya memiliki dua varian mesin yang berbeda, untuk transmisi juga ada yang manual dan otomatis. Hino 285 menyandang mesin J08-EVT sedangkan untuk versi Hino RN 285 AT ditopang mesin J08-WG. Baik pada versi manual maupun otomatis, perubahan yang dilakukan Hino ada pada setelan mesin.










Perubahan pada Hino RN 285 manual sangat terasa, terutama di komposisi rasio perpindahan gigi persneling dan transmisi yang digunakan. Sebelumnya Hino RN 285 menggunakan transmisi ZF 6S1000BD lalu diubah dengan ZF 6S1010BO yang diikuti perubahan rasio perpindahan gigi. “Perpindahan gigi persenling yang ini lebih halus dan mesin lebih bertenaga,” kata Ricky.

Performa baru yang dihadirkan Hino Indonesia, akan berpengaruh pada kemampuan jelajah Hino RN 285 saat melaju di jalan tol. Tidak hanya kemampuan dan ketahanan mesin, tetapi juga efiseinsi dan waktu tempuh yang diharapkan perusahaan bus. Setidaknya, hal ini yang dirasakan oleh PO. Sinar Jaya. Saat mengoperasikan bus RN 285 versi manual yang dilengkapi retarder, kemampuannya tak jauh berbeda dari bus merek lain yang juga mereka gunakan.

Product Engineering Supervisor, PT. HMSI, Bethy Heryawan mengungkapkan, pihaknya menyetel ulang kemampuan mesin dan transmisi untuk menghadapi tantangan jalan tol yang panjang. Dengan penyetelan ulang itu, diharapkan performa mesin menjadi lebih efesien tetapi tetap bertenaga. Wawan, sapaan akrab Bethy Heryawan, menyebutnya dengan over drive. “Over Drive itu kondisi rasio gear tertentu, biasanya di top gear, dimana jumlah gigi penggerak (drive gear) lebih banyak daripada gigi yang digerakkan sehingga dengan kondisi itu pengingkatan kecepatan akan terasa dengan RPM mesin yang lebih rendah,” ujarnya menjelaskan.

Lalu bagaimana dengan retarder yang malfungsi? Wawan mengingatkan, retarder hanya alat untuk membantu pengereman. Untuk bus dengan transmisi manual, prosedur pengurangan kecepatan kendaraan perlu diperhatikan. Dia menjelaskan, saat mengurangi kecepatan, pengemudi bisa menggunakan retarder dengan tetap menurunkan gigi persneling agar putaran mesin bisa membantu mengurangi kecepatan. Selain itu ada pula sistem pengereman yang mengurangi kecepatan melalui pengereman pada roda-roda. Retarder ini ada sistem pemutus otomatis saat bekerja dengan suhu yang melebihi batas. Saat terlalu panas, fungsi retarder akan hilang, karena itu perlu dibantu dengan penurunan gigi persneling, ujar Wawan.










Wawan mengatakan, secara teori penyetelan baru rasio perpindahan gigi persneling ini akan lebih irit karena putaran mesin yang rendah. Menurut dia, dengan kecepatan tinggi yang konstan, over drive ini akan berpengaruh signifikan pada konsumsi bahan bakar. Saat jalan tol Cikampek – Palimanan menyatukan jalan tol Jakarta – Cikampek dan Palimanan – Pejagan, membuat perubahan di kalangan pelaku usaha transportasi. Jalan tol menjadi lebih panjang, dan kemampuan bus sangat teruji.

Di awal beroperasinya jalan tol itu, kemampuan mesin Hino menjadi salah isu. Maklumlah, rerata bus Hino saat melaju pada kecepatan tinggi di atas 100 km/jam, putaran mesin menunjuk pada angka 3.000 RPM ke atas. Kini dengan hadirnya komposisi baru Hino RN 285 baik versi manual maupun otomatis, kemampuan Hino sudah meningkat jauh, apalagi sistem pengereman bus juga dilengkapi dengan full air brake (bertekanan udara). (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013