Sabtu, 29 Februari 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MEKANIK MERCEDES-BENZ DIPERSIAPKAN IKUT KOMPETISI GLOBAL
 
22 Januari 2020


(Jakarta – haltebus.com) PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) memilih enam dari 199 mekanik bus dan truk Mercedes-Benz sebagai TechMasters Indonesia. Perusahaan pemegang merek kendaraan komersial Mercedes-Benz di Indonesia itu menggelar kompetisi antar mekanik, TechMasters untuk pertama kalinya, Sabtu (18/1/20) di Ciputat, Tangerang Selatan. “Kami menyaring dari 199 mekanik yang ditargetkan (ada di seluruh dealer Mercedes-Benz), enam peserta terpilih mewakili bus dan enam peserta untuk kategori truk,” demikian disampaikan Head of Customer Service & Part (CSP) Training PT DCVI, Imam Sujono di sela-sela kompetisi.

Menurut Imam, dari 199 perserta yang ditargetkan, ada 115 yang mendaftar lewat jaringan internet tertutup antara PT. DCVI dan dealer. Setiap peserta diberikan tiga formulir tes tertulis. Dia mengatakan, setiap peserta diberikan tes dengan metode khusus untuk menjamin proses pengerjaan tes tidak saling bekerja sama, khususnya yang ada di dealer yang sama.

Pada tes tahap pertama, lanjut Imam, dari 115 orang hanya 81 orang yang berhasil menyelesaikan tes dengan baik. Selebihnya dinyatakan tidak lolos. Pada seleksi terakhir, hanya 12 orang yang mewakili kategori bus dan truk. “Ke-12 orang ini mewakili tujuh dealer,” kata Imam









Di babak final kompetisi TechMaster Indonesia, setiap peserta menjalani dua tes, tes tertulis dan tes praktek. Setiap peserta tidak boleh saling berkomunikasi satu sama lain. Ada petugas dari panitia yang mengawasi setiap peserta. Saat beristirahat pun, disiapkan ruang berbeda untuk setiap orang.

Setelah melewati sekitar tujuh jam kompetisi dan tim juri memutuskan penilaian, pada kategori bus dimenangkan oleh Purwanto dari PT. Transforma Oto Prima (TOP), diikuti I Komang Wilantara dari PT. Hartono Raya Motor, Bali dan Ferry Ferdiawan dari PT. Citrakarya Pranata. Sementara di kategori truk dimenangkan oleh Jeni Jaelani dari PT. Citrakarya Pranata, diikuti Wahid Hidayat dari PT. Panji Rama Otomotif dan Mukhoeroni Rosadi dari PT. Alun Indah.

Mekanik PT. Hartono Raya Motor, Bali, I Komang Wilantara yang meraih posisi kedua, di sela-sela lomba mengaku senang bisa ikut kompetisi TechMaster Indonesia. Dia mengungkapkan, dengan adanya kompetisi ini, kemampuannya bisa diukur. Dalam ujian praktek dia mengaku mendapat masalah indikator putaran mesin tiba-tiba naik saat mesin hidup. “Lumayan juga, terbentur waktu. Kalau (masalah) elektrikal waktunya lama. Kalau nasibnya bagus bisa cepat ketemu penyakitnya, tetapi kita harus menuruti prosedur,” ujar mekanik yang mengaku sudah menjalani profesi selama 15 tahun ini.

Menurut Komang, perusahaan tempat dia bekerja mendorong mekaniknya ikut dalam kompetisi. Tentu saja, lanjut dia, ada kebanggaan jika dua orang mekanik yang dikirim PT. Hartono Raya Motor bisa menang. Mengapa? “Sederhana saja, kepercayaan pelanggan jadi bertambah. Ada mekanik pemenang kompetisi di dealer mereka,” kata Komang.

Maklumlah pada mekanik, terutama mekanik yang menangani bus sehari-hari dikejar waktu pekerjaan. Seperti yang diungkapkan Ferry Ferdiawan, Mekanik PT. Citrakarya Paranata, Bandung. Tidak jarang mereka harus berpacu memperbaiki bus pelanggan yang rusak di tengah perjalanan atau di pool. “Yang paling menegangkan memperbaiki bus, sementara kursi bus sudah terjual dan waktu keberangkatan bus sudah dekat,” ujarnya sambil tersenyum mengenang saat melayani pelanggan.

Ferry yang sebelumnya juga pernah menangani kendaraan komersial Eropa lainnya, mengakui kemudahan dalam merawat kendaraan dengan standard teknologi Eropa. Selain relatif setara teknologinya, identifikasi masalah lebih mudah karena sudah terkomputerisasi, hanya saja diperlukan ketelatenan dan kepatuhan menjalankan prosedur yang sudah ditetapkan.

Standar kemampuan dan taat prosedur penanganan masalah teknis pada kendaraan komersial Mercedes-Benz, menurut Imam, menjadi titik berat kompetisi. Berdasarkan catatan dan diskusi haltebus.com dengan berberapa mekanik senior, standar penanganan dan urutan prosedur kerap memudahkan mereka bertukar informasi. Ketika ada salah satu kendala tidak bisa dipecahkan seorang mekanik, supervisor akan mudah membantu, ketika supervisor juga mengalami kesulitan, penyelia dari pabrikan juga akan mudah membantu karena bahasa mekanis dan standarnya sama.








Imam berharap, PT. DCVI bisa mencetak mekanik-mekanik andal yang tidak hanya untuk melayani pelanggan, tetapi juga memiliki kebanggan karena berprestasi dalam sebuah kompetisi. Menurut dia, kompetisi yang mereka adakan adalah bagian dari penghargaan terhadap apa yang dilakukan mekanik untuk ikut mendorong kemajuan Mercedes-Benz di Indonesia. Dia mengaku, saat ini tengah mengejar standar agar para mekanik kendaraan komersial Mercedes-Benz bisa mengikuti kompetisi mekanik Mercedes-Benz Global.

“Dalam kompetisi Mercedes-Benz Global ada empat job profile dalam satu tim. Kami harus mengirimkan satu tim dengan ketentuan seluruh mekanik yang dikirim sudah memenuhi standar sertifikasi Mercedes-Benz. Sementara ini baru ada dua dari empat job profile yang sudah qualified (tersertifikasi),” kata Imam. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013