Senin, 21 September 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
AGUNG WICAKSONO MUNDUR, DIREKTUR UTAMA PT. TRANSJAKARTA BERGANTI
 
24 Januari 2020


(Jakarta – haltebus.com) Mission Accomplished (Misi Terpenuhi), begitu tulisan yang dibuat Direktur Utama PT. Transjakarta, Agung Wicaksono Kamis (23/1/20) sekitar enam jam sebelum pernyataan pengunduran dirinya disebarluas ke sejumlah awak media. Dalam tulisan yang diunggah di akun media sosialnya dan disertai foto itu, Agung menuliskan tentang misinya mengintegrasikan Transjakarta dengan MRT (Moda Raya Terpadu) dan LRT (Lintas Rel Terpadu) sehari sebelumnya.

“Bulan Oktober 2018, Gubernur DKI Jakarta menghadirkan saya dari MRT Jakarta ke PT. Transportasi Jakarta untuk Integrasi. Dan selama 15 bulan ini, pesan itulah yang menjadi elemen sentral setiap langkah transportasi di Jakarta. Salah satu ikon “tidak integrasi” adalah Koridor 13 TransJakarta Halte CSW dan Stasiun MRT ASEAN. Terletak sangat dekat, namun tak tersambungkan, tangganya pun luar biasa terjal tak terdaki orang normal,” begitu Agung menulis di akun media sosialnya.

Sehari sebelumnya, Rabu (22/1/20) Agung bersama jajarannya dan jajaran PT. MRT Jakarta mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk peletakan batu pertama, penghubung antara Koridor 13 dan MRT di Stasiun Layang ASEAN. Ini adalah salah satu titik integrasi yang sudah direncanakan sejak 2019 untuk memudahkan penumpang MRT beralih ke Koridor 13 Jl. Kapt. Pierre Tendean (Mampang) – Ciledug (Puri Beta).








“Rabu 22 Januari, pembangunan integrasi halte CSW dan stasiun MRT ASEAN dimulai. Gubernur DKI mencanangkan pembangunan, bersama saya dan Dirut MRTJ dengan Kadishub DKI. Insya Allah bulan Agustus 2020 ini akan tersambungkan, dan menjadi satu hub kawasan baru di Selatan Jakarta. 30.000 orang pelanggan Koridor 13 dari Ciledug atau Tendean, sekarang bisa terhubung untuk ganti naik MRT ke Lebak Bulus atau Bundaran HI sampai Kota. Itulah integrasi sesungguhnya. Memang baru awal, namun itu layak membuat Gubernur DKI dengan visinya menjadi Bapak Integrasi. Karena itulah, pesan beliau saat berjabat tangan di akhir adalah, “Mission accomplished!,” demikian Agung menjelaskan yang dimaksud dengan misinya yang selesai.

Lewat pukul 17.00, seiring dengan selesainya Rapat Umum Pemegang Saham (Luar Biasa (RUPSLB) PT. Transjakarta, Agung menyebar tulisan undur diri. Rapat yang digelar di Komplek Gedung Balaikota Jakarta itu menyetujui pengunduran diri Agung. Tulisan yang disebar melalui stafnya itu menyebutkan alasan Agung mengundurkan diri sebagai, “Alasan pribadi untuk kebutuhan keluarga saya.”

Agung dan jajarannya mengejar target 1 juta pelanggan per hari, dan angka satu juta nyaris diraihnya pada 16 Desember 2019 lalu. Hanya kurang dari 2.000 penumpang saja!. Dia bersama tim Transjakarta memperluas jaringan Jak Lingko, menambah rute-rute non koridor agar akses dan integrasi antar moda bisa mudah menjangkau seluruh armada yang dioperasikan di bawah PT. Transjakarta.

Dalam pesan undur dirinya, Agung menyebut, sampai saat ini telah ada 65 rute integrasi MRT, 20 rute integrasi LRT, dan 156 rute integrasi KRL dan Mikrotrans telah tergabung dengan Transjakarta sebanyak 69 rute. Penambahan rute terintegrasi itu, menurut dia, menjadi satu dalam program Jak Lingko yang dicanangan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Tiga tahun terakhir Agung banyak terlibat di pelayanan Transportasi Jakarta, dua tahun di PT. MRT Jakarta dan 1 tahun 3 bulan di PT. Transjakarta. Prestasi agung mendongkrak angka penumpang yang diangkut selama setahun. Dari 188,98 juta pelanggan di tahun 2018 menjadi 264,61 juta pelanggan di tahun 2019. Kinerja terbaik Agung yang dicatat dalam RUPSLB PT. Transjakarta seperti yang tertulis dalam rilis Sekretaris Perusahaan PT. Transjakarta.

Terhitung sejak mundurnya Agung Wicaksono yang disetujui RUPSLB PT. Transjakarta, jabatan Direktur Utama diisi oleh Donny Andy Saragih. Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) ini ditetapkan sebagai Direktur UTama PT. Transjakarta dalam RUPSLB. Dalam keputusan RUPSLB disebutkan, Kepemilikan Saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada PT Transportasi Jakarta adalah mayoritas yaitu sebesar 99,66 persen sedangkan 0,34 persen dimiliki oleh PT Jakarta Propertindo.

Selain itu, pemilik saham juga berharap, dengan pembaharuan kepengurusan ini, PT Transjakarta dapat mewujudkan :
a. Transportasi publik yang aman dan nyaman serta terjangkau, agar masyarakat Jakarta dapat melakukan perjalanan secara tepat waktu sehingga dapat mendukung peningkatan perekonomian Jakarta
b. Penugasan-penugasan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakata yang digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.
c. Integrasi yang semakin seamless sehingga memudahkan pelanggan untuk berpindah moda.

Selain menjabat sebagai Wakil Ketua DTKJ, Donny A. Saragih pernah menjabat Direktur Operasional PT. Ekasari Lorena Tbk, khusus membawahi armada Transjakarta. “Pengangkatan Sdr. Donny Andy S. Saragih sebagai Direktur Utama didasarkan pada pertimbangan untuk mengembangkan PT Transportasi Jakarta kedepanya, dimana yang bersangkutan memiliki latar belakang pengalaman di bidang transportasi yaitu komisaris PT Alfa Omega Transport sejak tahun 2014 sempai dengan sekarang, Direktur Operasional PT Eka Sari Lorena Transport, Tbk tahun 2007 sampai dengan 2017,” begitu keterangan tertulis Sekretaris Perusahaan PT. Transjakarta.

Kamis sore hingga menjelang malam, Agung langsung berpamitan dengan seluruh jajaran PT. Transjakarta di kantor Jl. MT. Haryono. Dia berterima kasih atas dukungan jajaran PT. Transjakarta dan Gubernur DKI Jakarta yang sudah mengijinkan pengunduran dirinya. Sejumlah karyawan tak kuasa menitikkan air mata saat berpamitan. Sambil memohon maaf, Agung berkata, “Sampai jumpa lagi seperti biasa di halte/stasiun atau di atas bus dan kereta, kali ini sebagai penumpang biasa, bagian dari Satu Juta pelanggan kita.” (naskah : mai/foto : dok. pribadi/PT. Transjakarta)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013