Sabtu, 29 Februari 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TRADISI BARU : MEMPERTAHANKAN KUALITAS DAN MENGEDEPANKAN KESELAMATAN
 
07 Februari 2020


(Jakarta – haltebus.com) Pabrikan Mercedes-Bez dengan bendera PT. Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) untuk pertama kalinya menggelar TechMasters, kompetisi antar mekanik kendaraan komersial Mercedes-Benz. “Idenya adanya kompetisi teknisi (mekanik) sedunia. Diadakan (Mercedes-Benz) di Jerman. Yang kami lakukan sekarang ini ada lah baru permulaan, membawa iklim kompetisi sebagai reward juga untuk mereka,” kata Head of Customer Service & Part (CSP) Training PT DCVI, Imam Sujono, Sabtu (18/1/20) di Ciputat, Tangerang Selatan.

Menurut Imam, struktur Mercedes-Benz di Indonesia yang berubah dalam kurun waktu dua tahun terakhir membuat mereka bisa fokus mengembangkan layanan kendaraan komersial. Seperti diketahui, selama lebih dari 45 tahun keberadaannya, kendaraan komersian dan penumpang Mercedes-Benz di Indonesia berada di bawah payung yang sama. Sejak akhir 2017, Mercedes-Benz Indonesia mengumumkan perusahaan baru yakni PT. Daimler Komersial Vehicles Indonesia.

Imam mengungkapkan, pihaknya mulai melakukan pengembangan layanan untuk pelanggan dari sisi purna jual, khususnya mekanik. Pola pendidikan mekanik dan proses yang mengikutinya mulai disamakan dengan standar Mercedes-Benz yang berkantor pusat di Stuttgart, Jerman. “Kami sudah memulai proses sertifikasi mekanik, ada empat job profile mekanik yang menjadi standar Mercedes-Benz global dan setiap job profile ada kriterianya sendiri,” katanya menjelaskan.








Sepanjang tahun 2019, lanjut Imam, baru dua dilakukan proses sertifikasi dua job profile, yakni Maintenance Technician dan System Technician. Ada 22 orang sudah tersertifikasi untuk Maintenance Technician dan 27 orang lainnya memegang sertifikat System Technician. Menurut Imam diperlukan juga Diagnosis Technician dan Electrical Technician.

Keempat job profile ini, menurut Imam, masih dalam proses agar tim mekanik atau teknisi Mercedes-Benz bisa beradu kemampuan dengan rekan seprofesi dari seluruh dunia. Lalu apa kaitannya dengan TechMasters Indonesia? Imam menjelaskan, program ini diharapkan bisa mengapresiasi mekanik kendaraan komersial Mercedes-Benz sekaligus memicu mereka agar tertarik dan bersemangat untuk berkompetisi.

Instruktur Senior kendaraan komersial Mercedes-Benz di Indonesia ini mengungkapkan, mencetak mekanik yang andal dan memiliki standar sesuai kriteria yang ditetapkan Mercedes-Benz Jerman membutuhkan proses. Setiap job profile mewajibkan mekanik mengikuti prosedur yang berlaku. Tujuannya memastikan agar standar pelayanan dan pekerjaan yang dilakukan tetap terjaga. “Yang dinilai dalam kompetisi TechMasters Indonesia ini adalah bagaimana mekanik menjalankan tahapan-tahapan yang menjadi standar prosedur pekerjaan mereka,” ujar Imam.

Apa yang diungkapkan Imam cukup dirasakan Ferry Ferdiawan, mekanik PT. Citra Karya Pranata, pemenang ketiga untuk kategori bus. Menurut Ferry, selama berkompetisi, terutama saat mereka harus menemukan kendala pada kendaraan, wajib mengikuti standar prosedur. Diagnosa masalah kendaraan harus dilihat satu per satu sesuai bagan yang menjadi acuan mereka. Meski ada alat diagnosa Xentry untuk melihat kondisi kendaraan, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan serampangan. “Misalnya nih saya melihat alat diagnosa saya sudah punya dugaan sumber masalah, tapi saya tidak boleh langsung ke sumber masalah. Ada langkah-langkah yang harus dilakukan sesuai prosedur dan harus sesuai urutan. Cukup membuat stress juga,” katanya.

Sementara, Mekanik PT. Hartono Raya Motor, Bali, I Komang Wilantara juga merasakan hal yang sama. Menurut dia, mempertahankan kepatuhan mengikuti prosedur dan waktu yang diberikan panitia saat lomba cukup membuatnya berkeringat. Dengan waktu yang sempit, dia harus berpacu mengikuti prosedur.

“Ya sebetulnya sehari-hari seperti itu yang kami hadapi dalam melayani pelanggan, dalam waktu singkat harus bisa menemukan masalah dan segera memperbaiki. Saat lomba, ada tekanan tambahan, karena ada dua kendaraan dan berdampingan. Kalau ada suara mesin dari sebelah, yang stress juga. Wah yang sebelah sudah selesai menemukan masalah,” ujarnya disertai tawa lepas.








Mercedes-Benz memiliki sejarah panjang di Indonesia. Untuk bus dan truk pabrikan asal Jerman ini cukup dikenal karena keandalan dan keawetannya. Khusus bus, nama Mercedes-Benz lekat dengan keselamatan dan kenyamanan. Kedua faktor ini, menurut Imam, menjadi perhatian PT. DCVI. Ada paket pelatihan pengemudi dan mekanik yang pernah mereka selenggarakan untuk pelanggan bus Mercedes-Benz.

Mulai 2019, ada pula instruktur dari dealer yang mulai mengikuti sertifikasi standar instruktur agar mereka bisa memperluas pelatihan mekanik maupun pengemudi. “Kami sudah melakukan pelatihan sejak Maret sampai Oktober, dari 18 dealer ada 10 dealer yang mengikuti pelatihan instruktur,” kata Imam.








Dalam kesempatan itu, Imam mengungkapkan, pihaknya akan mengejar kebutuhan mekanik yang telah memegang sertifikat kemampuan sesuai standar Mercedes-Benz Global. Dari 199 mekanik yang tersebar di 18 dealer di 27 lokasi, dia berharap bisa bertambah dari tahun ke tahun. Setiap tahun ada dua pelatihan mekanik untuk memenuhi target job profile standar Mercedes-Benz Global, serta satu kelas pelatihan mekanik dasar selama setahun yang diharapkan bisa menghasilkan Maintenance Technician bersertifikat.

Upaya PT. DCVI ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Perhubungan yang mulai menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan untuk perusahaan bus. Setiap perusahaan bus harus memiliki alat kelengkapan seperti armada bus, pengemudi, bengkel, mekanik dan standar prosedur yang menjamin keselamatan perjalanan masyarakat. (naskah : mai/foto : mai)

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013