Minggu, 12 Juli 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO SIAPKAN PAKET KHUSUS DI TAHUN 2020
 
05 Februari 2020


(Jakarta – haltebus.com) PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mulai Januari 2020 menyiapkan pembaharuan produknya. Ada paket khusus menyambut penerapan B30 dan standar Emisi Euro 4 untuk pelanggan Hino di Indonesia. “Menyambut tahun 2020 ini kami menyiapkan paket khusus pada produk, ada air seat suspension, rear camera, B30 ready dan Hino Connect,” kata Sales & Promotion Director PT. HMSI, Santiko Wardoyo dalam paparan rencana awal tahun di Jakarta, Kamis (23/1/20).

Santiko mengungkapkan, paket yang mereka siapkan untuk pelanggan ini adalah bagian dari komitmen Total Support yang menjadi slogan Hino Indonesia. Dengan paket ini diharapkan pelanggan bisa memaksimalkan kendaraan Hino milik mereka. Mereka. Dia menjelaskan, untuk kursi pengemudi yang dilengkapi suspensi udara dihadirkan agar pengemudi nyaman saat mengendarai kendaraannya. Begitu juga dengan kamera belakang/mundur (rear camera), diharapkan mengurangi kecelakaan akibat pengemudi tidak mengetahui kondisi bagian belakang kendaraan.

Dalam kesempatan itu, Santiko juga menjelaskan fitur baru produk baru Hino yakni Hino Connect. Fitur ini adalah sistem telematika Hino yang akan mencatat setiap pergerakan dan posisi kendaraan. Perilaku pengemudi mulai perlakuan pengemudi terhadap mesin, bahan bakar, kecepatan termasuk pengereman direkam dalam Hino Connect. “Kita mulai ya keselamatan kendaraan truk. intinya bagaimana kita mengingatkan pengemudi lebih aware soal keselamatan di jalan,” katanya.








Paket Hino Connect melekat pada kendaraan dengan Vehicle Identication Number 2020. Menurut Santiko, Hino Connect membuat efisensi operasional sehingga bisa mendukung bisnis pelanggan Hino. Dengan Hino Connect, lanjut dia, pelanggan dapat lebih mudah mengatur manajemen operasional armadanya. Pelanggan dengan mudah dapat mengetahui lokasi armadanya sehingga dapat memprediksi waktu tiba di tujuan atau Estimate Time Arrival (ETA) dengan demikian akan meningkatkan efisiensi armada.

Perekaman data manajemen pengemudi ini, memungkinkan pemilik kendaraan merekam secara akurat kebutuhan perawatan berkala armadanya. Perawatan kendaraan yang tepat waktu membuat kondisi kendaraan terjaga dengan baik, memperkecil kealpaan jadwal perawatan. “Pelanggan dapat menggunakan secara gratis Hino Connect selama 5 tahun tanpa biaya tambahan atau langganan,” kata Santiko menjelaskan produk yang menjadi langkah menyambut standar Euro4.








Secara khusus Santiko juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait bahan bakar B30 pada bio-solar. Kandungan bahan nabati pada solar hingga 30 persen, menurut dia, tidak akan berpengaruh pada produk Hino, khususnya pada produk mulai tahun 2020. Semua jenis kendaraan Hino yang dibuat Januari 2020 sudah siap menggunakan bahan bakar bio-solar B30.

Per Januari unit Hino sudah siap dengan bio-solar B30. Ada perubahan di filter solar, baik penambahan maupun bahan yang digunakan. Selain itu, Santiko juga mengungkapkan, mesin diesel commonrail Hino sudah diujicoba dengan bio-solar B30 dan tidak ada masalah. “Kami mendukung (kebijakan bio-solar) B30, menurut kami positif. Indonesia penghasil sawit terbesar, mengapa tidak digunakan sendiri sehingga kita bisa memanfaatkan minyak sawit,” ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Tim Product Planning & Development PT. HMSI, Tri Hariyanto mengungkapkan, ada lima perubahan di sistem yang terkait bahan bakar. Ada lima komponen yang berubah mulai fuel filter, piping (pipa saluran bahan bakar), hose, fuel sender gauge dan tangki bahan bakar.

Dalam penjelasannya, Tri mengungkapkan, ukuran filter bahan bakar untuk bio-solar B30 dibuat lebih besar sehingga filter tetap dapat bertahan hingga 10.000 km. umur pemakaian itu, sesuai dengan filter yang digunakan untuk bio-solar B20. Pada bagian tangki dilapisi dengan alumunium platting coated untuk mencegah terjadinya karat. Sementara pada fuel sender gauge dan pipa saluran bahan bakar juga dilapisi dengan Nickel platting coated untuk memberikan daya tahan yang lebih kuat terhadap zat asam yang dihasilkan oleh fame B30.

Material yang berbahan karet pada sistem bahan bakar B30, seperti hose, sudah menggunakan material fluorubber agar tahan terhadap sifat asam yang bisa mengkikis material.

Bagaimana untuk truk atau bus yang sudah beroperasi dan belum memiliki standar sistem saluran bahan bakar yang siap untuk bio-solar B30? “Kami menyiapkan retrofit kit. Ditambah strainer yang bisa meningkatkan hingga 20 ribu Km, tanpa stainer bisa 10 ribu Km. Pelanggan bisa memilih sesuai yang dikehendaki menggunakan strainer atau tidak,” kata Tri menjelaskan.

Dalam penjelasan tertulis Hino Indonesia disebutkan, sejak tahun 2010 hingga saat ini, Hino terus melakukan riset dan pengembangan produk khusus untuk bio-solar. Mereka melakukan durability test dan emission test di dalam laboratorium secara intensif. Test dilakukan Hino di Indonesia dan Jepang dengan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti: Balai Teknologi Termodinamika, Motor dan Propulsi (BT2MP) dulu BTMP, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Balai Teknologi Bahan Bakar & Rekayasa Disain (BTBRD) dulu BRDST, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Pertamina.

Hasil riset tidak hanya untuk mengembangkan spesifikasi produk Hino yang cocok menggunakan bio-solar, namun untuk mengembangkan spesifikasi bio-solar. Salah satu contoh kontribusi penelitian Hino adalah spesifikasi bio-solar yang diproduksi terkait adanya kandungan logam. Pada B20 tidak diatur kandungan logam, sedangkan di B30 diatur kandungan beberapa jenis logam, antara lain Kalium, Kalsium, Natrium dan Magnesium. “Adapun dampak dari kandungan logam tersebut adalah penyebab filter bahan bakar dan injector tersumbat sehingga aliran bahan bakar ke ruang bakar tidak sempurna dan performa mesin tidak optimal,” menurut Hino Indonesia.

Karena itu, Santiko menambahkan, adanya perubahan fitur dan komponen pada kendaraan Hino di Indonesia sudah menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Dari sisi keselamatan maupun kesiapan perubahan bahan bakar minyak yang digunakan. Dia mengungkapkan, paket perubahan fitur dan komponen Hino ini sudah termasuk dalam harga pembelian untuk kendaraan yang diproduksi pada Januari 2020. Menurut Santiko, ada penyesuaian harga Rp. 16-18 juta. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013