Sabtu, 11 Juli 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
GAIKINDO DORONG KESELAMATAN KENDARAAN NIAGA
 
07 Februari 2020
 

(Jakarta – haltebus.com) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mendorong keselamatan kendaraan niaga melalui GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2020. Keselamatan jalan raya, menurut Ketua Umum GAIKINDO, Yohannes Nangoi, menjadi bagian dari tanggung jawab mereka juga. “Kami ingin meng-improve moda transportasi darat agar menjadi transportasi yang beradab kita menuju kecelakaan dengan korban jiwa nol. Perlu kerja keras,” kata Nangoi di Jakarta, Selasa (4/2/20).

Nangoi menjelaskan, masalah keselamatan ini menjadi sorotan GIICOMVEC 2020. Dia mengungkapkan, tahun ini GAIKINDO berkomitmen mengangkat isu keselamatan kendaraan, khususnya kendaraan niaga dalam pameran yang mereka gelar 5-8 Maret 2020. Dia mengakui, bukan hal yang mudah tetapi harus dimulai dari hal-hal mendasar yang bisa dilakukan oleh GAIKINDO.

Menurut dia, jika mengikuti standar keselamatan yang tinggi, maka biaya yang dikeluarkan akan sangat mahal. Dia mencontohkan, di sebuah kendaraan penumpang yang mewah, interiornya sudah memenuhi standard tidak mudah terbakar, baik busa jok, sarung hingga karpetnya. Sementara di sisi lain, di Indonesia juga belum adanya standar minimal kelengkapan keselamatan membuat dilema tersendiri. Ketika ada satu merek melengkapi produknya dengan perlengkapan keselamatan standar, tetapi tidak ada standarisasi maka merek yang cenderung menyasar pasar lebih murah tidak akan memilih kelengkapan standar.

Namun, Nangoi, mengungkapkan, Kementerian Perhubungan sudah menyatakan komitmen untuk mewujudkan keselamatan kendaraan, khususnya kendaraan niaga. “Kementerian perhubungan berkomitmen untuk melaksanakan ini, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan karoseri dan komponen lainnya untuk menciptakan kendaraan yang betul-betul layak jalan dan aman,” ujarnya.

Dalam GIICOMVEC 2020, Nangoi menegaskan, kendaraan yang dipamerkan sudah memenuhi kriteria keselamatan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Selama pameran juga akan ada sosialisasi dan penjelasan terkait aspek keselamatan kendaraan niaga.

Sementara itu, di tempat yang sama Ketua Panitia GIICOMVEC, Rizwan Alamsyah mengungkapkan, pameran mengusung konsep Business to Business. Ada sejumlah asosiasi yang sudah bergabung dan hadir dalam GIICOMVEC, ada Asosiasi Karoseri Indonesia (ASKARINDO), Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO), Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Asosiasi Logistik dan beberapa lainnya. “Ada demo area agar buyer (pembeli) bisa merasakan langsung. Ada konferensi, bagaimana kita tetap terus eksis di industri kendaraan komersial. GAIKINDO tentu akan tetap mendukung pameran ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, CEO PT. Amara Tujuh Perjuangan, Romi sebagai pelaksana pameran menyebutkan, sementara ini GIICOMVEC masih terfokus di Jakarta. Tidak seperti GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang sudah digelar di beberapa kota di Indonesia. Selain karena alasan Jakarta masih menjadi barometer bisnis di negeri ini, mengundang pembeli dari berbagai daerah. “Kami sementara ini kami undang pengusaha dari daerah. Kami berusaha mendatangkan calon buyer ke Jakarta. Jika ini berhasil mungkin kita bisa buat pameran di luar Jakarta,” kata Romi.








Romi tidak mengungkapkan target transaksi untuk pameran GIICOMVEC 2020 ini. Dia menyebutkan, dalam pameran bisnis biasanya transaksi di luar pameran sebagai tindaklanjut pembicaraan antar pebisnis nilainya cukup besar. Dia hanya menegaskan, sebagai bagian dari penugasan dari GAIKINDO, pihaknya berharap peningkatan penjualan kendaraan niaga bisa terdongkrak 20 persen di tahun 2020 ini.

Project Director GIICOMVEC, Sri Vista Limbong menambahkan, ada 36 merek yang sudah siap hadir memamerkan produknya. Dia berharap peserta pameran bisa menampilkan produk-produk terbarunya. Dalam pameran ini, kata dia, setidaknya ada lima sektor transportasi yang terkait kendaraan niaga yang dibidik. Sektor logistik, sektor konstruksi dan manufaktur, sektor bus antara kota, sektor tambang, minyak dan gas, sektor wisata. “Ada tiga peserta pameran yang sudah mengkonfirmasi akan meluncurkan produk barunya dan satu perkenalan produk,” kata dia.

Menurut Vista, ada dua segmen yang direncanakan selama pameran empat hari itu. Segmen pertama, tanggal 5-7 Maret 2020 akan dikhususkan untuk pebisnis. Dalam dua hati itu diharapkan pebisnis bisa leluasa melakukan transaksi bisnis dengan para peserta pameran. Sementara itu, pada segmen kedua 8 Maret 2020, pameran akan dibuka untuk umum. Dia menjelaskan, masyarakat yang tertarik dengan kendaraan niaga bisa ikut melihat dari dekat dan mendapatkan informasi terbaru dari pelaku industri. Dia menegaskan, selama pameran tidak ada tiket alias gratis. Pengunjung hanya perlu mendaftarkan diri melalui situs resmi GIICOMVEC. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013